Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 287


__ADS_3

Dion kembali menepati janjinya, pagi itu Dion sengaja mengatur ulang jadwalnya agar ia bisa menjenguk Ana pagi itu.


Dion yang sudah bersiap siap dari pagi, segera menyuruh Pengasuh mereka agar segera memandikan Bian dan memberinya makan.


Melihat putranya begitu semangat, Shanty begitu senang dan bahagia. Shanty merasa kasihan saat melihat Dion begitu terpukul melihat putranya itu begitu rapuh dengan semua masalah yang dihadapinya.


" Kamu mau ke klinik pagi ini??" tanya Shanty


" Iya ma, kata dokter Elena Ana ingin sekali bertemu dengan Bian" kata Dion


" Syukurlah..mama juga sudah melihat kemajuan Ana yang begitu cepat, mama benar benar bahagia, semoga saja kalian dapat segera berkumpul"


" Amin ma, Dion berangkat ya ma" kata Dion


" Iya nak, hati hati" kata Shanty.


Dion, Bian dan pengasuh yang biasa merawat Bian akhirnya melaju di jalanan, mereka tentu saja tidak sabar untuk bertemu dengan Ana.


Begitu sampai di Klinik therapist dokter Elena, Dion dan Bian pun turun mereka segera masuk ke dalam ruangan Ana.


Saat sampai disana ternyata Ana sudah tidak ada didalam kamar nya. Dion pun memutuskan untuk menemui dokter Elena.


" Selamat pagi dok!" kata Dion sambil berdiri di depan ruangan dokter Elena, kebetulan dokter Elena sedang tidak ada pasien.


" Pagi... silahkan " kata dokter Elena sambil tersenyum.


" Dok, saya tadi ke kamar Ana tapi dia tidak ada".


" Iya. ...Ana sedang buat kue di dapur, katanya ia ingin membuat kue untuk anda dan Bian, sebaiknya bapak langsung ke dapur saja. Jalannya lurus setelah itu belok kanan ya" kata Elena.

__ADS_1


" Terima kasih ya dok"


Dion akhirnya menuju dapur sambil menggendong Bian, ia sungguh tidak sabar untuk bertemu ibu dari anaknya itu.


Begitu sampai di dapur, Dion terpana melihat Ana yang sedang mengeluarkan bolu yang sudah matang dari oven, Ana tampak sangat serius sekali.


" Aku lama tidak melihat mu seperti ini sayang"


Dionpun segera menyuruh Pengasuh nya untuk menunggu mereka di dalam mobil, karena ia ingin menikmati waktu bertiga dengan Ana.


" Pagi sayang" sapa Dion


Mata Ana langsung berbinar saat melihat Dion dan Bian ada dihadapannya.Dengan cepat Ana langsung memeluk suami dan anaknya itu.


" Aku benar benar merindukan kalian"


" Mama sangat merindukan mu sayang" kata Ana


" ma...ma...ma" Bian berceloteh memanggil nama Ana, Bianpun ternyata merindukan sosok Ana yanh sudah sebulan lebih tidak dilihatnya.


Anapun kembali memeluk Bian dengan erat, ia bahkan sampai berurai air mata.


" Sayang mama sangat kesepian disini" Isak Ana, ia ingin segera kembali pulang bersama dengan keluarganya.


" Sabar ya sayang. setelah dokter Elena memberikan ijin, aku pasti akan langsung membawamu. Kamu juga sangat merindukan mu sayang" Dion pun memeluk kedua permata hatinya itu.


"Oh ya mas, aku baru masak kue untuk kalian, sekarang kamu dan Bian duduk ya, aku mau potong bolunya dulu"


Ana begitu bersemangat pagi itu, ia seperti orang yang baru bertemu dengan Dion dan Bian.

__ADS_1


" Bagaimana kalau kita jalan jalan hari ini??" kata Dion


" Mau..." kata Ana


" Nanti aku ijin sama dokter Elena ya.."


Dion, Ana dan Bianpun menikmati bolu hangat yang dibuat Ana lagi itu dan rasanya begitu enak karena mereka menikmati nya dengan cinta dan kasih sayang


" Mas...aku ingin sekali pulang" kata Ana


" Iya sayang..mas juga inginnya begitu,nanti mas akan tanyakan pada dokter Elena ya"


Ana hanya diam, kini ia menyadari betapa besar cinta dan tanggung jawab yang dipikul oleh Dion.


" Maaf ya mas karena aku mas jadi susah, aku benar benar minta maaf" kata Ana sambil menatap Dion


" Sayang kamu tidak perlu minta maaf, malahan sekarang aku bahagia melihat kamu sudah membaik"


" Apa kamu tidak malu punya istri yang punya riwayat sakit jiwa"


Dion melihat pelupuk mata Ana yang menyiratkan kesedihan, Dion tidak ingin hal ini terjadi, sebagai suami Dion harus terus mendukung dan mencintai Ana.


" Sayang..kamu jangan berkata begitu, kamu tahu betapa besar rasa cintaku padamu, mana mungkin aku malu punya istri secantik dan sebaik kamu. Aku adalah laki laki yang paling beruntung sayang"


"Benarkah??"


" Sayang jangan terlalu berpikir yang berat berat, supaya kamu dapat segera pulang.Tetap semangat ya sayang "


Jangan lupa like, komen, vote dan follow author ya.....

__ADS_1


__ADS_2