Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 284


__ADS_3

Setelah berunding dengan seluruh anggota keluarga, akhirnya Dion dan keluarga lainnya memutuskan untuk mendatangkan seorang psikiater wanita yang cukup terkenal untuk memeriksa Ana secara langsung.


Dokter yang bernama Elena itu langsung dipanggil oleh keluarga Wiradmaja untuk memeriksa Ana. Dion sengaja untuk pemeriksaan di rumah karena ia takut jika Ana dibawa langsung ke klinik ia akan merasa seperti orang yang benar benar sakit jiwa.


Dokter Elena akhirnya datang menarik Ana pagi iniz dan setelah hampir 2 jam melakukan pemeriksaan akhirnya dokter Elena keluar dari kamar Ana


Akhirnya mereka pun membahas kondisi Ana secepat detail diruang tamu.


" Bagaimana keadaan istri saya Dok??" tanya Dion, dia berharap bahwa kondisi psikis Ana tidak terlalu bermasalah


" Ibu Ana menderita depresi yang cukup berat dan patah, dia sangat depresi dan tertekan karena telah kehilangan bayi tersebut"


" Bisakah anda menceritakan bagaimana kronologi kejadian Ibu Ana bisa kehilangan bayinya"


Dion menceritakan semua kejadian yang menimpa Ana, mulai dari bagaimana ia kehilangan bayinya dan kelakuan aneh setelah kehilangan bayinya


" Sepertinya Ana tertekan sekali karena dia merasa dia adalah orang yang paling bersalah dalam hai itu, oleh sebelum itu dia selalu berhalusinasi seolah-olah bayinya masih ada atau mungkin halusinasi lainnya"


" Jadi bagaimana cara agar menantu kami bisa pulih kembali dok??" tanya Aldi


" Dia harus dirawat secara intensif dan dia harus mendapatkan therapi kejiwaan agar dia pulih kembali" kata Dokter Elena


" Maksud dokter dia harus dibawa ke rumah sakit jiwa??" tanya Dion


" Itu adalah jalan yang terbaik atau kalau anda mau dia bisa tinggal bersama dengan saya di klinik saya, kebetulan saya memiliki beberapa orang pasien disana. Kalian tenang saja aku memiliki tenaga yang cukup ahli untuk menangani pasien seperti ibu Ana"

__ADS_1


Semua keluarga terdiam, mereka hanyut dalam pikiran masing-masing.


" Bagaimana ini Duon,???" tanya Shanty


" Aku juga bingung ma, aku khawatir Ana akan menjadi salah paham dan menganggap diri nya Gila"


" Tenang saja pak Dion, aku akan memberikan penjelasan pada ibu Ana, aku yakin dia akan baikbaik saja selama ia mendapat dukungan dari kalian semua"


" Saya rasa itu jalan yang terbaik untuk kak Ana saat ini kak, sebaiknya dia segera ditangani oleh ahlinya sebelum dia benar benar..." Ray tidak melanjutkan kata kata nya


" Itu benar" kata Aldi menyetujui ide dari Ray


" Aku yakin Ana bisa segera pulih, asal kita selalu mendukung nya, terutama kamu sebagai suaminya" kata Aldi lagi


___________________________________________________


Akhirnya setelah berunding selama semalaman, akhirnya Dion dan keluarga Wiradmaja memutuskan untuk membawa Ana ke tempat praktek dokter Elena.


Pagi pagi sekali Bi Ina dan shanty sudah mempersiapkan segala kebutuhan dan keperluan Ana selama di sana.


Sebenarnya Dion begitu berat hati untuk membawa Ana kesana, namu karena kondisi Ana yang semakin hari bertambah buruk, Dion terpaksa membawa Ana agar segera dapat ditangani.


Setelah mempersiapkan Ana, seluruh keluarga akhirnya mengantar Ana ke klinik tempat dokter Elena.


Begitu sampai disana, Ana langsung membaca plat yang tertera di depan Klinik dokter Elena.

__ADS_1


" mas kita mau ngapain kesini??" tanya Ana


"Dion terdiam dan menyuruh agar meninggalkan mereka berdua di dalam mobil.


" Sayang... sementara kamu dirawat disini dulu, mas minta maaf karena tidak memberi tahukan kamu sebelumnya" kata Dion, diapun menggenggam tangan Ana.


" Apa mas pikir aku ..gi"


" Syut... tidak sayang, aku tidak pernah berpikir seperti itu, aku hanya ingin kamu segera pulih dan kembali sehat"


" Apa menurutmu mas aku tidak sehat, mas jahat sekali" isak Ana dan Dion pun langsung memeluk wanita yang begitu dicintainya tersebut.


" Sayang, aku melakukan hal ini karena aku sangat mencintaimu" kata Dion, ia pun ikut menangis


" Aku mau pulang...mas, dengar putri kita sudah memanggilku" kata Ana, iapun membuka pintu dan hendak keluar dari mobil.


Untungnya Dion segera menangkap Ana dan membawa ke dalam klinik Elena. Ana sempat untuk meronta namun dengan cepat dokter Elena segera menyuntikkan obat penenang pada Ana.


Ana pun langsung tenang dan tertidur, Ana segera dipindahkan kesalah satu kamar pasien yang ada disana.


" Semoga cepat sembuh yang sayang, aku akan selalu menunggu dan menyayangi mu"


Dion mengecup kening Ana sebelum ia pergi meninggalkan Klinik dokter Elena.


Jangan lupa like, komen, vote dan follow author ya.....

__ADS_1


__ADS_2