
Jam masih menunjukkan jam 5 pagi, Ana sudah terbangun, lagi lagi dia terkejut mendapati Dion suaminya sedang memeluknya. Jantung Ana jadi tak karuan, dengan hati hati Ana memindahkan tangan Dion. Selesai berdoa Ana pun segera mandi dan turun ke dapur.
Dapur masih sangat sepi bahkan bi Ina saja masih belum bangun, tiba tiba Ana berinisiatif untuk membuat kue. Ana pun membuat kue yang biasa ia jual di toko Bu Ina, ana membuat brownies green tea dan coklat, selesai membuat kue Ana pun melanjutkan membuat nasi goreng untuk sarapan.
Pada saat Ana membuat nasi goreng, Bu Ina bangun, melihat Ana yang memasak bi Ina merasa tidak enak, dia langsung menghentikan Ana.
" Biar bibi aja non yang masakin, non istirahat aja" kata Bu Ina berusaha menghentikan Ana.
" Ga apa apa kok Bi, Ana senang kok memasak" jawab Ana santai.
" Ini non yang buat semua?" tanya bi Ina melihat kue yang masih hangat
" Iya bi, bibi siapkan aja di meja makan".
Selesai memasak , Ana pun segera ke kamar untuk membangunkan suaminya.
" Mas, ayo bangun mas" kata Ana sambil menepuk dada Dion.
Dion pun segera bangun dan mandi, sementara Ana segera membereskan tempat tidur dan menyiapkan pakaian untuk Dion.
Pada saat memilih pakaian untuk Dion, tiba-tiba Dion keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada membuat Ana kaget bukan main.
__ADS_1
" A....aa..." kata Ana sedikit berteriak. Dia segera melangkah ke luar.
Dion yang melihat tingkah Ana hanya tersenyum, Dia lalu turun ke bawah untuk sarapan.
" Wah....ada kue nih pasti kakak ipar yang buat" Kata Ray sambil duduk.
" Wah memang Kakak ipar emang the best" kata Ray mengacungkan jempolnya.
Shanty dan Aldi hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah putra ke dua mereka.
" Ma, Dion mau pindah rumah ke rumah yang baru Dion beli " kata Dion.
" Loh, kanapa emangnya kalian ga nyaman tinggal disini" kata Shanty keberatan.
" Bukannya gitu mah, Dion hanya ingin mandiri ma" jawab Dion.
" Biarkan aja ma, to rumah mereka tidak jauh mama bisa berkunjung ke rumah mereka" kata Aldi.
"Hmmm,,," kata Shanty, dia merasa sedih jika harus berpisah dari anak dan menantunya itu.
Ana yang mendengar hal tersebut hanya diam saja, dia menatap Dion yang sedang makan dan tanpa diduga Dion pun menatap my dengan penuh arti, pandangan mereka pun bertemu, Ana langsung memalingkan wajahnya karena malu.
__ADS_1
Dion yang melihat wajah Ana memerah hanya tersenyum, entah kenapa setiap Ana salah tingkah di hadapannya dia merasa senang.
Kita akan memulai hidup baru, kita akan saling megenal lebih dalam lagi istriku, aku akan berusaha memiliki hatimu.
Mereka pun menyelesaikan sarapan mereka dan melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
Hari ini, Shanty mengajak pergi ke mall, Shannty berencana membeli beberapa pakaian untuk Ana, karena semua pakaian Ana terlihat sederhana dan tidak bermerek, jadi Shanty mengajak Ana untuk berbelanja.
Di mall
" Kamu pilih aja yang kamu suka, nanti mama yang bayarin " kata Shanty.
" Iya ma, " kata Ana
Ana bingung harus memilih apa, setiap barang yang dia lihat harganya terbilang mahal, jadi dia mengurungkan niat untuk mengambilnya.
" Loh,,, kenapa kamu ngakk milih sayang" kata Shanty melihat Ana dengan tangan kosong.
" Ini ma,,, kayaknya kemahalan semua" kata Ana, Shanty hanya tertawa mendengar ucapan Ana.
Shanty kemudian memilih beberapa baju gaun merek ternama, sepatu dan perhiasan dengan harga selangit, Ana hanya tertegun melihat perhatian mama mertua nya yang baik itu.
__ADS_1
Setelah berbelanja Shanty dan menantu itupun memilih untuk makan di mall tersebut. Setelah puas akhirnya merekapun memilih segera pulang.
Jangan lupa like komen dan vote author dong