
Ana bangun dengan mata yang agak bengkak akibat menangis semalam, selesai bangun Ana langsung mambasuh wajahnya. Ana beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan, ada semangat baru hari ini bagi dirinya, dia akan berusaha untuk minta maaf lagi.
" Mudah mudahan hari ini mas Dion ngakk marah lagi"batin Ana. Selesai membuat sarapan Ana kemudian ia mandi, namun setelah mandi Ana tidak melihat Dion masih belum muncul juga jadi dia berniat untuk
membangunkannya. Dengan perlahan Ana membuka pintu kamar tamu yang menjadi kamar tidur Dion.
kreeeet....( suara pintu)
Ana melongok ke dalam kamar ternyata kamar itu kosong dan Ana pun masuk ke dalam kamar tersebut dan ternyata Dion tidak ada di tempat tidur lalu Ana mencoba mencari di kamar mandi namun dia tidak menemukan keberadaan suaminya.
Ana meneteskan air mata lagi, hatinya sedih ia tak menyangka begitu kecewanya Dion pada nya.
"Apa yang harus kulakukan agar Dion mau memaafkan ku" batin Ana. Dia melangkah lunglai ke dalam kamar ia sama sekali tidak bernafsu untuk makan padahal sejak malam ia makan sama sekali.
Sedangkan Mia yang datang melihat kondisi anaknya sangat terkejut melihat wajah Anthoni yang babak belur.
" Nak, kamu kenapa kok bisa sampai seperti ini nak" kata Mia setengah berteriak.
" Bu, syutttt" kata Anthoni dia melihat ke arah Vani yang masih terlelap namun tanpa diduga Vani membuka matanya,dia terperanjat kaget melihat Mia ada disana.
" Maaf Bu saya ketiduran" Kata Vani sedikit malu.
" Aduh nak ibu yang seharusnya minta maaf sudah membangunkan kamu"
" Ga apa apa Bu, oh ya kenalin saya Vani" kata Vani sambil mengulurkan tangannya.
" Saya Mia ibunya Anthoni, ibu ucapkan terimakasih karena kamu udah nolongin Anthoni"
" Ga apa apa bu, saya permisi dulu ya soalnya saya mau pergi bekerja"
" Emang nak Vani kerja dimana?"
" Saya kerja di salah satu restauran sebagai pelayan Bu" kata Vani menjelaskan.
__ADS_1
Vani adalah seorang gadis desa yang bekerja sebagai pelayan di salah satu restauran yang cukup terkenal. Dia adalah sosok yang ramah dan baik hati.
" Ya udah Van, kamu pergi aja terimakasih ya udah nolongin mas" Kata Anthoni diapun mengambil dompetnya dan mengambil beberapa uang lembar uang ratus ribuan.
" Ini untuk ongkos kamu pulang" kata Anthoni menyerahkan uang pada Vani.
" Enggak usah mas, Vani ikhlas" tolak Vani dengan halus.
" Terima aja nak Vani, rejeki ngakk boleh ditolak" kata Mia.
" Ga Bu, Vani ikhlas nolongin mas Anthoni, Ya udah Vani balik dulu ya" kata Vani sambil beranjak pergi.
Mia sungguh terharu melihat kebaikan Vani, dia tak menyangka di jaman begini masih ada gadis yang baik hati.
( Author juga baik hati loh Bu😀😀😀😀😀)
Melihat keadaan Anthoni, Mia yang dari tadi bertanya tanya langsung mengintrogasi Anthoni.
" Anthoni jatuh dari motor Bu" kata Anthoni berbohong.
" Gak mungkin jatuh dari motor babak belur begini, kamu ngakk usah bohong sama ibu"
Anthoni mengela nafas panjang,
" Ana udah menikah Bu??kata Anthoni membuat Mia terkejut dia tak menyangka Ana akan menikah dengan orang lain.
" Mungkin dia bukan jodohku kamu nak" kata Mia.
" Ga ma, bibi Ana yang memaksa Ana menikah, Anthoni yakin dia ngakk mencintai laki laki itu ma" kata Anthoni berapi api.
" Tapi gimana nak, Ana sudah menikah dengan orang lain, ibu yakin kamu pasti dikasih jodoh yang lebih baik dari Ana"
" Gak ma Anthoni akan membawa Ana kembali pada Anthoni, Anthoni yakin Ana masih sama Anthoni ma" kata Dion yang membuat ibunya terdiam, dia tahu betapa anaknya mencintai Ana bahkan dia akan berencana untuk menikahi Ana dalam waktu dekat.
__ADS_1
" Ya udah kamu makan dulu ya nak, ibu beli makanan di luar" kata Mia yang beranjak ke luar.
" Anthoni ngakk mau makan Bu, Anthoni ingin bertemu dengan Ana" kata Anthoni menghentikan langkah Mia.
" Tapi nak bagaimana caranya, Ana itu istri orang lain nak" kata Mia berusaha menolak.
" Ibu telfon aja Ana dia pasti tidak akan menolak permintaan ibu"
" Baiklah ibu akan coba hubungi dia" kata Mia yang mencoba mengalah. Anthoni pun memberikan nomor ponsel Ana yang didapatnya dari Lia.
Tiba tiba ponsel Ana berdering,ada nomor tak dikenal masuk dalam daftar panggilan HP-nya.
" Halo" kata Ana
" Halo nak, ini ibu Mia ibunya Anthoni nak" kata Mia mengagetkan Ana.
Darimana ibu Mia tau nomor ponselku padahal ini kan nomor baru, pasti dari Lia
" Hmmm ada apa ya Bu??"tanya Ana sedikit ketakutan.
" Gini nak, Anthoni ingin bertemu denganmu di ada di klinik xx sekarang"
Ana terkejut dia baru tersadar saat mereka meninggalkan Anthoni kondisinya saat memprihatinkan.
" Ma,,,af Bu Ana ga bisa, suami Ana ngakk ngijinin Ana ketemu lagi sama mas Anthoni.
" Tapi dari tadi Anthoni ngakk mau makan, ngakk mau minum katanya pengen ketemu kamu" Mia sedikit memohon.
" Tapi Bu,,," Suara Ana tertahan...
*Jangan lupa like komen dan vote ya..maaf ya jika ceritanya tidak sesuai dengan keinginan para readers semua.
Love u ❤️ ❤️❤️❤️❤️*
__ADS_1