Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 218


__ADS_3

" Mas aku lapar" rengek Sely


" Oh iya mas juga lapar, kita melewatkan makan malam hari ini. Puhhh...hati ini benar benar melelahkan setelah semua kejadian ini aku ingin liburan bersamamu selama beberapa hari" kata Andra


" Aku mau mas, kita pergi ke Bali yuk" kata Sely dengan semangat.


" Mas sih setuju aja yang penting dokter ngijinin kita untuk pergi"


" Nanti Sely konsultasi kan lagi sama dokternya"


" Aduh mas kayaknya perut Sely makin kelaparan loh"


" Ya udah ayo kita turun dan makan bersama, hari ini Bi Tuti masak apa??"


" Oh...ya ampun tadi pagi Ni Tuti pamit mau jenguk keponakannya dan baru pulang besok pagi"


" Kita makan diluar aja yuk" ajak Andra


" Ga usah mas, nanti Sely bikinin nasi goreng aja biar simpel"


" Ya udah sayang mas ikut lihatin kamu masak ya"


" Kok cuman liatin sih mas, bantuin juga dong" kata Sely


" Ya udah nanti mas bantuin nyicipin ya" kata Andra sambil tertawa


Andra dan Sely akhirnya turun ke bawah karena perut mereka sudah semakin menuntut untuk diisi. Tiba tiba Andra teringat pada Ana.


" Pasti Ana dan Dion belum makan juga, tapi kalau aku mengajak mereka pasti akan jadi pertengkaran"


Andra dan Sely turun sambil bergandengan tangan dan begitu sampai di dapur mereka dikagetkan oleh kehadiran Ana yang saat itu sedang membuka kulkas.

__ADS_1


Seketika suasana menjadi kikuk dan tegang, Ana menjadi merasa tidak enak.


" Ma...maaf ya" kata Ana dengan gugup


" Aku hanya merasa lapar dan ingin makan sesuatu"kata Ana lagi


" Tak apa..lanjutkan saja, kalian berdua bisa masak bersama" kata Andra dan memilih langsung pergi, ia tidak ingin semakin terjadi salah paham antara dia dan Sely


Semakin Andra pergi Ana dan Sely semakin salah tingkah. Sely memandang Ana dengan seksama, di matanya Ana begitu cantik dibalut gaun tidur putih yang membuatnya semakin cantik.


" Dia benar-benar cantik sekali"


" Sely.." kata Ana memecah keheningan diantara mereka.


" Eh..iya" kata Sely dan melepaskan pandangannya dari tubuh Ana.


" Aku minta maaf ya jika kehadiranku membuat salah paham antara kau dan mas Andra. Aku tidak bermaksud begitu"


Sely diam saja ia tidak menanggapi perkataan Ana kerena sesungguhnya ia juga merasa sedikit bersalah kepada Ana.


" Aku benar benar minta maaf, kau tau mas Andra sangat mencintai dan mengkhawatirkan mu. Aku dan dia adalah masa lalu"


"Tapi mas Andra sangat mencintai sang mengagumi mu" kata Sely sambil tertunduk, air mata perlahan mengalir di pipinya.


" Kami menikah pun karena saat itu mas Andra menganggap ku sebagai dirimu" kata Sely


" Maksud nya??" kata Ana tidak paham dengan maksud Sely.


Selypun menceritakan semua kejadian saat Andra merebut kesuciannya karena menganggap dirinya adalah Ana.


" Di..dia hanya mencintaimu" kata Sely dengan terisak, entah kenapa kejadian itu tidak bisa hilang dari benak Sely.

__ADS_1


" Sely dengarkan aku.. mungkin dulu memang mas Andra memang sangat mencintai dan menginginkan ku tapi itu hanyalah masa lalu. Kini aku melihat cinta yang lebih besar Dimata mas Andra untukmu, begitu dia mendengar kau hilang dia sampai kehilanganmu konsentrasi nya"


" Percayalah aku bisa melihat hal itu, Andra benar benar sangat mencintai mu, takdir telah mempertemukan kalian berdua untuk selalu bersama"


" Aku yakin kau juga mencintai mas Andra dan tidak ingin kehilangan diakan??" tanya Ana


" Yah... entah kenapa aku begitu mencintainya padahal kami dipersatukan karena sesuatu yang salah"


" Nah itulah yang namanya takdir setiap tantangan pasti ada jadi kamu tidak perlu ketakutan mas Andra hanya akan menjadi milikmu" kata Ana


Ana kemudian tersenyum ke arah Sely seolah ingin menghapus semua keraguan di hati Sely.


" Kamu beruntung Ana begitu banyak laki laki yang mencintai dan menginginkan mu. Aku iri padamu"


" Tapi aku tidak ingin begitu, bagiku cukup mas Dion saja yang mencintai dan memiliki aku dan hey kamu juga beruntung bisa dicintai oleh mas Andra dia itu laki laki yang luar biasa. Berjanjilah untuk menjaga dan selalu mencintainya"


Sely mengangguk kan kepalanya dengan mantap, Kini keraguan dihati Sely perlahan memudar, ia yakin bahwa Andra hanya akan menjadi miliknya.


" Ayo kita masak para suami kita pasti sudah menunggu masakan kita" kata Ana dengan semangat


" Kita masak apa kak Ana???"


Tiba tiba saja Ana terhenyak saat Sely memanggilnya dengan sebutan kakak.


" Apa aku salah memanggil mu kakak??"


" Tidak aku justru senang" kata Ana sambil memeluk Sely, kini ia bisa bernafas dengan lega karena Sely sudah tidak salah paham lagi padanya.


" Aku senang bisa memiliki adik seperti mu, itu akan sangat menyenangkan sekali" kata Ana dan mereka berduapun tertawa bersama.


" Hei...apa makanan nya sudah siap??" kata Lia yang tiba-tiba datang dan alangkah terkejutnya melihat kedua wanita itu tampak akur dan kelihatan tidak ada konflik.

__ADS_1


" Kamu ini kebiasaan deh, ayo bantuin kita masak jangan hanya makan Mulu" kata Ana dan Sely hanya bisa tertawa.


Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...


__ADS_2