Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Permintaan Ana


__ADS_3

"Mama tidak serius kan ingin menjodohkan aku" kata Bian dengan suara yang cukup serak,


" Aku tidak ingin perjodohan ini, mama bisa meminta apa saja tapi bukan untuk yang satu ini"


Hari ini Bian memang sengaja pulang cepat untuk membicarakan hal ini dengan sang mama, perjodohan yang diminta oleh Ana benar benar membuat batinnya bergejolak.


"Bian....apa mama kelihatan bercanda nak... perjodohan ini bukan lelucon. Mama ingin yang terbaik" kata Ana


" Terbaik?? untuk ku?? Sean adalah yang terbaik ma...aku tidak bisa meninggalkan nya begitu saja setelah aku memberikan harapan bahwa kamu akan menikah"


Ana hanya terdiam mendengar perkataan putranya, ia tahu bagaimana perasaan Bian yang sudah lama menjalin hubungan dengan Sean.


" Mama tetap menginginkan kamu menikahi Aleta"


" Mama sungguh egois" kata Bian setengah berteriak

__ADS_1


" Bian!! cukup kau tidak tahu bahwa gadis itu cukup baik untukmu " kata Ana yang mulai tersulut emosi


Untuk sesaat keduanya terdiam dengan pikiran masing masing. Ana kemudian menatap putranya yang terdiam dan menunduk di hadapannya.


" Dia itu gadis baik yang bernasip buruk Bian, dia sama dengan posisi mama sewaktu mama masih gadis bahkan penderitaan nya jauh lebih sakit dari pada mama" kata Ana mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan Aleta


" Mama mohon Bian" pinta Ana untuk kesekian kalinya


" A....ku tidak akan pernah bisa menerima wanita itu sebagai istriku ma...aku tidak ingin menyakitinya. Mama tau bahwa jika pernikahan terjadi maka bukan hanya dia tapi juga aku dan Sean. Ini akan membawa kekecewaan pada kita semua"


Akhirnya Ana terdiam dan tidak tahu harus berkata apa, ia sekarang tahu bahwa pernikahan yang ia inginkan akan sangat sulit terjadi.


" Aku hanya kasihan pada gadis malang itu, mama hanya ingin memberikannya kebahagiaan namun jika kau menolaknya mama tidak bisa berbuat apa apa"


Anapun bergegas meninggalkan Bian yang berada di ruang tamu, hatinya seolah hancur mendapati kekerasan hati Bian yang tidak bisa ia runtuhkan

__ADS_1


Selama beberapa hari sikap Ana menjadi sangat dingin dan cuek, rumah yang dulunya hambar kini berubah menjadi dingin dan penuh ketidak perdulian. Hal ini tentu saja membuat Bian dan ayahnya Dion tidak nyaman dengan sikap Ana.


" Seperti nya mama mu benar benar marah Bian, papa tidak pernah melihat dia murung begitu" kata Dion ketika mereka ada di ruang makan tanpa kehadiran Ana.


" Apa yang terjadi Bian...apa kau membuatnya marah??" tanya Dion


" Entahlah aku hanya ingin yang terbaik untukku pa"


Dion hanya bisa menghela nafas yang panjang dan berat, ia juga terkena dampak dari pertengkaran antara anak dan istrinya.


" Dengar kan papa Bian, dulunya papa dan mama menikah karena perjodohan, awalnya papa menentang keras hal itu. Tapi kamu tahu bahwa seorang ibu tidak akan salah memilih kepada anaknya"


Dion pun menceritakan segala perjalanan panjang kehidupan rumah tangganya dengan Ana. Mulai dari perjodohan hingga sampai mereka bersama di usia yang tidak muda lagi.


" Mengapa tidak mencoba Bian, apa kamu tega melihat air mata di wajah mamamu" kata Dion

__ADS_1


" Ingat restu orang tua akan membawa kebahagiaan bagi anak anaknya.. Papa percaya kamu cukup bijaksana" kata Dion sambil menepuk pundak putranya dan meninggalkan dia untuk memikirkan apa yang sedang terjadi.


Bian hanya bisa terdiam dengan pikiran kalut, cintanya pada Sean begitu besar hingga ia tidak sanggup meninggalkan wanita itu tapi di sisi lain ia juga bisa melihat sang mama berduka karena dirinya.


__ADS_2