Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 293


__ADS_3

Akhirnya perhelatan Akbar dilaksanakan di keluarga Wiradmaja grup, pernikahan putra bungsu dari keluarga itu akan menikah hari ini


Setelah cukup lama menyiapkan segala sesuatunya, akhirnya hari bahagia pada Ray akhirnya tiba. Gedung yang cukup luas itu kini dipenuhi oleh para tamu dari berbagai kalangan mulai


dari relasi bisnis, para karyawan dan orang orang penting sudah hadir disana.


Ana juga sudah tampil luar biasa dengan gaun blue soft yang menjadi seragam mereka, Dion dan Bian juga tampak mempesonanya dengan tuxedo dengan warna senada.


Semua mata terpana saat melihat Elena yang datang saru arah luar, ditemani oleh anak yatim-piatu yang membawa Elena. Ternyata Elena adalah anak yatim-piatu yang sukses menjadi seorang psikolog hebat.


Ana dan yang lain menatap Elena dengan tatapan kagum, dokter muda yang berbalit gaun putih itu tampak sempurna dengan riasan super natural.


" Aku jadi ingat pas kita menikah dulu" kata Ana sambil menghapus airmata nya


" Saat itu kau belum mencintai ku" kata Ana sambil memandang Dion yang ternyata juga menatapnya


" Tapi sekarang aku mencintaimu lebih dari segalanya" kata Dion sambil mengelus rambut Ana


" Jangan pernah berubah" pinta Ana, saat itu Dion hampir saja mencium bibir Ana.


" Mas jangan gitu ah.." kata Ana sambil menjauhkan


dirinya


" Maaf, habisnya mas ngakk kuat" kata Dion


" Seharusnya Ray yang berkata seperti itu" kata Ana sambil tersenyum


Acara berlangsung hikmat dan penuh haru, suasana pernikahan begitu syahdu apalagi saat melihat Elena yang meneteskan air matanya.


" Semoga bahagia " kata Ana sambil memberikan selamat untuk Elena dan Ray

__ADS_1


" Makasih kak" kata Elena sambil memeluk Ana


Acara pernikahan tersebut digelar hingga malam hari karena langsung dilanjutkan dengan acara resepsi. Ana begitu tampak kelelahan, ia berkali-kali harus mencari tempat duduk untuk menghilangkan rasa lelahnya.


Dion yang menyadari hal tersebut segera mengambil tindakan, sebelum acara selesai Dion sudah membawa Ana ke sebuah hotel yang memang sengaja ia pesan untuk mereka bertiga.


" Mas aku ngakk enak deh harus meninggalkan acara, disana masih ada Mama dan yang lainnya"


" Tak apa sayang, aku sudah minta ijin sama mama tadi" kata Dion


" Lihat kamu dan Bian sangat kelelahan, Bian saja sampai tertidur. Aku yakin Ray dan Elena bisa memaklumi nya"


" Aku tidak menyangka akhirnya Ray menikah juga" kata Ana


" Ini semua berkat kamu sayang" kata Dion sambil tersenyum


" Kenapa mas?? aku tidak ada andil untuk mereka berdua"


" Berkat dirimu Ray dan Elena bisa saling bertemu" kata Dion


" Benarkah??" kata Dion


"Dari awal aku memang sudah ingin menjodohkan Ray dengan Elena, aku suka melihat dokter cantik itu"


Dion tidak menyadari saat dirinya memuji Elena, ada gurat kecemburuan yang dirasakan oleh Ana.


" Jadi mas suka sama dokter Elena??" tanya Ana dan nada suaranya sudah berubah menjadi sedikit ketus


" Bukannya gitu' kata Dion sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Kamu cemburu ya??" goda Dion, dan wajah Ana langsung memerah saat Dion mengatakan dirinya cemburu

__ADS_1


" Cemburu?? ngakk soalnya aku sekarang sudah punya belahan jiwa yang baru dan dia jauh lebih ganteng dari pada kamu"


"Apa??"


Seketika Dion menghentikan mobilnya, ia sungguh kaget mendengar perkataan Ana yang sudah menemukan pengganti dirinya.


" Siapa??" kata Dion dengan wajah yang panik


" Bian" kata Ana dengan wajah yang tidak bersalah, dan kerena tidak bisa menahan tawanya akhirnya Ana benar benar tertawa lebar


" Kamu benar benar membuat ku gila nona Wiradmaja" kata Dion.


Dionpun langsung menarik tubuh Ana dan menyambar bibirnya secara cepat.


" Itu akibat karena kamu sudah membuatku hampir kehilangan jantung" kata Dion sambil melepaskan ciumannya


" Dasar mesum" kata Ana sambil menjambak rambut Dion dengan pelan


" Kau hanya akan menjadi milikku"


" benarkah?? apa aku tidak bisa mencoba yang lain"


Ana bermaksud bercanda dan kali ini Dion kembali mencium nya dengan frekuensi yang lumayan lama hingga membuat Ana hampir kehilangan nafasnya.


" Kau" kata Ana dan Dion kembali menciumnya dan hal ini membuat Ana merasa keheranan dan tidak nyaman karena melakukannya di dalam mobil


" Katakan kau hanya milik ku" ancam Dion, dia sepertinya sudah siap dengan ciuman selanjut


" Baik lah...I am yours" kata Ana


Barulah Dion tenang dan kembali menyala mobilnya, ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju hotel yang sudah dipesan nya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.


Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u


__ADS_2