Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 102


__ADS_3

Mudin membawa Ana ke salah hotel bintang lima milik keluarga Andra, lalu Midun membawa Ana ke lantai 5. Disana terdapat ruangan yang sudah didekorasi indah lengkap dengan meja makan bernuansa putih. Ana tercengang melihat tempat tersebut bukannya dia tidak biasa dengan tempat seperti ini namun untuk sekedar makan siang tempatnya terlalu sangat mewah.


" Pak apa kita tidak salah tempat??" kata Ana memastikan.


" Tidak nona silahkan nona tunggu saja, pak Andra akan segera datang.


Ana duduk di meja yang sudah disediakan sementara Mudin pergi meninggalkan Ana sendiri dalam ruangan itu. Mata Ana celingak celingukan melihat semua yang ada diruangan itu tiba tiba saja ia dikejutkan oleh suara musik yang tiba tiba berbunyi.


" Ya ampun kok musiknya tiba tiba nyala, bikin terkejut saja"


" Gimana kamu suka??" kata Andra yang tiba tiba muncul.Andra kelihatan gagah dengan kemeja putih tanpa jas sehingga meninggalkan kesan yang tidak terlalu formal.


" Menurut ku ini terlalu berlebihan" kata Ana dengan canggung


" Oh ya,kalau begitu sekali lagi aku akan memilih tema outdoor"kata Andra sambil tersenyum.


" Ehhh ngakk usah repot-repot" kata Ana terburu buru


" Enggak kok kamu santai aja!"


" Oh ya kamu makan apa"


" Eh..itu terserah anda saja"


" Hei kenapa kamu jadi formal begitu menyebutku dengan kata Anda" kata Andra sambil menaikkan alisnya.


" Bu...bukan begitu maksudku terserah mas saja" kata Ana sambil menunduk.

__ADS_1


Andra tau Ana sedang dalam posisi tidak enak apalagi dia masih berstatus istri orang.


Akhirnya mereka pun makan siang bersama, meski suasana agak sedikit canggung tapi Andra bahagia dengan Ana.


"Setelah makan kita pergi jalan-jalan ya" pinta Andra pada Ana


" Tapi mas Ana harus balik ke toko"


" Nanti aku minta ijin sama mama biar kamu ngakk usah masuk lagi"


" Tapi mas aku merasa segan "


" Kamu tenang saja nanti aku yang bicara sama mama"


" Apa tidak apa apa??"


Ana terpaksa menuruti keinginan Andra, dia diajak ke sebuah pantai yang tak jauh dari hotel nya. Begitu sampai Andra dan Ana langsung turun.


" Gimana kamu suka tempatnya??" kata Andra sambil menoleh ke arah Ana yang tepat berada disampingnya.


Ana tersenyum tipis, dia memandang keindahan lautan.


" Ayo kita dusuk di pinggir pantai" kata Dion sambil manarik tangan Ana.


Deg....jantung Ana berdegup kencang saat tangannya bersentuhan dengan tangan kekar Andra.


"Duduk sini"

__ADS_1


Mereka duduk di pinggir pantai, angin yang kencang membuat rambut Ana melayang tak beraturan, Ana lalu menguncir rambutnya seperti ekor kuda sehingga wajah Ana semakin jelas.


" Cantik" gumam Andra tanpa sadar


" Hmmm" kata Ana sambil menatap ke arah Ana.


" Tak apa " kata Andra grogi


Lama mereka diam sambil menatap ombak yang bergulung dengan sesekali mengenal kaki mereka.


" Mas apa yang kita lakukan ini tidak berlebihan"


" Kenapa kamu berpikir begitu, toh kuta hanya duduk bersama tanpa melakukan apa-apa"


" Apa mas menyukaiku??" pertanyaan Ana membuat Andra seketika kaget dengan pertanyaan Ana.


" Apakah itu hal yang salah???"


" Hmmm entalah mas aku hanya tidak ingin masuk dalam masalah yang rumit" Ana mengarah kan pandangannya ke arah Andra.


" Maslah yang rumit??? kamu terlalu berpikir terlalu jauh percayalah aku tidak akan membuat mu dalam masalah yang rumit. Dan entah kenapa aku hanya ingin bersamamu" kata Andra


" Tapi Aku merasa aku tidak pantas" kata Ana tertunduk, ada tetes air mata yang berlinang di wajahnya


" Hei aku mengajakmu kesini bukan untuk bersedih, jangan terlalu serius biarkan semua mengalir begitu saja, dan apapun keputusan mu aku akan selalu menghormatinya.


Kata kata terakhir Andra membuat Ana terdiam, ia kemudian menatap Andra yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


__ADS_2