
Sebelum baca Author ingatkan jangan lupa, like , komen , vote dan follow author ya.
Happy reading...
Andra yang sedang duduk di kamarnya daritadi hanya memandangi layar ponselnya. Ia sungguh gelisah karena sikap Ana bekangan ini selalu mengabaikan pesan dan bahkan jarang mengangkat telfonnya.
Tok...tok...
" Andra kamu di dalam??" kata Mora
" Masuk ma"
Mora yang melihat raut wajah Andra langsung tau kalau anak semata wayangnya ini sedang galau.Dia mengela nafas panjang dan mendekati Andra.
" Nak, kamu nga apa apa??"
" Nga apa apa kok ma" kata Andra mencoba tersenyum.
" Kamu ada masalah dengan Ana??"
" Ngakk kok ma, semuanya baik baik saja"
" Nak kamu ngakk usah berbohong pada mam" kata Mora sambil tersenyum.
" Nak ngakk baik kamu terus mempertahankan perasaan pada wanita yang sudah menikah!"
Kata kata mamanya mambuat Andra tersentak, ya Ana adalah istri orang lain
" Tapi dia janji akan membuat keputusan setelah 6 bulan"
" Sayang, tapi dia tidak mengatakan akan menikah denganmu setelah 6 bulan inikan??"
Andra terdiam mendengar ucapan Mama nya.
__ADS_1
" Nak, hubungan suami istri bukanlah suatu hubungan yang mudah dipisahkan, mama yakin dia pasti akan kembali pada suaminya"
" Mama tau darimana??"
" Nak mama ini adalah seorang istri jadi mama tau sebesar apapun kesalahan suami tidak mudah untuk memutuskan hubungan "
" Tapi ma , Dion telah selingkuh dan Andra yakin pasti Ana akan memilih berpisah"kata Andra bersikeras.
" Dengan nak, jika memang Ana menginginkan perceraian pasti Ana akan langsung mengurusnya tapi nyatanya dia sendiri masih ragu itu artinya...." Mora tidak meneruskan kata-katanya ia yakin Andra pasti mengerti.
" Nak, cobalah melupakan Ana dan carilah wanita lain yang tulus mencintaimu dan tanpa terikat dengan orang lain"
________________________________________
Ana yang kesal dengan sikap Dion memilih langsung tdur ia bahkan melewatkan makan malamnya. Ia sungguh merasa kesal dengan sikap Dion yang memilih wanita secantik Helen manjadi sekretaris nya.
" Dasar buaya, aku tidak akan memaafkan mu kali ini"
"Mau ngapain kamu??"
" Jangan macam macam ya" kata Ana dengan kesal sedangkan Dion hanya tersenyum melihat istrinya yang masih dibakar api cemas.
" Masih marah ya"
" Ih.. PD amat"
" Tuh mukanya masih kelihatan"
" Kamu udah makan sayang??"
" Bukan urusan kamu, urusin aja sekretaris kamu yang seksi itu"
" Ha...ha...kamu tuh ternyata cemburuan ya" kata Dion sambil menggoda.
__ADS_1
" Jangan ganggu aku" kata Ana sambil menutup selimut nya kembali.
" Wanita kalau sudah cemburu ngeri juga ya, tapi baguslah itu berarti Ana masih mencintaiku"
Ponsel Dion tiba tiba saja berdering dan anehnya mendengar dering ponsel Dion Ana langsung membuka selimutnya dan melihat suaminya.
Dion yang ingin mengangkat ponselnya terkejut melihat Ana.
" Angkat atau jangan jangan itu sekretaris baru kamu itu ya"
" Nih" kata Dion sambil menunjuk layar ponselnya dan ternyata Gio yang sedang menghubunginya.
Ana kembali menutup tubuhnya dengan selimut nya sedangka Dion hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap istrinya ia sungguh gemas melihat Ana cemburu.
Jam menujukkan pukul 02.00 dini hari,Ana merasakan tubuhnya Kedinginan, ia menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya namun dingin semakin bertambah.
Badan Ana menggigil karena menahan dingin yang teramat sangat, ia sampai mengingau tak jelas.
Dion mendengar anak mengingau langsung terbangun, ia segera menghampirinya Ana di ranjangnya. Tubuh Ana bergetar hebat dan kening nya dipenuhi keringat. Dion langsung menempel kan tanganya ke kening Ana
" Ya ampun badannya panas "
Dion segera mengambil air hangat dan mulai mengopres kepada Ana.Ana kelihatan semakin menggigil membuat Dion semakin panik.
Dion segera membuka pakaian Ana dan yang tersisa hanyalah dalamnya, Dion pun membuka pakaiannya dan mulai memeluk Ana dengan erat.
" Sayang badan kamu panas sekali"
Terimakasih udah like, komen dan vote autho ya beb
Love u all
See u to the next chapter
__ADS_1