Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 140


__ADS_3

Sebelum baca Author ingatkan ya jangan lupa like komen, folow.. dan vote Author sebanyak banyaknya ya....


Happy reading beb....


Ana merasa sedikit takut karena merasa ada seseorang uang mengikutinya, dia memberanikan diri menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya ia melihat sosok yang sedang berdiri dihadapannya.


" Mas..mas An...Andra.." Kata Ana dengan gagap, ia melihat Andra berdiri dengan botol minuman de tangannya.


Andra berjalan mendekati Ana, Anapun mundur secara perlahan-lahan.


" Huh...kenapa?? apa kamu sekarang takut padaku nona Ana??" kata Andra yang terus saja berjalan mendekati nya.


" Tidak...aku...sa..sama sekali tidak takut pa..padamu"


" Hmm benarkah?? Tapi kamu kelihatan takut sekali nona" kata Andra yang tetap mendekat


"Mas se...seba...iknya.... ja ..ngan bersikap seperti ..i.. ni" kata Ana yang memang terlihat sangat takut.


" Tenang lah nona aku tidak kan menyakitimu, mana mungkin aku menyakiti orang yang paling ku cintai"


Ana akhirnya berhenti saat Andra mengatakan dia masih mencintai dirinya.


" Lupakan aku mas," kata Ana


" Tidak bisa begitu saja nona Ana, kamu telah menghancurkan hidupku, bisa bisanya kamu bahagia diatas penderitaan ku" kata Andra sambil meneguk minumannya.


" Mas sebaiknya kamu pulang saja dan jangan minum lagi...Aku mohon"

__ADS_1


" Apa nona?? pulang?? aku tau kamu tidak ingin melihatku karena kamu sedang bersenang-senang dengan suamimu itu, kamu keterlaluan sekali nona"


" Mas aku mohon pergilah sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan"


" Maksudnya apa nona?? apa suamimu itu akan membunuhku??? heh...silahkan saja, aku memang lebih baik mati"


Ana menangis melihat Andra yang begitu frustasi dengan hidupnya, tak seharusnya lelaki baik hati itu berakhir dengan penderita


patah hati yang begitu dalam


"Kenapa kamu menangis nona?? jangan menangis itu akan membuat ku semakin terluka"


" Mas Ana minta maaf ya, maafin Ana sudah buat mas jadi begini" kata Ana dalam tangisnya.


" Sudahlah nona, lebih baik aku pergi saja dari pada melihat wanita yang kucintai menangis" kata Andra sambil beranjak pergi.


" Aku akan pergi nona, berbahagialah dengan suamimu"kata Andra yang akhirnya pergi, Ana berusaha mengikuti Andra ia merasa sedikit khawatir dengan laki laki itu.


" Mas...mas" panggil Ana namun Andra sudah tidak terlihat.


" Sayang..." tiba tiba saja Dion memanggil nya.


" Eh...iya mas" kata Ana berusaha tersenyum namun ia tidak bisa menutupi bekas airmata yang mengalir di pipinya.


"Kok kamu nangis lagi sayang??? ada apa???"


" Ah....ga apa apa kok mas, Ana masih sangat terharu aja" kata Ana melap pipinya dengan tisu

__ADS_1


" Benar nih, jadi nangis terharu nya dilanjutkan di kamar mandi" kata Dion sambil tersenyum, ia kemudian mengusap pipi Ana dengan lembut"


" Iya mas entah kenapa Ana jadi mewek gini" kata Ana berbohong.


" Ya udah kita pulang yuk, ini udah malam banget takutnya kamu masuk angin, kamu pakai jas ini ya sayang biar kamu ngakk kedinginan"


Akhirnya setelah acara selesai Ana dan Dion segera menuju mobil untuk segera pulang. Ana yang merasa resah dengan keberadaan Andra dari tadi celingak celingukan mencarinya.


" Ada apa sih sayang??" kata Dion yang curiga dengan sikap Ana.


" Oh.... enggak kok" Kata Ana dengan gugup


" Benar kamu ngakk apa apa, kamu kelihatan tidak sedang baik baik aja"kata Dion memastikan.


Tapi Dion tahu kalau Ana sedang berbohong,selama di mobil wajah Ana kelihatan gugup tak menentu, pikiran tertuju pada Andra.


" Bagaimana mas Andra bisa sampai di Jakarta, apa jangan jangan selama ini dia mengikutiku??"


Sesampainya dirumah Ana segera mengganti gaunnya, dia langsung berbaring sambil memejamkan matanya. Bayang bayang Andra kembali di wajahnya, dia begitu prihatin melihat Andra dengan penampilan yang begitu berantakan dan selalu minum minuman keras.


" Ya Tuhan apa yang harus kulakukan, rasa bersalah ini sungguh sangat menyiksaku. Tuhan aku harap engkau menurunkan seseorang yang bisa mengobati luka di hati mas Andra"


Dion yang melihat Ana langsung tidur, merasa telah terjadi sesuatu sewaktu di kamar mandi, ia lalu mengambil ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan untuk Gio.


Dion pun juga akhirnya memilih tidur tanpa menggangu Ana.


*****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁

__ADS_1


See u to the next chapter*****


__ADS_2