
Deni dan Midun merasa lega bisa menemukan majikannya, setelah hampir beberapa hari mencari akhirnya mereka bisa menemukan Andra dalam kondisi yang susah tidak sadarkan diri di sebuah club.
" Ayo cepat pak Midun. Kuta harus segera bawa Pak Andra pulang ke Bandung"
" Baik pak Deni"
Dengan segera merekapun segera membawa Andra yang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
" Syukurlah akhirnya kami menemukan mu pak Andra, sungguh aku merasa kasihan padamu, karena cinta kamu telah kehilangan jati dirimu yang sebenarnya. Apakah cinta semenakut dan serumit ini, cinta bahkan telah membuat pak Andra menjadi orang yang sudah tidak punya semangat hidup" batin Deni.
Deni sedari tadi memperhatikan wajah Andra dengan seksama.
" Semoga Tuhan memberikan mu jodoh yang terbaik pak Andra karena anda anda orang yang sangat baik sekali, aku berdoa semoga Tuhan memberikan pengganti nona Ana secepat agar pak Andra kembali stabil"
______________________________________
Andra berusaha membuka kedua bola matanya, ia merasa sama berat sekali.
" Ah...ini pusing sekali" kata Andra sambil memijit keningnya dengan perlahan.
" Selamat pagi mas" kata seorang wanita yang masih belum bisa dilihatnya sepenuh.
" Lia???" kata Andra dengan mata yang masih terpejam
" Sebaik nya mas langsung mandi dan segera sarapan" kata wanita itu.
" Sejak kapan kamu bicara sopan begitu biasanya kan kamu bar bar" Maya Andra akhirnya membulat sempurna dan ternyata bukan Lia yang ada dihadapan tapi dia adalah...
" Ka...kamu" kata Andra terkejut sedangkan wanita itu hanya tersenyum.
" I.ya ini saya mas" kata wanita itu tersenyum lembut
__ADS_1
" Bukankah kamu wanita yang dulu..." Andraa ingat saat menginap di rumah wanita yang sedang ada dihadapannya.
" Iya ....Se..Li.." kata Sely dengan ramah
" Ngapain kamu ada disini??" tanya Andra
" Eh..itu mas saya disuruh Tante Shanty untuk membawa sarapan untuk mas"
" Hmmm...apakah kamu seorang pelayan???"
" Bisa dibilang begitu, sebenarnya ibu saya adalah sahabat Tante Shanty waktu di kampung dan ibu menyuruh saya kesini katanya untuk bantu bantu"
" Ya sudah lengkap baik kamu keluar"kata Andra sambil beranjak dari ranjang nya. Andra menuju kamar mandi dan segera membasahi tubuhnya dengan air dingin.
______________________________________
Dion semakin memperketat pengawasan terhadap Ana, hal ini tentu saja membuat Ana tidak nyaman.
" Sayang ini mas lakukan supaya kamu aman"
" Mas Ana aman aman aja kok, ngakk ada yang tidak perlu dikhawatirkan. Mas tolonglah ya pengawal nya diberhentikan saja" kata Ana dengan nada memohon.
" Tidak..."
" Apaan sih mas, lebay banget sih!!!" kata Ana dengan kesalnya. Dia lalu pergi ke kamar dan langsung langsung menutup nya.Dion hanya menarik nafas berat, ia tahu betapa tidak nyamannya Ana saat bersama para pengawalnya tapi Dion tidak ingin mengambil resiko kehilangan Ana.
Dion beranjak dan menyusul Ana ke kamarnya, dia melihat Ana berbaring di ranjang sedang menutupi semua tubuhnya dengan selimut tebal.
" Sayang" kata Dion mendekat dan membuka selimut yang dikenakan Ana.
" Apa sih???" kata Ana sambil mengambil selimut dan menutupi tubuhnya lagi.
__ADS_1
" Sayang..kamu tidak tau bahwa Andra sudah mengancam akan mengambilmu dari mas" kata Dion dengan wajah yang sedih namun Ana hanya diam saja.
" A...aku tidak ingin kehilangan dirimu untuk kedua kalinya" kata Dion dengan suara serak membuat Ana membuka selimut sampai batas wajahnya.
" Dengar sayang, di luar sana Andra berkeliaran dan sedang mengawasimu"
" Mas tau darimana??"
" Mas sudah berbicara dengan Andra secara 4 mata dan ia berkata tidak akan berhenti mengikuti mu"
" Benarkah???apakah sampai segitunya??? tanya Ana dalam hati"
" Maka dari itu mas memperketat pengawasan terhadap mu??"
" Tapi Ana bisa menjaga diri kok mas lagian mas Andra itu tidak mungkin menyakiti Ana"
" Mas tau sayang...Tapi mas khawatir jika Andra melakukan tindakan gegabah apalagi saat ini kondisi kejiwaan Andra sepertinya tidak begini stabil.Kamu tau dia bisa melakukan apa saja, apalagi saat dia mengkonsumsi Alkohol"
Ana kemudian terdiam, dia akhirnya bisa mengerti.
" Tapi mas bisakah jika pengawalnya hanya satu orang, saya rasa itu cukup!!"
" Dua...mas tidak bisa ditawar lagi"
" Ya udah terserah mas saja" kata Ana akhirnya mengalah.
" Nah kalau begitukan maniss" kata Dion dengan senyumnya.
*****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
See u to the next chapter*****
__ADS_1