
Akhirnya setelah menginap selama satu malam di tempat Andra akhirnya Ana, Ray dan Dion pamit untuk kembali pulang ke Jakarta.
Sebenarnya Sely kasih ingin banyak berbicara dengan Ana tapi karena keluarga Ana yang ada di Jakarta sudah sangat menunggu kedatangan Ana.
" Kapan kapan kak Ana harus main kesini lagi" kata Sely sambil memeluk Ana sebelum pergi
" Iya Sel atau kapan kapan kau yang harus datang ke Jakarta nanti kita jalan jalan sepuasnya"
" Mungkin enak setelah kita lahiran ya" kata Ana sambil tersenyum
" Iya kak pasti lebih seru jika kita jalan berempat" kata Sely menimpali
" Kon berempat sih terus kami mau dikemanain??" kata Andra protes.
" Kelaut sana" kata Sely disambut gelak tawa oleh Sely dan Ana.
" Makasih ya Andra atas semua kebaikan dan pertolongan mu, aku tidak akan melupakan semua kebaikan mu" kata Dion
" Santai saja, mungkin suatu saat aku yang akan butuh pertolonganmu" kata Andra
" Apapun jika aku sanggup aku kulakukan, mungkin setelah ini kita bisa membangun bisnis bersama agar tali silahturahmi kita tidak terputus"
" Ide bagus apalagi sekarang istri kita sudah jadi kakak adik" kata Andra sambil cekikikan sementara Ana dan Sely hanya senyum senyum saja.
" Loh Lia kemana??" tanya Ana yang tidak melihat keberadaan Lia.
" Aku ada disini" kata Lia yang baru saja keluar dari dapur dan ditangannya menggenggam dua buah sandwich
"Ya ampun Lia, kamu ini kapan tobatnya sih!! Kalau begini terus Miko bisa ilfeel lihat kamu" kata Ana
" Biar aja lagian kalau dia tidak mau menerima aku apa adanya tak masalah" kata Lia sambil terus mengunyah sandwich nya.
" Kita pamit ya Lia, aku dan mas Dion akan pulang" kata Ana
__ADS_1
" Kok cepat amat sih, padahal aku masih kangen sama kamu" kata Lia
" Kangen sama aku atau masakanku" goda Ana
" Ya dua duanya dong" kata Lia tak terasa air mata keluar dari kedua bola matanya.
Ana lalu memeluk Ana dan ikut menangis di pelukan Lia.
" Aku pasti akan sangat merindukanmu" kata Lia
" Kita kan masih Vidio call" kata Ana sambil tersenyum
" Tapi rasanya akan berbeda, aku adalah sahabat terbaik yang pernah kumiliki"
" Iya Li, kau adalah sahabat saat susah dan suka aku harap kau segera menemukan jodoh yang tepat untuk mu" kata Ana
" Doain aku ya" kata Lia
" Pasti" Jawab Ana
Sebelum mereka berangkat dan naik ke dalam mobil, Ray membisikkan sesuatu ke telinga Dion
" Kak, jangan melakukan hal hal yang membuat konsentrasi ku buyar, jika hal itu sampai terjadi aku tidak akan bertanggung jawab"
Seketika wajah Dion memerah ia ingat saat Ray hampir menabrak pembatas jalan karena melihat mereka berdua berciuman.
" Itu deritamu Ray, makanya secepatnya kau segera menikah atau tidak coba suruh mama mencari kan mu jodoh" kata Dion
" Ray bisa cari sendiri kok" kata Ray sambil merungut kesal
" Baiklah coba kita lihat" tantang Dion
Akhirnya mereka berangkat menuju Jakarta dan selama diperjalanan Dion benar benar menjaga sikapnya. Dion tidak ingin jika Ray sampai melakukan kesalahan karena tindakannya.
__ADS_1
Selama dua jam menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman Wiratmadja. Begitu keluar dari mobil suasana hati Ana langsung berubah, rasa rindu yang selama ini ia rasakan begitu terobati melihat suasana rumah besar itu.
" Akhirnya kita sampai juga ya mas" kata Ana dengan rona bahagia tatapannya tak lepas dari pemandangan rumah yang indah dan asri itu.
" Aku begitu merindukan rumah ini" kata Ana lagi
" Kita masuk yuk, mama dan papa pasti sudah menunggu kita" kata Dion sambil menggenggam tangan Ana dan menciumnya dengan lembut.
Ana benar benar bahagia dengan semua perlakuan Dion, sungguh ia bersyukur bisa melewati masa masa sulit bersama Dion
Belum lagi mereka sampai didepan pintu ternyata Shanty dan Aldi sudah menyambut kedatangan mereka. Dengan setengah berlari Shanty segera memeluk Ana dengan rasa haru dan airmata bahagia melihat Ana baik baik saja.
" Sayang akhirnya kamu kembali" kata Shanty
" Ma, aku begitu merindukan mama" Isak Ana
" Kamu baik baik sajakan?? " kata Shanty sambil melepaskan pelukannya
" Iya ma, Ana baik baik saja Ana senang bisa kembali dan bertemu mama"
" Biarkan menantu kita masuk dulu ma, pasti dia sangat kelelahan selama diperjalanan" kata Aldi mengingat kan
" Ayo masuk dulu sayang, mama sudah siapkan semua makanan kesukaan kamu" kata Shanty dengan penuh rasa semangat dan lagi lagi Ana sangat terharu dengan perlakuan mertuanya yang begitu menyayangi nya.
" Terimakasih ma, Ana tidak tahu lagi harus bilang apa, selama empat tahun ini Ana seperti tidak pernah kehilangan sosok mama dalam hidup Ana. Ana adalah wanita yang sangat beruntung karena memiliki keluarga seperti kalian"
Lagi lagi Ana menangis dipelukan Shanty, suasana rumah yang tadinya kosong karena hilangnya Ana kini kembali dipenuhi oleh kebahagiaan karena kembalinya Ana.
" Sudah dong tangis tangisnya nanti dilanjutkan lagi, lebih baik kita makan dulu" kata Ray yang merasa perutnya sudah minta diisi.
Begitu Ray ingin menyendok makanannya ke piring tiba tiba saja Shanty langsung menjewer telinga Ray.
" Ini mama masak untuk Ana, jangan main ambil aja" sungut Shanty dan Seperti biasa Dion langsung tertawa melihat Ray dijewer oleh mamanya.
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...