Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 128


__ADS_3

Sebelum baca Author ingatkan ya beb...


Jangan lupa like komen vote dan follow author ya...


Happy reading.....


Andra terpaku dibibir pantai menatap senja yang akan segera berlalunya, ia duduk sambil menatap matahari yang akan segera terbenam.Sinar matanya kelihatan kosong, ia seperti tubuh yang telah kehilangan jiwanya.


Semenjak Andra kembali dari Jakarta, hatinya benar benar hancur, ia seperti hidup namun jiwanya telah mati, mati bersama Ana yang telah memilih kembali pada suaminya.


" Ana kenapa kamu lebih memilihnya dari aku, kenapa kamu memberikan harapan yang hanya bersifat semu, kamu jahat Ana. Kamu tidak tau betapa dalamnya luka yang telah kamu torehkan...kamu jahat"


Andra pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, jam sudah menunjukkan jam 01.00 dini hari. Melihat kedatangan Andra, mamanya Mora dan Lia yang sedari tadi menunggunya langsung terkejut melihat Andra pulang dalam keadaan mabuk.


Ini sudah kali ketiga Andra pulang larut malam dan selalu dalam keadaan mabuk.Kehilangan Ana telah membuatnya benar benar jatuh. Hampir setiap malam Andra pulang larut malam dan selalu dalam keadaan mabuk.


" Ya ampun kamu mabuk lagi nak" kata Mora dan Lia sambil memapah Andra masuk ke kamarnya.


" Terimakasih pak Midun sekarang bapak boleh pulang maaf telah merepotkan"


" Baik Bu, saya pulang dulu" kata Midun dengan sopan.


Mora dan Lia segera membaringkan Andra yang sudah tidak sadarkan diri.


" Kenapa jadi begini nak?? Kenapa kamu selalu tidak bisa mendapatkan wanita yang kamu inginkan" kata Mora sambil mengelus kening putranya.

__ADS_1


" Maafkan Lia Tante, kalau bukan karena Lia mas Andra tidak akan bertemu dengan Ana, Lia benar benar minta maaf Tante"


" Sudahlah Lia, tidak ada gunanya menyalahkan diri, itulah sebabnya dari awal Tante kurang setuju tapi melihat Andra begitu bahagia dengan Ana Tante berharap Ana bakalan menikah dengan Andra. Tapi nyatanya sekarang Andra harus kecewa lagi" kata Mora dengan wajah yang sangat sedih.


" Tante takut Andra tidak akan bisa jatuh cinta lagi Li"kata Mora sambil meremas jarinya.


" Tante lebih baik Andra langsung dijodohkan saja"Kata Lia memberi ide


" Dijodohkan tapi dengan siapa???"kata Mora bingung.


" Apa Tante tidak punya kenalan seorang gadis yang baik atau Tante memiliki sahabat yang punya anak perempuan atau mungkin rekan bisnis keluarga Tante.


" Hmmm ada sih Li, anak sahabat Tante dari kampung, tapi Tante ngakk yakin apakah Andra setuju, kayaknya Andra ngakk bakalan mau dijodohin deh Li. Sudah beberapa kali Tante coba tapi Andra ngakk mau"


" Tante akan coba tanya sahabat Tante itu, mudah mudahan jodoh ya Li" kata Mora dengan penuh harap.


_____________________________


Pagi sudah menunjukkan jam 07.00 pagi


Lia yang kesal dengan sikap Ana yang melakukan penolakan pada Andra langsung menghubungi nya.Tak lama setelah Ana menekan nomor sahabat nya itu, suara Anapun langsung terhubung dengannya.


"Ha... Halo Li" kata Ana dengan sedikit takut.


"Wah pasti kamu sedang bahagia sekarang ya An" kata Lia langsung to the point.

__ADS_1


" Ke...kenapa kamu berkata seperti itu??"


" Ah...udalah An aku benar-benar kecewa melihat sikap kamu, Dulu kamu bilang kamu ngakk mencintai Dion lagi tapi nyatanya apa???" kata Lia dengan nada suara yang mulai marah.


" Ma....maaf Li aku tak bermaksud menyakiti siapapun" kata Ana mencoba mencari pembelaan.


" Tapi nyatanya kamu sudah menyakiti mas Andra, kamu lihat dia sekarang, dia seperti orang tak waras kerjanya hanya minum dan selalu pulang larut malam"


Ana hanya terdiam mendengar sahabatnya yang begitu marah terhadapnya.


" Ma... maafkan aku Li, aku tak bermaksud...." kata Ana mulai terisak.


" Kamu tau An, mas Andra sudah kehilangan semangat hidupnya dia berharap lebih padamu An tapi sekarang semua itu musnah. Bersenang-senang lah An, semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu" kata Lia dan langsung memutuskan sambungan telfonnya.


Ana menangis rasa bersalah itu kembali menyergap dadanya, ia tahu sudah memberikan harapan pada Andra dan sekarang dia sendiri yang memutuskan semua harapan itu.


" Maafkan Aku" kata Ana sambil terisak.Dion yang baru saja keluar dari kamar mandi begitu terkejut melihat Ana yang sedang terisak sambil memegang ponselnya.


" Sayang kamu kenapa???" kata Dion sambil memeluk Ana dengan erat.


Terimakasih untuk semua dukungan nya ya, buat yang udah like,komen, dan votenya.


Love u semua...


See u to the next chapter

__ADS_1


__ADS_2