
Pagi itu jam menujukkan pukul 07.00 tepat, Ana dan Dion sedang sarapan di meja, tiba tiba bell rumah mereka berbunyi,
" Siapa pagi pagi begini datang??" tanya Dion
" Udah mas sarapan aja,biar Ana yang bukain pintunya"
Ana pun segera menghentikan sarapannya dan berjalan untuk membuka pintu.
" Selamat pagi sayang, bibi rindu padamu " kata Lita dengan basa basi namun Ana tidak menjawabnya.
Ternyata Lita dan Fika yang datang, langsung saja perasaan Ana merasa tidak enak.
" Ana kamu tidak senang ya Fika dan bibi datang menjenguk mu" sindir Lita yang tak mendapat respon dari Ana.
" Bukan begitu bi,,,Ayo silahkan masuk" kata Ana mempersilahkan mereka masuk.
Fika dan ibunya masuk, mereka memandang sekitar. Mereka berdua tertegun melihat rumah yang tidak melihat besar itu namun desain dan perabotan di rumah itu sangat mewah dan berkelas. Tatapan tatapan iri muncul di wajah ibu dan anak itu.
" Sayang suamimu mana?? kata Lita
" Ada sedang sarapan Bi," kata Ana, tak lama kemudian Dionpun datang menghampiri mereka.
" Siapa yang datang sayang?? tanya Dion.
" Selamat pagi nak Dion " kata Lita dengan manisnya.
__ADS_1
" Selamat pagi mas Dion" kata Fika dengan sangat ramah.
" Pagi Bi, Fika " kata Dion membalas salam mereka.
" Ayo silahkan duduk bi, Fika" kata Ana menawarkan.
Mereka pun duduk di sofa ruang tamu, Ana pun menyajikan teh dan beberapa cemilan.
"Gini loh nak Dion, bibi mau minta tolong sama nak Dion" kata Lita memulai pembicaraan.
" Minta tolong apa ya bi??"
" Gini loh, Fika kan udah lulus kuliah dan mau cari kerja, nak Dion mau bantu Fika supaya bisa kerja di tempat kamu" kata Lita.
" Emangnya Fika kuliah jurusan apa? tanya Dion.
" Baiklah besok pagi kamu datang ke kantor Mas, oh ya sayang mas pamit ya soalnya mas udah ditungguin sama pak Jhoni" kata Dion yang hendak beranjak pergi.
" Eh, nak Dion kami boleh kan ngajak Ana untuk pergi belanja" kata Lita sebelum Dion pergi.
" Iya ga apa apa kok Bi, kebetulan An juga jarang keluar, Dion akan senang kalau kalian bisa menemani Ana jalan jalan " kata Dion
"Ya udah mas, mas berangkat nanti telat" kata Ana
" Sampai bertemu di kantor ya mas" kata Fika senang.
__ADS_1
" Mas berangkat ya sayang " kata Dion pada istrinya tak lupa ia mencium kening Ana.
Dion segera berangkat meninggalkan tiga wanita tersebut.
" Wah,,,,kamu sudah seperti nyonya besar saja tinggal disini" ledek Fika.
" Seharusnya anak saya yang berada di posisi kamu" bentak Lita dengan kesal.
" Bi, bukannya bibi dulu memaksa Ana menikah dengan mas Dion" kata Ana membuat Lita sakin kesal.
" Tapi sayangnya kamu yang dipilih Shanty,entah apa yang dia lihat dari wanita sepertimu" kata Lita dengan marahnya dan kali ini Ana memilih diam.
" Eh...kamu punya kartu kreditkan?? tanya Fika.
" Untuk apa Fika" kata Ana dengan polosnya.
" Dasar wanita bodoh, ya untuk kita pergi belanja lah"
" Tapi...??"
" Udahlah cepat kamu ambil kartunya dan kita pergi" kata Lita yang geram melihat Ana.
Ana pun menuruti permintaan bibinya, setelah bersiap mereka pun meluncur menuju tempat pusat perbelanjaan.
Akhirnya mereka pun tiba di salah satu mall yang cukup terkenal, begitu sampai Lita dan Fika segera menuju tempat menjual baju baju yang bagus. Sementara Ana hanya memandangi mereka, dia tak bernafsu untuk berbelanja.
__ADS_1
DUKUNG AUTHOR DONG JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUTHOR YA....