
" Karin kamu itu sungguh tidak punya perasaan dan malu" kata Dion dengan emosi
"Mas itu karena saya sangat sayang sama kamu" kata Karin sambil menggenggam tangan Dion. Dion diam tak bergeming dia baru sadar bahwa Ana masih ada diruangan dokter Tia dengan kondisi pingsan.
Dion meninggalkan Karin begitu saja hatinya sungguh sangat kesal melihat tingkah Karin yang benar benar seperti anak anak.Dionpun melangkah menuju ruangan Ana untukelihat kondisinya, dan begitu sampai di ruangan tersebut Dion tidak mendapati keberadaan Ana.
Dion mencari Ana kekamar mandi namun Ana tetap tidak disitu, dengan gerakan cepat dia pun menemui dokter Tia.
" Dokter istrinya saya dimana??" tanya ion dengan nafas yang lebih cepat.
" Loh tadi dia saya tinggal saat bapak bicara dengan teman bapak!" kata dokter Tia.
" Apa dia tadi sudah sadar?" tanya Dion lagi.
" Iya pak, tadi dia menanyakan keberadaan bapak dan saya bilang bapak lagi bicara dengan teman bapak itu" kata Dokter Tia menjelaskan.
Lutut Dion seketika lemas, pasti Ana telah melihat dirinya dengan Karin. Dion terus mencari Ana disekitaran rumah sakit sampai dia tidak memperhatikan Karin yang sedari tadi masih mengikuti nya.
Dion berlari ke halaman rumah sakit tersebut tiba tiba saja dia melihat Ana yang berjalan diseberang jalan tak jauh dari halaman rumah sakit tersebut.
__ADS_1
Dengan langkah seribu Dion segera mengejar Ana, Dion berusaha untuk memanggil Ana namun Ana tidak mendengarkan. Dion pun menyebrang jalan dan sialnya Dion tidak melihat mobil sedan merah yang sedang melintas dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
" A...a...a" Suara Dion terdengar keras saat sedan merah itu menabraknya, tubuh Dion terpelanting dan kepalanya terbentur keras batas jalan.
Tubuh Dion terpelanting tepat di hadapan Ana, Ana yang melihat tubuh suaminya langsung berlari menghampiri nya.
" Mas" kata Ana dengan suara keras. Ana menangis sejadi jadinya. Ana pun segera memeluk tubuh suaminya yang sudah tidak sadarkan diri.
" Mas bangun mas" kata Ana sambil menangis.
Karin yang melihat hal tersebut langsung berlari melihat keadaan Dion, begitu melihat Dion dipenuhi darah Karin pun histeris.
" Ini semua gara gara mbak Karin mas Dion jadi seperti ini" Kata Ana sambil menangis.
" Apa kamu bilang kamu yang merebut mas Dion dari aku" teriak Karin tak kalah keras
"'Udalah ayo kita bawa bapak ini ke rumah sakit" kata salah satu orang yang ada disitu.
Dengan cepat Ana, Karindan beberapa orangpun menggotong tubuh Dion ke rumah sakit yang ada diseberang jalan.
__ADS_1
Dionpun segera dimasukkan kedalam ruang UGD dan segera mendapatkan penanganan dari dokter. Ana dan Karin pun menunggu di luar ruangan dengan perasaan cemas.Ana pun segera menghubungi mertuanya untuk segera datang ke rumah sakit
Shanty yang mendengar anaknya berada di Rumah sakit langsung merasa terkejut dan tak menunggu lama Shanty, Aldi dan Raypun menuju rumah sakit tempat Dion ditangani.
Shanty, Aldi dan Ray pun sampai di rumah sakit dan segera menuju ruang UGD. Shanty melihat baju Ana dengan lumuran darah dan wajah Ana yang sembab karena menangis, melihat kedatangan Shanty Ana langsung berlari ke pelukan wanita berhati baik itu.
" Ma mas Dion ma" kata Ana sambil menangis.
" Sayang Dion kenapa??" kata Shanty yang juga mulai menangis.
" Dion ditabrak mobil ma!" kata Ana dengan nada kesedihan yang mendalam. Aldi dan Ray pun turut mereda sedih.
" Bagaimana keadaan kakak sekarang??" tanya Ray
" Ana masih belum tau dia masih ditangani sama Dokter" kata Ana yang masih terus menangis.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.
KOMENTAR, LIKE DAN VOTE YANG KALIAN BERIKAN SANGAT BERARTI BAGI AUTHOR.
__ADS_1