
Ana mengurung diri dari pagi sampai malam, Ina yang sangat khawatir terhadap Ana segera melaporkan hal ini kepada Shanty yang kebetulan sedang luar kota.Shanty menghubungi ponsel Ana berkali kali namun tidak berhasil, hal ini membuat Shanty menjadi sangat gelisah.
Shanty langsung balik dari luarkota, ia sangat mengkhawatirkan keadaan Ana. Begitu sampai dirumah Shanty langsung disambut Ina dengan wajah khawatir.
" Bi, Ana Dimana??"
" Itu dia ada dikamar dari tadi malam ngakk mau keluar, saya udah bawain makanan tapi ngakk dimakan"
" Baiklah saya lihat ke atas dulu ya bik"
Shanty langsung menuju kamar Ana yang ada dilantai dua, hatinya menjadi tidak karuan mendengar aduan dari Ina
Tok...tok Shanty mengetuk pintu kamar Ana
" Sayang ini mama, bukain pintunya"
Berkali kali Shanty memanggilnya namun Ana tidak menjawab, Shanty pun membuka pintu kamar Ana dan ternyata kamar itu tidak terkunci.
Shanty segera menghampiri Ana yang sedang tertidur di atas kasur, wajahnya tampak sangat pucat.
__ADS_1
" Sayang kamu kenapa?? " kata Shanty sambil sambil mengelus wajah Ana
Ana perlahan membuka matanya dan melihat Shanty ada dihadapannya. Ana berusaha bangkit, tubuhnya terasa lemah dan dengan bantuan Shanty , Ana akhirnya bisa duduk.
" Ada apa sayang, kok kamu jadi begini??"
Ana tak kuasa menahan tangisnya, dia memeluk Shanty dan menumpahkan air matanya di pelukan wanita paruh baya tersebut.
" Mas Dion pergi ke kanada sama Karin ma bahkan mereka menginap di kamar yang sama"
Shanty diam saja mendengar hal tersebut dia sudah menduga pasti Karin akan nekat mendekati Dion apalagi Dion dalam keadaan Amnesia.
" Sayang kamu ngakk usah pikirkan itu, nanti mama yang akan bicara pada Dion"
Ana takut...apalagi mas Diontidak punya pendirian untuk saat, dia bingung memilih aku atau Karin ma"
Shanty mengela nafas panjang, apa yang dikatakan Ana memang benar adanya. Shantypun mengambil ponselnya dan segera menghubungi Dion namun panggilannya tidak dapat tersambung.
" Sayang kamu makan ya sekarang,bi Ina bilang kamu tidak makan dari semalam, kasihan anak kamu" kata Shanty membujuk Ana
__ADS_1
" Ana ngakk pengen makan ma, Ana ngakk berselera"
" Sayang kamu ngakk boleh egois lihat anak kamu juga butuh nutrisi untuk bertahan"
Ana pun terdiam, dia tahu dia terlalu memikirkan Dion sehingga ia tidak memikirkan keadaan bayi dalam kandungannya.
" Iya ma" Ana akhirnya mengalah.
" Nah sekarang kamu mama suapin" kata Shanty sambil mengambil makanan yang sudah disediakan Ina di atas nakas.
_____________________________
Dion baru saja tiba dihotel, kali ini ia memilih menginap di hotel dekat tempat dia meeting karena pekerjaan masih berlanjut di area tersebut. Hari ini jadwal Dion sangat padat, dia ingin semua cepat selesai agar dia cepat kembali ke Indonesia. Dion menekan ponselnya dan melakukan panggilan Vc pada Ana, berkali kali Dion mencibe menghubungi Ana namun hasilnya nihil, dia sama sekali tidak bisa terhubung dengan Ana.
Dion merebahkan tubuhnya, mencoba menghapus kagalauan dihatinya
Dion memejamkan matanya dan tak butuh waktu lama Dion terlelap dengan ponsel yang masih tergenggam ditangannya.
____________________________
__ADS_1
Pagi itu Dion bangun dan langsung menyadari bahwa ia tidur dalan keadaan berpakaian lengkap dan masih menggunakan sepatu nya, dia melirik jam ditangannya dan ternyata sudah hampir 07.10 pagi.
Dion langsung terburu buru menelfon Ken untuk membawa kan pakaian ganti untuknya yang berada di apartemennya.