
" Kamu kenapa gelisah???" tanya Andra melihat Sely yang tampak begitu gelisah
" Lebih baik kamu pulang saja, aku tidak apa apa kok"
Andra menarik nafasnya dengan dalam, ia masih memahami Sely tidak merasa nyaman berada di dekatnya.
" Tidak mungkin aku membiarkan mu disini sendirian apalagi kamu sedang mengandung anakku Sely, percayalah aku tidak akan berbuat macam macam padamu"
" Nah sekarang kamu tidur, aku akan disini untuk menjagamu"
" Ta....ta...Pi"
"Kamu harus secepat sembuh agar kita segera menikah, mama pasti senang aku bisa membawamu kembali ke rumah"
" I...iya" kata Sely dengan tertunduk
" Kamu tau Sely semenjak kamu pergi hidupku tidak tenang,bahkan aku sering menginap di apartemen karenamu"
" Kenapa mas??" tanya Sely
" Mama memaksaku untuk menemukan mu, setiap hari aku mendengar Omelan mama, apalagi kalau aku sedang pulang kerja pasti mama selalu bertanya apakah aku berhasil menemukan mu"
" Benarkah???" Kata Sely dengan mata yang membulat sempurna dan entah kenapa Andra terpana menatap mata bulat yang indah itu.
" Iya, maka dari itu kamu harus secepatnya sembuh, kita akan segera menemui mama, dia pasti akan senang sekali"kata Andra.
" I...iya, tapi apa mas tidak keberatan menikahiku???" tanya Sely dengan wajah menunduk, hatinya masih ragu
" Apa kamu masih meragukan ku??"
" Jujur saja iya!! aku tahu kamu sangat mencintai Ana, aku tidak yakin kamu bisa menerima ku sepenuhnya"
Andra kemudian menarik tubuh Sely dan menatap nya dengan tatapan dalam.
" Apa kamu tidak ingin berusaha menghadirkan Ana dalam kehidupan ku" Tanya Andra Sambil terus menatap Andra
__ADS_1
" Ya Tuhan tatapan itu membunuh ku"
" Memang benar aku masih belum bisa melupakan Ana sepenuhnya tapi aku ingin kita berusaha melupakan semua yang telah terjadi"
" Apakah mungkin???"
Tanpa banyak bertanya Andra langsung menarik dagu Sely dan menempel bibirnya ke bibi Sely. Sely tampak terkejut bukan main namun anehnya dia tidak menolak ciuman tersebut, dia hanya diam saja tanpa berbuat apa-apa.
" Itu bukti keseriusan ku" kata Andra sambil melepaskan ciuman dari bibi Sely, Andra kemudian mengusap bibirnya yang menurutnya manis
Sely menjadi salah tingkah, ia sangat bingung harus berbuat dan berkata apa.
" Sebaiknya kita tidur" kata Sely langsung merebahkan tubuhnya dan menutup semua tubuhnya dengan selimut.
Andra hanya tersenyum melihat kelakuan Sely.
" Ah. .... mungkin sudah waktunya aku harus melupakan Ana, aku harus fokus pada Sely dan bayi kami"
Sely berpura pura menutup matanya fiabalik selimut, sesungguhnya ia sangat malu karena ciuman yang ia terima dari Andra.
" Ahh...mengapa rasanya begitu aneh, ini berbeda saat dia mencoba mencium malam itu. Ah... rasanya kepalaku akan meledak hanya dengan memikirkan nya"
Tiba tiba saja ponsel Sely bergetar, dengan pelan Sely membuka selimut yang menutupi kepalanya, ia memandang sekeliling dan ternyata Andra sudah tidak ada.
" Mungkin dia sedang keluar"pikir Sely, ia lalu mengambil ponselnya dan ternyata Vina yang sedang menghubunginya.
" Ya ampun bagaimana aku bisa melupakan Vina, dia pasti sangat khawatir dengan keadaanku"
Dengan segera Sely mengangkat panggilan dari Vina.
" Halo...." kata Sely
" Ya ampun Sely apa kamu masih hidup kata Vina dengan khawatir nya
" Iya aku baik baik saja Vin"
__ADS_1
" Apa kamu memang ahli dalam membuat orang ketakutan, kamu tiba tiba saja menghilang tanpa kabar"
" Aku...minta maaf aku pingsan di kamar mandi dan sekarang aku sedang di rumah sakit"
" Apa pak Stefen menanyakan ku??"
" Anehnya tidak" kata Vina
" Mungkin Andra sudah bicara dengannya"
" Apa benar kamu baik baik saja, aku takut kamu berbuat yang tidak tidak"
" Maksud kamu apa Vin"tanya Sely
" Bunuh diri atau semacamnya"
" Ya ampun Sel...kamu kok bisa kepikiran seperti itu sih"
" Habisnya kamu menghilang Tanpa jejak, kasih kabar saja tidak, gara gara kamu aku sampai tidak fokus kerja"
" Aku minta maaf, aku sekarang ada di rumah sakit"
" oh..... ngomong ngomong siapa yang membawamu kesana??"
" Ayah dari bayi ini"
" Apa???, kamu sedang tidak bercandakan???"
" Enggak dan kami akab segera menikah???"
Mata Vina semakin terbelak namun dalam hati ia sungguh bersyukur.
Terimakasih untuk semua dukungan untuk novel " Menikahimu Takdirku"Author sangat mengucapkan terimakasih.
Sebelum baca jangan lupa like komen dan vote serta follow author ya...
__ADS_1