
Sudah hampir 2 Minggu Dion dan Ana tinggal di rumah baru mereka, hubungan merekapun mulai menunjukkan perkembangan, meskipun mereka belum pernah melakukan hubungan suami-istri, tapi keduanya sudah merasa nyaman.
Pagi ini seperti biasa setelah memasak Ana segera mandi, setelah mandi Ana pun membangun suaminya untuk berangkat kerja.
" Mas,,,,bangun mas" kata Ana sambil menepuk pipi suaminya.
" Ayo mas, ini udah jam berapa bentar lagi pas pak Jhoni datang jemput mas ke kantor".
" Bentar lagi sayang, mas masih ngantuk " kata Dion sambil menarik selimut dan tidur lagi
" Mas...ayo bangun " kata Ana sambil menarik selimut yang dipakai Dion. Tiba tiba saja Ana mendekatkan wajahnya pada wajah Dion, dia memandangi wajah suaminya yang masih dengan wajah bantal. Wajah Dion benar benar tampan sehingga siapa saja yang melihatnya akan terpesona
Dengan spontan Dion menarik tubuh Ana dan memeluknya, Ana terkejut bukan main, dia berusaha untuk melepaskan pelukan Dion, namun Dion malah semakin mempererat dan mengunci dalam pelukannya.
" Mas, aku nggak bisa nafas" kata Ana dengan nafas yang berat.
Dion pun melepaskan pelukannya, kini posisi Dion ada di atas tubuh Ana, dia memandangi wajah Ana dan mendekatkan wajahnya ke wajah Ana.
Deg...deg...jantung Ana bergerak sangat kencang, tubuhnya tegang dan wajahnya terasa terbakar, perlahan Dion mendekatkan bibirnya ke bibir seksi Ana, dengan spontan Ana mendorong Suaminya hingga jatuh ke lantai.Melihat hal itu Ana langsung panik dan segera membantu Dion untu bangun.
" Maa...maaf mas, Ana benar benar refleks" kata Ana. Dion tak menjawab, dia segera berdiri dan pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Dion merasa kesal dengan perlakuan Ana padanya, di bawah shower dia mengusap usap kepalanya.
" Apakah aku terlalu berlebihan?, apakah aku terlalu cepat atau memang dia tidak ingin aku menciumnya?? Apakah caraku salah atau???. Sejumlah tanya ada di benak Dion.
Selesai mandi dan berpakaian Dion pun keluar dari kamar mandi, ternyata masih ada Ana yang berdiri dengan wajah bersalah, dia berdiri sambil meremas tangannya.
" Mas....mm aku minta maaf ya, aku ngakk bermaksud untuk...." Ana tak tahu harus mengatakan apa. Dion yang melihat wajah Ana merasa tak tega.
" Ya udah lupain aja,mungkin kamu ga suka mas cium"
" Bukan gitu mas Ana su.." Ana tidak melanjutkan kata katanya karena malu.
" Jadi kamu suka mas cium, jadi mas boleh cium kamu?? tanya Dion dengan wajah penuh selidik.
Dion yang tak mendapat respon dari Ana segera melepas ciumannya. Dia melihat wajah Ana begitu merah dan wajahnya tegang, Dion tahu ini ciuman pertama bagi istrinya.
" Apa kamu nggak pernah ciuman sayang?? goda Dion sambil melihat wajah malu istrinya.
" Mmmm ngakk mas " kata Ana jujur
" Apa kamu ngakk pernah punya pacar'
__ADS_1
" Mmmm ada mas namanya Antoni, kita udah berhubungan selama 5 tahun"
" Kalian berpisah apa karena kamu dijodohkan padaku?? tanya Dion ingin tahu.
Ana mengangguk pelan,
" Apakah kamu menyesal menikah denganku, karena aku kamu jadi pisah dengan pacarmu"
" Demi Tuhan mas, Ana ngakk nyesal walau awalnya memang Ana menolak untuk dijodohkan tapi sekarang Ana yakin bahwa mas Dion Wiradmadja adalah jodoh terbaik untukku mas"
Dion yang mendengar perkataan Ana langsung menarik Ana ke dalam pelukannya, dia pun mencium bibir Ana kembali.Dion bahagia, dia merasa bersyukur Tuhan telah mempertemukannya dengan orang sebaik Ana.
Lagi lagi Ana tidak bisa membalas ciuman suaminya itu, dia hanya menutup mata ketika bibir Dion menyentuh bibirnya. Dion pun melepas ciumannya dan berbisik
" Mulai hari ini mas akan mengajari mu cara ciuman yang baik.." bisik Dion tepat ditelinga Ana. Ana dengan spontan mencubit perut Dion sehingga membuat Dion mengerang kesakitan.
" Awwww sakit loh sayang"
" Habisnya mas mesum sih..."
" Masumnya sama kamu aja sayang, atau mas mesum sama cewek lain aja" goda Dion yang membuat Ana semakin malu.
__ADS_1
" Ya udah mas, kita turun sarapan ya" ajak Ana.Mereka pun turun untuk sarapan, lagi lagi Dion merangkul Ana sambil menuruni tangga, keduanya benar benar bahagia ingatan akan masa lalu seolah hilang.