Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 127


__ADS_3

Sebelum baca Author ingatkan ya beb...


Jangan lupa like komen vote dan follow author ya...


Happy reading.....


Ana dan Dion tertidur lelap dengan posisi saling berpelukan dan tanpa menggunakan sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka.Kegiatan mereka di siang itu sungguh menguras tenaga.


Ana terbangun karena perutnya sudah mulai menuntut untuk diisi. Perlahan mata bulatnya mulai terbuka, tubuhnya menggeliat dalam pelukan hangat Dion dan Ana baru menyadari bahwa ia dalam keadaan benar benar polos.Wajah Ana seketika merah mengingat pertarungan panas yang mereka lakukan.Ia mulai beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya namun begitu hendak membuka selimut tiba tiba saja Dion menarik nya.


" Mas apa sih!!!"kata Ana berusaha lepas dari pelukan Dion.


" Kamu ngakk boleh kemana mana, hari ini kamu milikku seutuhnya"


" Mas Ana mau mandi trus mau makan Ana lapar mas"


" Hmmm baiklah kita mandi sama sama ya"


" Enggak ah mas, nanti mas macam macam"


Tanpa meminta persetujuan dari Ana, Dion langsung menggendong tubuh Ana kedalam kamar mandi.


" Mas lepaskan" kata Ana sambil memeluk dada bidang Dion tapi Dion tidak memperdulikan nya.


Dion lalu menurunkan Ana setelah sampai di kamar mandi, ia lalu menyalakan air panas di dalam bath up dan menuangkan cairan aroma terapi kedalamnya.Ana berdiri sambil menutup tubuhnya dengan kedua tangan, sungguh ia sangat malu dalam keadaan polos.


" Udah ngakk usah ditutupin mas udah tau semua lekukan tubuh kamu"


" Ihh...apa sih mas" kata Ana dengan malunya

__ADS_1


Setelah Dion merasa kehangatan air pas, Dion lalu menggendong Ana dan mulai masuk kedalam bath up tersebut bersama sama.


" Duh....ini enak sekali"gumam Ana sambil menikmati aroma therapi.


Ana merasakan tubuhnya dalam keadaan rileks, tubuh yang benar-benar lelah kini menjadi tenang namun hal itu terusik ketika Dion mulai bersikap nakal.Dion mulai menyentuh punggung Ana dengan lembut, memijitnya dan lama kelamaan tangan itu mulai menyentuh gunung kembarnya.


" Mas jangan macam macam deh"


Ana kemudian melepaskan tangan nakal itu dari dadanya namu Dion tidak menyerah begitu saja. Dia mulai mendekatkan tubuhnya dan menggesekkan sesuatu yang sudah mulai mengeras di bagian bawahnya. Ana membalikkan tubuhnya sehingga posisi mereka saling berhadapan.


" Masss"kata Ana dengan ketusnya,


" Sayang mas ngakk bisa menahan diri kalau sedang berada di dekatnya kamu" kata Dion dengan wajah memelas. Melihat hal itu Ana langsung tersenyum, dia sungguh tidak tega melihat suaminya memelas.Merasa diberi lampu hijau Dion langsung beraksi


Dion lalu menarik dagu Ana dan langsung ******* bibir Ana.Dan terjadilah olahraga yang kedua, seketika kamar mandi menjadi saksi ketika mereka saling menyatu.


Desahan demi desahan tercipta ketika mereka mulai merasakan kenikmatan yang tidak terungkapkan dengan kata kata.


Ana segera memakai dress putih selutut, wajahnya tampak lebih segar. Ana merasa perutnya semakin menuntut apalagi setelah selesai bercinta dengan Dion, sungguh tenaganya benar benar terkuras.


" Kamu cantik sekali sayang" kata Dion yang baru saja keluar dari kamar mandi, Dia juga kelihatan lebih segar dengan rambut basahnya.


" Mas, cepetan Ana udah lapar sekali"


" Iya sayang, kamu mau makan disini atau diluar??"


" Diluar saja mas, selesai makan kita langsung pulang ya??"


" Kok pulang sih sayang, kita menginap sekitar 2 sampai 3 hari lagi ya"

__ADS_1


" Emangnya mas ngakk kerja"


" Ya kerja dong sayang, kerjanya buat anak" kata Dion sambil nyengir.


" Dasar mesummm, pokoknya selesai makan kita langsung pulang ke rumah"


" Iya...siap nyonya" kata Dion sambil menghormat kepada istrinya.


" Ayo sayang kita keluar cari makan"


" Mas aku pengen makan bakso" kata Ana dengan riang.


" Baiklah restauran hotel ini menyediakan bakso yang super enak, kamu pasti suka"


Dion lalu menggandeng Ana menuju restauran yang ada di hotel tersebut.


Begitu sampah di restauran tersebut Dion langsung memesan bakso spesial untuk dia dan Ana. Begitu pesanan sampai mata Ana tampak berbinar melihat semangkuku bakso yang kelihatan sangat enak.


" Wah ini enak sekali mas"kata Ana sambil terus mengunyah


" Hati hati makannya, nanti kalau kurang kita pesan lagi"


" Pesan lagi aja mas, kayaknya satu mangkuk ini kurang"


" Apa kamu begitu menyukainya???"


Ana mengangguk tanpa menjawab sadangkan Dion hanya tersenyum melihat tingkah Ana.


Terimakasih untuk like komen dan vote yang telah kalian berikan untuk author ya beb...

__ADS_1


Maaf jika ada typo bertebaran dimana mana.


See u to the next chapter


__ADS_2