Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 49


__ADS_3

Pagi ini Ana terbangun dengan semangat baru, dia langsung memasak memasak makanan untuk Dion. Hari ini Ana berencana untuk pergi ke kantor Dion dengan membawa makanan, Ana berharap dengan begitu perlahan- lahan Dion akan memaafkannya. Tak lupa Ana membuat kue sebagai pelengkap masakannya.


Setelah memasak Ana kemudian menata hasil masakannya di rantang. Setelah selesai Ana kemudian mandi dan berdandan sedikit.Ana sangat berharap Dion akan menerima kedatangannya. Setelah semua selesai Ana segera menghubungi Jhoni untuk menjemputnya, dia tidak ingin menggunakan jasa ojek online lagi, Ana takut hal tersebut akan mengundang kemarahan Dion lagi.


Ana menenteng rantang berisi makanan dan menunggu Jhoni di halaman depan, dan tak lama kemudian Jhoni pun datang untuk menjemput Ana.


" Selamat pagi nyonya" kata Jhoni dengan sopan.


" Pagi pak, antar saya ke kantor mas Dion ya" kata Ana dengan semangat nya.


" Baik nyonya" Jhoni pun melaju menuju kantor Dion. Sesampainya di kantor Ana meminta Jhoni untuk mengantarkan ke ruangan Dion karena Ana baru pertama kali datang ke kantor Wiradmadja.Jhoni dan Ana berjalan menyusuri koridor menuju ruangan Dion, para karyawan di kantor itu takjub akan kecantikan gadis yang berjalan bersama Jhoni.


" Wah...siapa itu, apakah dia istri pak Dion??kata salah satu karyawan yang ada disitu.


Semuanya karyawan disitu berbisik, namun Ana hanya membalas mereka dengan senyuman. Sesampai didepan ruangan Dion, Jhoni pun mengetuk pintu ruangannya.

__ADS_1


Tok...tok...


" Permisi Tuan" kata Jhoni dengan sopan


" Masuk " kata Dion datar.


" Ada apa perlu apa pak Jhoni, saya tidak memanggil mu" Kata Dion yang sama sekali tidak memandang Jhoni sama sekali.


" Ini tuan , nyonya muda ingin bertemu dengan Anda" kata Jhoni.


" Pergilah" kata Dion. Jhoni pun segera Bergas keluarga meninggalkan 2 sejoli yang sedang sedang sirundung masalah dan kesedihan


" Ma,,,mas ini Ana bawakan makanan untuk mas" kata Ana sambil meletakkan makanan yang ia bawa diatas meja kerja Dion.


" Kamu ngakk usah bawain saya makanan, jangan harap saya akan memaafkan kamu" kata Dion sinis.

__ADS_1


" Ma,,,mas Ana tau Ana bersalah tapi Ana ingin memperbaiki semuanya" kata Ana sedikit merengek.


" Ngakk perlu mending kamu pergi aja, saya sedang banyak pekerjaan" kata Dion


Ana tertunduk sedih, dengan perlahan dia pun beranjak dari ruangan Dion. Ada airmata di pelupuk mata Ana, sepanjang jalan dia hanya menunduk dia tak ingin para karyawan melihatnya bersedih.


Dion termangu malihat kepergian Ana, dia tak bisa memungkiri ada kesedihan dalam hatinya. Ada kegelisahan melihat gadis yang sudah mulai dicintainya bersedih, sebenarnya dia tidak tega memperlakukan Ana seperti tadi namun kekecewaannya di hatinya tak sanggup ia bendung. Dion menyangka Ana masih sangat mencintai Anthoni.


Ana pulang kerumah dengan hati yang sangat sedih, dia menyenderkan kepalanya di sofa ruang tamu, hatinya merasa sangat kesepian tanpa kehadiran Dion rumah itu seolah tak berpenghuni.


" kamu harus semangat Ana,kamu ngakk boleh putus asa, kamu harus memperjuangkan rumah tanggamu"


Ana kembali menyemangati dirinya, dai tak ingin cepat berputus asa.


" Besok aku akan menemui mas Dion lagi, aku ngakk boleh putus asa aku harus bisa mendapat maaf dari Mas Dion bagaimana pun caranya aku harus bisa".

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote author ya.Jangan pelit pelit ngasih like ya. Yang mau komen dan promo jangan sungkan ya.


__ADS_2