
Dion sudah mampu mengendalikan hatinya, Dion menatap Karin yang sudah berlinang air mata. Hati Dion kembali diselimuti rasa berasalah karena membuat wanita dihadapannya itu menangis.
" Ka...Karin maafkan aku"
" Kamu bahkan tidak menyebutku sayang lagi" kata Karin yang semakin terisaks
" Aku sudah meninggalkan semuanya demi kamu karirku, impianku hanya untuk bersamamu"
" Ma...maaf Karin a...ku..." Kata Dion tergagap dia tak tahu harus berkata apa.
Karin berlari kearah Dion dan memeluknya, dia menangis dan menangis di pelukan Dion. Dion terdiam dia merasa posisi benar benar diantara dua wanita yang tidak bisa ditinggal nya.
********
Dion memijit keningnya karena dia merasa kan sakit kepala yang luar biasa, dia berusaha bangun dan dia tersadar dia sedang ada di kamar rahasia.
Dion terkejut melihat tubuhnya dalam keadaan polos dan Karin terlelap tidur dengan keadaan yang sama.Dion tersentuh kaget, dia ingat saat Karin memeluk tubuhnya dalam keadaan menangis.
Gadis itu merengek untuk tidak ditinggalkan dan akhirnya berakhir dengan ciuman yang mengundang birahi.Dion membawa gadis itu keruang rahasia dan mulai mencumbui nya.
Dion terduduk dalam penyesalan, entah kenapa Karin begitu pandai untuk membuat nya tidak berkutik. Bayangan Ana terlintas di benak Dion dia terdiam dengan perasaan bersalah.
" Bagaiman dengan janjiku terhadap gadis itu, apa yang harus kulakukan aku berada dalam dua pilihan yang tidak dapat kupilih"
Dion menjambak rambut nya dengan kasar, dia merasa seperti laki laki pengecut.Dion segera memakai bajunya dan kembali ke ruang kerjanya, dia membiarkan Karin yang masih terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
________________________
Pintu ruangan Dion diketuk
" Masuk" kata Dion
" Permisi pak" kata Gio dengan sopan
" Ada apa Gio??"
" Begini pak, cabang perusahaan kita yang ada di Kanada mengalami masalah yang cukup serius jadi mereka butuh bapak untuk segera menangani masalah yang ada disana"
" Baiklah kamu segera urus dan atur keberangkatan ku segera"
" Baiklah pak"
Wajah Dion bersemu merah karena melihat penampilan Karin.Gio manatap Karin dengan wajah datar, dia sungguh tidak suka jika wanita ini menjadi perusak hubungan Dion dan Ana.
" Baiklah saya permisi dulu" kata Gio dengan sopan.
Dion mengangguk dia bahkan tak mampu melihat wajah sekretaris sekaligus orang kepercayaan nya.
" Honey aku lapar" kata Karin bersikap manja.
" Karin apa kamu tidak berkaca lihat penampilanmu, kau membuatku malu"
__ADS_1
Karin tersadar, dia segera berlari menuju kamar mandi dan segera merapikan rambut yang acak acakan. Setelah selesai merapikan rambut nya dia segera kembali ke ruangan Dion.
" Honey ayo kita makan, aku lapar" kata Karin sambil memegang perutnya yang keroncongan.
" Kamu pergi makan sendiri saja, aku masih banyak kerja"
" Tapi honey aku ingin makan bersama mu" rengek Dion.
" Karin aku bilang aku ngakk bisa"kata Dion mulai marah, dia sama sekali tidak mood makan bersama Karin.
Karinpun akhirnya keluar dari ruangan Dion dengan hati kesal namun ia tidak dapat berbuat apa-apa.
Dion bersandar di kursinya dengan lemas, dia benar benar sedang dalam kondisi perasaan yang tidak baik.
Ting.....bunyi nada pesan di ponsel Dion, Dion mengambil ponselnya dari atas meja.
" Mas, apa kamu sibuk" ternyata pesan itu dari Ana.
" Tidak sayang, emang ada apa??"
" Entalah tiba tiba aku ingin makan siang bersama mu"
" Baiklah aku akan menjemputmu dan kita makan siang bersama"
" Apa mas tidak terganggu"
__ADS_1
" Apapun untukmu sayang"
Jangan lupa like komen dan vote author ya biar authornya semangat ya....