
Mimpi buruk itu akhirnya datang kepada Ana, hari ini seakan ia tidak ingin bangun dari tidurnya. Begitu ia membuka matanya hal yang pertama ia lihat adalah gaun pengantin yang sudah dibeli Andra untuknya.
Ana tersentak melihat gaun tersebut, ingin rasanya ia berteriak dan mengatakan bahwa ia tidak menikah dengan Anthoni tapi apalah daya Ana, ia juga tidak ingin kehilangan bayinya.
" Selamat pagi nona" kata Lisa dengan ramah namun Ana hanya diam saja.
" Aku..aku berharap ini semua hanya mimpi Lisa, aku tidak ingin ini terjadi... benar benar tidak ingin" kata Ana dengan sendu.
" Maaf nona aku juga tidak bisa berbuat apa apa" kata Lisa dengan prihatin.
Ana kembali menyeka airmata yang sudah mulai mengalir di pipinya.
" Tadi tuan muda berpesan agar nona segera mencoba gaun pengantin nya supaya kalau ukuran nya tidak pas bisa segera disesuaikan karena acara pernikahan nona dan tuan muda akan dilaksanakan sore ini"
" Oh.. Tuhan kenapa baku harus menikah sementara aku masih istri sah dari orang lain, ini benar benar tidak adil ya Tuhan" rintih Ana dalam hatinya.
Tubuh Ana tampak begitu sempurna menggunakan gaun putih panjang yang khusus dipesan Anthoni untuknya, dia kelihatan begitu cantik meskipun wajahnya terlihat sangat pucat. Saat Ana melihat cerminan wajah dan tubuhnya dicermin, Anthoni masuk dan mengisyaratkan Lisa untuk keluar.
" Kamu kelihatan sempurna sayang, apa kamu menyukai gaun pilihan ku?? maaf ya jika aku tidak bertanya padamu karena semalam kamu ketiduran bahkan sate yang aku beli tidak sempat kamu makan"
Anthoni mengembangkan senyum manisnya dan Ana dapat melihat nya di cermin karena posisi Anthoni ada di belakangnya.
" Bagaimana dengan gaunnya??" tanya Anthoni lagi namun Ana hanya diam saja, dia bahkan tidak menatap wajah Anthoni yang sedari tadi memperhatikannya.
" Baiklah aku anggap kamu setuju dengan gaunnya, acaranya akan dimulai pukul 4 sore nanti dan akan dihadiri rekan bisnis mas. Jadi kamu siap siap ya, aku sudah mendatangkan makeup artist terkenal untuk membuatmu tampak sempurna"
" Semua terserah padamu, saat ini aku hanyalah sebuah boneka untukmu" kata Ana dengan sengaja agar Anthoni sadar bahwa ia sama sekali tidak menyukai hal ini.
__ADS_1
Perkataan itu sebenarnya sangat menohok Anthoni, namun saat ini misinya untuk mendapatkan Ana akan segera terlaksana dan ia memilih diam untuk pertanyaan Ana.
Pukul 14.00
Ana yang sedang dirias dengan riasan yang cukup natural, walaupun sudah di make up wajah Ana tetap saja memancarkan aura kesedihan.
Berkali kali Ana menangis saat dirias, hal itu tentu saja membuat make up artist tersebut sempat kesulitan. Setelah satu jam lamanya akhirnya semua Ana selesai dirias dan sudah menggunakan gaun pengantin di tubuhnya..
Ana benar benar tampak sempurna dengan semua yang ia kenakan mulai dari gaun, makeup, riasan rambut dan sepatu high heels putih semakin membuat Ana tampak seperti putri.
" Anda benar benar cantik nona" puji Lisa
" Sudah berapa kali aku bilang panggil aku Ana saja"
" Eh..iya maaf nona" kata Lisa sambil nyengir.
" Lisa???" kata Ana dengan suara dalam bercampur kesedihan.
" Apakah ini takdirku??" kata Ana sambil terus menatap cermin.
" Kenapa waktu tidak membiarkan aku bahagia, dulu Andra dan sekarang Anthoni!!" keluh Ana dan Lisa hanya diam saja mendengar Ana.
" Sebaiknya kamu berdoa saja Ana, semoga Tuhan memberikanmu yang terbaik"
" Entahlah bahkan saat ini aku tidak percaya dengan yang namanya kekuatan doa"
Tiba tiba saja pengawal mengetuk pintu kamar itu dan menyuruh Lisa untuk membawa Ana ke halaman untuk diperkenalkan dengan semua tamu yang ada disana.
__ADS_1
Dengan langkah dan hati yang berat akhirnya Ana dan Lisa menuruti apa yang dikatakan oleh pengawal itu, karena kalau Ana menolak maka ada harga yang harus ia bayar dan satu satunya jalan untuk menyelamatkan bayinya adalah dengan menuruti kemauan Anthoni.
Sebelum Ana keluar dari kamar itu, ia kembali berdoa di dalam hatinya.
" Tuhan aku benar benar masih menginginkan keajaiban darimu, tolong gagalkan pernikahan ini, aku hanya ingin menjadi istri dari mas Dion"
Begitu Ana sampai di halaman rumah itu, tampak Anthoni yang sudah begitu tampan dengan tuxedo hitam. Ia kelihatan begitu tampan dan menggoda apalagi dengan posisi CEO yang sandang membuat ia kelihatan berkharisma dan berkuasa.
Langkah Ana menjadi gemetaran dan terhenti saat melihat semua tamu dan dekorasi yang begitu mewah.
"Aku tidak ingin...aku tidak ingin menikah"
Ada pergolakan batin yang ia rasakan saat ini, ingin rasanya ia pergi dari tempat yang mengerikan itu.
Melihat langkah Ana terhenti, Anthoni segera menghampirinya dan mengulurkan tangannya kepada Ana. Lama Ana hanya diam saja namun kata kata Anthoni kembali lagi terngiang di telinga nya.
"Kamu akan kehilangan bayimu jika kamu melakukan hal yang salah" bisik Anthoni dengan pura pura mesra
Begitu Anthoni menggandengnya, jantung Ana berdetak tidak karuan, kepalanya terasa berat dan akhirnya Ana tidak mengingat apa apa lagi.
_____________________________________
Begitu lama Ana tidak sadarkan diri dan Ana ingin seperti itu agar ia tidak jadi menikah dengan Anthoni. Sayup sayup ia mendengar suara yang begitu ia rindukan.
" Sayang...aku disini!!"
" Bangunlah sayang, aku disini untukmu" kata Suara itu lagi.
__ADS_1
Perlahan dengan mata yang masih sangat berat Ana mencoba untuk membuka matanya namun ia begitu takut, takut untuk menghadapi kenyataan.
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...