
" Sayang apa kau akan menyiksanya begini??" kata Dion sambil memeluk Ana dari belakang.
Ana yang sedang menyusui Diona hanya mampu menahan tawa ketika suaminya merengek seperti anak kecil.
" Apa kamu tidak lihat aku sedang menyusui Diona, apa kamu mau menyusu juga??" kata Ana
" Tapi setelah Diona tidur kita akan melakukan nya, aku juga ingin menyusu"kata Dian sambil mencium tengguk leher Ana sehingga membuat Ana menjadi kegelian
" Mas kamu benar benar nakal ya??" kata Ana
" Aku sudah tidak tahan" kata Dion.
" Ya ampun... dasar tuan mesum" kata Ana yang masih memberikan ASI-nya untuk Diona.
Setelah hampir 30 menit menyusu, akhirnya Diaona terlelap di ranjang berukuran besar itu, semenjak kelahiran Diona anak pertama mereka, Bisa lebih sering tidak bersama Shanty dan Aldi.
Saat ini Diona sudah berumur hampir 9 bulan sedangkan Bian berumur hampir 4 tahun. Keduanya tumbuh sehat dengan limpahan kasih sayang yang luar biasa dari keluarga besar Wiradmaja.
" Akhirnya" kata Ana sambil menutup kancing bajunya,
__ADS_1
Dion yang sedang berada di sofa langsung menghampiri Ana untuk melancarkan aksinya.
" Sekarang kamu tepati janji kamu" kata Dion sambil menarik Ana untuk menjauh ranjang tersebut.
" Aku tidak ingin melakukannya" Ana berpura-pura tidak ingin padahal ia juga sudah merindukan hal itu.
Beberapa bulan belakangan ini, Ana dan Dion sangat sulit untuk menghabiskan waktu berdua. Hal ini tentu saja disebabkan oleh kesibukan mereka masing masing terlebih Ana harus mengurus dua anak sekaligus, meskipun keluarga Wiradmaja memiliki pengasuh Ana tetap berperan hampir 80
persen untuk mengurus Bian dan juga Diona.
" Baiklah jangan salahkan aku jika aku mencari wanita idaman lain" ancam Dion, diapun menyibukkan diri dengan televisi yang ada didepan sofa.
Ana mendekati Dion, memeluknya dari belakang dan melingkarkan kan tangannya ke leher Dion.
" Apa ada wanita yang membuatmu tergoda selain diriku??" tanya Ana sambil berbisik di telinga Dion
" Aku akan mencarinya" kata Dion
" Kalau begitu aku juga akan mencari pria idaman lain" kata Ana tidak mau kalah
__ADS_1
Dion langsung menarik tubuh Ana hingga ia berada di atas sofa dan Dion segera mengambil posisi di atas Ana.
" Jangan coba coba melakukan hal itu,Aku kan membunuh laki laki yang mencoba mengganti posisi ku". ancam Dion, sekarang ia sudah siap untuk menerkam Ana.
" Bukankah kita impas??" tantang Ana, ia juga tidak mau kalah
Tanpa banyak bicara, Dion akhirnya benar benar menerkam Ana, Dion membungkam mulut Ana dengan ciuman lembut yang membuat Ana terbang melayang.
Ana yang Juga merindukan Dion mencoba mengimbangi Dion, dia tidak mau kalah dengan memberikan sentuhan sentuhan yang membuat hasrat Dion semakin membara.
Mereka kembali dalam cinta yang indah, sentuhan, belaian , mereka menyatu dalam deburan ombak yang paling indah dalam dunia pernikahan.
Seperti yang author janjikan, author akan memberikan ektra part untuk menikah mu takdirku season 1, jika part-nya terlalu pendek harap dimaklumi.
Sebenarnya author sangat sedih harus berpisah dengan Ana, Dion, dan tokoh tokoh lainnya tapi jangan khawatir author akan fokus pada Menikahimu tidak season 2.
Sampai jumpa dinovel novel author selanjutnya dan terima kasih telah memberikan like, komen dan vote untuk author meskipun di novel ini sangat banyak kekurangan-kekurangan yang masih harus diperbaiki.
---------- Bye-----------
__ADS_1