
Jangan lupa like komen dan vote serta follow author ya para readers sekalian.
Happy reading...
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Ana melihat ke arah mata bulat Dion yang memintanya dengan begitu tulusnya, namun anehnya tidak ada lagi getaran di hati Ana padahal sebelumnya nama Dion begitu terukir indah dalam hatinya.
" Sayang kamu mau pulang denganku kan??"
" Maaf mas tapi aku ngakk bisa" nada yang begitu berat keluar dari mulut Ana.Dion yang mendengar kata kata Ana langsung merasa lemas, tubuhnya yang semula tegap kini loyo karena penolakan Ana.
" Apa kamu masih marah???"lagi lagi tatapan Dion membuat Ana tidak sanggup, tatapan itu seolah membuat Ana menjadi ratu tega.
" Biarkan aku pergi mas, bangunlah jangan seperti ini" kata Ana sambil melepaskan tangan Dion dari pangkuannya.
" Sayang mas mohon jangan siksa mas sperti ini" kata Dion dengan wajah frustasi.
" Maaf mas tapi aku harus pergi" kata Ana sambil mencoba berdiri namun Dion mencegah nya, dia kembali menarik tubuh Ana ke atas kursi dengan posisi Dion yang masih berlutut.
" Apa kamu mencintai laki laki itu??"tanya Dion penuh selidik dan dia melihat wajah Ana mendadak berubah.
" A...aku..." Ana tergagap menjawab nya.
" Aku tak bisa kembali mas" kata Ana pada akhirnya, seketika Dion tak dapat membendung rasa sedihnya, tak terasa airmata mulai menggenang dimatanya.
__ADS_1
" Aku terlalu sakit kembali padamu"
" Tapi Karin sudah tidak ada lagi sayang, dan aku pastikan tidak ada lagi yang mengganggu hubungan kita" kata Dion yang masih menaruh harapan besar padanya.
" Ini bukan hanya sekedar Karin mas, tapi ini tentang perasaan dan sebuah pendirian"
" Apa kau tidak percaya pada perasaan ku?"
" Bukan itu, tapi perasaan untukmu sudah pudar mas, aku minta maaf mas" kata Ana dengan airmata yang juga mulai mengalir di matanya.
" Kalau aku kembali, luka ini aka selalu terasa dan aku tidak bisa melupakan semua kejadian buruk tentang kita"
" Sayang aku berjanji akan mengganti semua kenangan buruk itu dengan kenangan indah. Aku berjanji akan membuatmu bahagia!
Ana menggelengkan kepalanya dan beranjak berdiri.
" Ayo Lia kita pergi"
Ana dan Lia akhirnya meninggal kan cafe itu dengan Dion yang masih mematung memandang nya. Dion tak sanggup lagi memanggil nama Ana dengan segala penolakan yang diberikan untuknya.
" Begitu cepatnya kau melupakanku Ana, selama 6 bulan aku menunggu momen ini dan justru penolakan yang ku terima. Apa yang harus kulakukan agar kau kembali, aku ngakk sanggup melihat mu bersanding dengan laki laki lain"
______________________________________
" Susahlah Ana, jangan menangis terus, keputusan kamu itu sudah tepat kok" kata Lia sambil menepuk pundak Ana yang dari tadi menangis didalam taksi online yang mereka naiki.
__ADS_1
" Aku hanya sedih Li, maaf jika aku terlalu baper"
" Apa kamu masih mencintai Dion??"
"Aku rasa tidak Li" kata Ana sambil menghapus air matanya.
" Wah berarti kamu pilih mas Andra kan?? Sudah kuduga!!" kata Lia dengan nada bahagia.
" Apa sih kamu Li," wajah Ana mendadak panas mendengan nama Andra disebut Lia.
" Cowok kayak Dion memang harus dikasih pelajaran An, biar sekali lagi dia menjadi laki laki punya pendirian.
Ana mengela nafas, kini ia merasa agak lega.Kegelisahan tentang hubungan nya dengan Dion akan menemui titik terang.
" Ya Tuhan Aku harap suatu saat nanti mas Dion mendapat jodoh yang terbaik yang bisa membuat mas Dion menjadi laki-laki yang punya pendirian"
Ana dan Lia akhirnya sampai didepan rumah Andra dan ternyata sudah ada Andra yang sedang menunggu mereka di teras depan
" Ya ampun lihat deh ternyata mas Andra nungguin kamu An, ya ampun pasti nanti aku akan lihat drama yang menguras air mata deh"
See u to the next chapter
Terimakasih buat yang sudah like,komen ,vote dan follow AUHTOR ya. Vote yang banyak Agar author semangat up nya.
Maaf jika ada typo, author Sangat berterimakasih jika ada yang mengingatkan nya******.
__ADS_1