
" Ayolah sayang, nanti Dion dan Ana menunggu kita" bujuk Miko
" Aku malu, lihat tanda ini kalau saja kau tidak membuat ini aku pasti sudah bertemu dengan mereka"
" Kalau begitu pakai syal saja, aku bisa carikan untuk mu" kata Miko
" Tidak mau" kata Lia, sebenarnya ia ingin suami nya lebih sedikit memohon padanya dan sepertinya itu akan menjadi pertunjukan yang sangat seru.
" Ayolah ...aku mohon aku sudah berjanji untuk bertemu dengan mereka dan sepertinya mereka akan pulang sore ini"
" Apa?? sore ini tapi kenapa?? bukak,kah mereka pulang ke Jakarta Minggu depan!" kata Lia keheranan
" Aku juga tidak tahu maka dari itu mereka ingin mengajak kita makan siang ini, jadi cepatlah
" Baiklah tapi apa aku akan pakai baju yang kurang bahan ini??" kata Lia sambil menunjukkan Lingerie yang dipakainya
Miko pun menuju ke arah ranjang dan mengambil koper dari bawah ranjang mereka dan kini Lia tau Miko memang sengaja menyembunyikan semua pakaiannya.
" Kamu benar benar keterlaluan" kata Lia sambil melotot
" Iya aku minta maaf lagi, sekarang kamu ganti baju dan kita segera pergi"
Akhirnya Lia mengganti lingerie seksinya dengan sebuah gaun merah muda yang membuat dirinya semakin muda sayangnya semua tanda di leher Lia membuat penampilan nya tidak sempurna.
" Lihatlah aku menjawab kelihatan jelek sekali x kata Lia sambil pantulan di cermin kamar
__ADS_1
Lia lalu mengambil foundation dan mulai mengoleskannya ke lehernya kali ini ia memakai cukup banyak agar tanda dileher nya bisa terlihat samar.
Setelah usaha yang cukup keras dan foundation yang cukup bangga akhirnya leher tanda di leher Lia muali tersamarkan dan terpaksa Lia harus memakai foundation di wajahnya agar tidak belang
Setelah hampir setengah jam berdandan akhirnya Lia sekedai berdandan, kali ini Lia memaki sedikit blush on dan lip gloss ke bibir lucatnya
" Kamu cantik sekali sayang dan tandanya sudah tidak ada lagi" kata Miko bersemangat akhirnya ia bisa memenuhi janjinya kepada Dion
" Ayo kita berangkat" kata Miko sambil menggenggam tangan Lia
Akhirnya Miko dan Lia berangkat menuju restorant Penida colada dengan menggunakan delman, dan baru kali ini Lia merasakan naik delman dan ia merasa itu sungguh menyenangkan karena bisa sambil melihat pemandangan kota.
" Kita sudah sampai" kata Miko, ia pun turun dan membantu Lia untuk turun dari atas delman..
" Wah seharusnya aku tadi bernyanyi naik delman istimewa seperti yang ku nyanyi kan sewakan aku kecil" kata Lia
Begitu sampai di restauran yang terletak dipinggir pantai, Dion dan Ana ternyata sudah mengambil tempat tepat dipinggiran pantai sehingga suasananya begitu santai dan terbuka.
"Maaf kalian pasti sudah lama" kata Miko
" Tempatnya bagus, apa ini tidak terlalu dingin untuk Bian" kata Lia
" Tidak apa apa, Bian sudah saya pakaian sweater hangat dan mantel hangat buktinya dia begitu terlelap di gendongan saya" kata Ana
" Baguslah..Loh Sely dan Andra kemana??" tanya Lia
__ADS_1
" Katanya mereka akan menyusul soalnya Affseen sedikit rewel"
" Tapi Lia kamu tampak beda hari ini" kata Ana yang memperhatikan Lia, tidak bisanya Lia pakai make up sampai ke lehernya dan kalau diperhatikan seksama leher Lia seperti ada tanda yang tersamarkan.
" Hmm yang Korban malam pertama" bisik Ana ditelinga Lia membuat Lia seketika langsung merasakan malu hingga wajahnya seperti kepiting rebus.
" Kamu ini apaan sih" kata Lia
" Kalian bisik bisik ada apa??" tanya Dion
" Ini rahasia para istri tidak perlu diketahui oleh para suami" kata Ana sambil mengedipkan matanya agar Dion tidak bertanya lagi.
" Oh ya Mik, nanti sore kami akan kembali ke Jakarta dan kami berdua secara pribadi berterima kasih atas semua kebaikan dan pertolongan kamu berikan pada kami dan sekali lagi Kemi mengucapkan selamat untuk kalian berdua"
" Kenapa buru buru sih??" kata Lia yang tidak setuju jika mereka pulang terlalu cepat padahal Lia, Sely dan Ana sudah berencana untuk hunting barang barang bagus Di Bali mulai dari makanan, pakaian dan suvenir khas Bali.
" Sebenarnya ini ada hubungannya dengan Anthoni!" kata Dion
" Anthoni lagi??" kata Lia
" Iya Lia, saya melihat dia sewaktu dipernikahan kalian dan untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan maka kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta"
" Aku yang salah" kata Miko dengan penuh penyesalan
" Aku mengundangnya untuk datang ke pernikahan kami, saya berharap ia bisa menerima kenyataan tapi kenyataannya berbeda dia ternyata tidak bisa melupakan istrimu Dion sehingga ia memilih untuk melihat dari kejauhan. Anthoni itu benar benar seorang pecundang"
__ADS_1
"Maka dari itu, sekali lagi aku minta maaf ya Lia, kita jadi tidak bisa melaksanakannya keinginan kita bertiga, semoga lain kali kita diberikan kesempatan"
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.