Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 41


__ADS_3

Jhoni pun mengemudikan mobilnya menuju rumah, kali ini Dion ingin mengajak Ana untuk makan di luar, sengaja ia tak menelfon Ana untuk memberinya kejutan. Saat mobilnya hendak memasuki gerbang, tiba tiba ia melihat Ana pergi dengan ojek.


" Cepat ikuti mereka"


" Baik pak"


Dion begitu gelisah, tak biasanya Ana pergi tanpa pamit.Tak lama kemudian motor tersebut berhenti disebuah taman dan ...


Deg... Ada laki laki yang sedang menunggunya disana, duduk manis dengan buket bunga merah yang ada disampingnya.Laki laki itu memberikan senyum manis melihat kedatangan Ana.


" Siapa laki laki itu?" Dion memandangnya dengan penuh amarah.


" Beraninya Ana bertemu laki laki lain tanpa sepengetahuan ku'' Dion mengepal tangannya menahan gejolak emosi.


Laki laki tersebut memberikan buket bunga pada Ana namun Ana menolaknya, kemudian mereka berbicara dengan serius. Jantung Dion berdegup sangat kencang saat laki laki itu berlutut di hadapan Ana, ingin rasanya Dion membunuh laki laki itu saat itu juga.


Dion menahan semua amarahnya,ia ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Ana kemudian berdiri namun laki laki brengsek itu malah memeluknya, Ana berontak namun laki laki itu malah ingin menciumnya.


" Tolong" Ana mencoba melepaskan tubuhnya dari cengkraman laki laki itu, kesabaran Dion habis mendengar teriakan istrinya, dengan kekuatan penuh Dion meraih baju laki laki dan memukuli wajahnya dengan kalap, dia terus terus memukulinya meskipun ia tak mendapat perlawanan.


" Mas hentikan mas,,, " namun Dion tetap saja memukuli laki laki itu.

__ADS_1


" Mas Ana bilang cukup" teriakan Ana menyadarkan Dion, wajah laki laki itu sudah berlumuran darah segar dan wajahnya bengkak.


Ana mencoba menolong laki laki itu untuk berdiri membuat emosi Dion semakin menjadi jadi.Dia denga kasar menarik tangan Ana untuk meninggalkan tempat itu.


" Mas,,kita ngakk boleh ninggalin Anthoni seperti ini mas, kasihan Dia


" Baiklah kamu boleh tolongin dia tapi jangan pernah kembali padaku.


Ana tertegun, ia menelan ludahnya dia tahu Dion sedang di puncak kemarahannya. Ana pun menuruti perintah Dion.


" Pak Jhoni cepat bawa kami pulang"


Selama di perjalanan Ana hanya diam, dia tak mampu untuk melihat Dion yang dari memukul mukul pahanya dengan tangan yang mengepal. Tubuh Ana menjadi gemetaran tak karuan, keringat mulai membasahi kening nya.


Ana ingin sekali melihat wajah Dion namun untuk melirik wajah Dion saja pun dia tidak berani terbayang jelas wajah marah Dion pada Fika dan bibinya. Sesampainya dirumah Dion dan Ana pun segera turun dari mobil.


" Pak Jhoni tunggu saya sebentar, saya akan kembali ke kantor sebentar lagi"


Dion pun segera menuju kamar diikuti langkah gemetaran Ana. Dion pun menutup pintu kamar sedangkan Ana duduk di tepi ranjang dengan wajah penuh rasa sesal dan bersalah.


" Siapa dia?? Dion datar membuka pembicaraan.

__ADS_1


" Diii...di..a An..to"


" Anthoni kan mantan pacar kamu kan??".


" Iy..iya mas"


" Mas tanya baik baik sama kamu, Apa kamu masih mencintainya?


" Enggak mas Ana.. ha..


" Hanya apa??? bentak Dion dengan suara keras, dia tak mampu menyembunyikan kekecewaan hatinya.


" Ana ha...nya....ingin" Ana tak mampu meneruskan kata katanya, air mata kini membanjirinya wajahnya.


" Kamu hanya apa Ana?? hanya ingin bertemu karena rindu, kalau kamu ingin bersamanya pergilah mas ngakk akan halangin kamu'


" Mas bukan gitu Ana menemuinya hanya untuk bicara saja, ngakk ada maksud lain mas"


" Kita ini sudah menikah dan kamu tiba tiba saja pergi dengan laki laki lain, mantan kekasih kamu lagi, jadi mas ini kamu anggap apa??


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR ....

__ADS_1


__ADS_2