
Hari ini Dion begitu antusias, setelah hampir dua Ana dalam pengobatan dan melakukan therapi psikis, Ana benar benar dinyatakan sudah stabil.
Semua keluarga begitu sibuk mempersiapkan kepulangan Ana, Shanty dan yang lainnya membuat rencana kepulangan Ana begitu spesial.
Ana memang mendapat tempat istimewa di hati para keluarga, sebagai seorang menantu dan istri Ana adalah sosok yang begitu sempurna di mata mereka.
Karena mendengar Ana akan kembali kerumah hati ini, Shanty yang biasa heboh langsung menyusul kan untuk menyusun rencana kepulangan Ana.
Ruang tamu yang begitu luas langsung disulap sebagai tempat acara, ruangan itu dihiasi begitu cantik dengan balon balon huruf yang bertuliskan Welcome to Home.
Melihat Antusiasme semua orang di rumah itu membuat Dion semakin semangat. Setelah pamit pada Shanty dan Aldi akhirnya Dionpun segera melajukan kendaraannya di atas jalanan aspal.
Begitu sampai di klinik dan memakirkan mobilnya, Dion sudah bisa melihat Ana dan Elena yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Dion akhirnya keluar dari dalam mobil, iapun membawa sebuket bunga mawar putih yang cukup besar untuk Ana.
" Selamat pagi" kata Dion sambil mengembangkan senyuman nya
" Ini untuk mu sayang" kata Dion sambil menyerahkan buket bunga tersebut pada Ana sedangkan Elena hanya tersenyum melihat keromantisan Dion
" Sudah siap pulang??' tanya Dion
" Sepertinya ibu Ana tidak sabar untuk pulang pak Dion, bahkan dari subuh tadi sia sudah bersiap siap" kata Dokter Elena.
" Bian dan Mama mana??" kata Ana, ia sedikit kecewa karena hanya Dion yang menjemput nya.
" Eh..itu mereka sedang ada urusan, kalau Bian. tadi masih belum bangun"
Dion sengaja berbohong supaya kalau sampai di rumah Ana terkejut.
__ADS_1
" Kita pulang sekarang??" tanya Dion lagi dan Ana hanya mengangguk.
" Terima kasih dokter Elena, aku tidak akan pernah melupakan jasa anda"
" Jangan berlebihan pak, aku memang ditugaskan untuk merawat pasien seperti ibu Ana"
" Terima kasih dok"
Anapun memeluk Elena dengan erat, Elena sudah seperti sahabat dan juga saudara untuk Ana. Elena begitu sabar menghadapi setiap pasien yang ada disana, semua orang yang tinggal di tempat Elena pasti merasa nyaman dan betah.
Begitu sampai di mobil, Ana langsung duduk di kursi depan, Ana begitu tidak sabaran untuk segera kembali ke rumah dan berkumpul bersama seluruh anggota keluarga.
" Selamat ya sayang" kata Dion yang masih belum menyala kan mesin mobil nya.
" Untuk apa??" tanya Ana
Dionpun mendekati Ana dan mendekatkan wajahnya pada wanita yang begitu dirindukannya itu.
" Aku mencintaimu sayang" kata Ana, iapun mengelus pipi Ana dengan lembut.
Ana yang mengerti maksud dari suaminya mendekatkan tubuhnya agar lebih dekat dengan Dion.
Mereka menyatu dalam sebuah ciuman yang indah, untuk sesaat mereka melepaskan semua kerinduan yang ada.
Mereka berhenti ketika keduanya membutuhkan pasokan udara, Ciuman mereka terlepas berganti dengan saling pandang.
" Aku mencintaimu mas"
Ana memeluk Dion dengan erat, kini ia bisa menikmati aroma tubuh Dion dengan leluasa.
__ADS_1
" Aku bahkan sangat" kata Dion
Dion langsung sadar ternyata dokter Elena masih melihat mobil Dion, ia bisa melihat Elena yang masih berdiri di depan Klinik.
" Kita pulang ya sayang" kata Dion dan Iapun menyala kan meski mobilnya dan kembali ke kediaman Wiradmaja.
Begitu sampai disana, Ana tidak bisa membendung keharuannya saat melihat rumah besar yang sudah ditinggalkannya selama hampir dua bulan.
" Mas akhirnya kita sampai" kata Ana, ia menyeka airmata yang membasahi pipi nya.
" Hei...jangan nangis dong sayang" kata Dion, ia juga menghapus air mata Ana.
" Aku hanya bahagia" kata Ana sambil tersenyum
" Ayo turun"
Dion pun menggenggam tangan Ana dan berjalan bersama, mereka pun masuk kedalam rumah itu. Betapa terkejutnya Ana saat melihat Shanty, Aldi, Ray dan bahkan semua orang yang ada disana sudah berdiri menyambut kedatangan Ana.
" Wellcome to Home" teriak mereka secara bersamaan.
Ana semakin tidak bisa menahan keharuannya, kali ini ia benar benar menangis. Shanty dan Bian langsung memeluk Ana dengan erat.
" Putriku sudah kembali" kata Shanty sambil menangis di pelukan Ana.
" Aku merindukan kalian semua" kata Ana
Jangan lupa like, komen, vote dan follow author ya.....
__ADS_1