
Para readers yang Budiman sebelum baca Author ingatkan lagi jangan lupa like komen dan vote serta follow author ya
happy reading.....
Sudah hampir 4 bulan waktu berlalu dan tunggal 2 bulan lagi Ana harus mengambil keputusan apakah dia memilih bertahan atau berpisah. Dion semakin gelisah karena Ana tidak pernah menyatakan iya atau tidak tentang perasaannya yang sesungguhnya.
Dion sedang memikirkan sebuah cara untuk mengetahui apakah Ana mencintainya atau tidak. Pagi ini Dion sengaja mengajak Ana untuk ikut ke kantor,Ana sempat menolaknya namun karena terus dibujuk akhirnya Ana menuruti keinginan Dion.
Begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh Dion hal tersebut membuat Ana bosan, ia memilih memainkan ponselnya agar tidak bosan menunggu Dion. Tiba tiba saja ada seorang wanita cantik yang berpakaian cukup seksi datang ke ruangan Dion.
" Selamat pagi pak Dion ganteng" kata Wanita itu dengan lancang, hal tersebut langsung menarik perhatian Ana.
" Siapa wanita ini lancang sekali dia menggoda suamiku dihadapan ku"
" Pagi nona Helen anda pasti sekretaris baru saya ya??"
" Betul tuan tampan!" kata Helen sambil mengedipkan sebelah matanya.
Ana yang melihat hal itu langsung merasa cemburu, ia segera menghampiri Dion dan menggandeng bahunya dengan mesra
" Maaf ini siapa mas??" kata Ana sambil menatap tajam ke arah gadis cantik dan seksi di hadapannya.
" Perkenalkan saya Helen sekretaris baru pak Dion!!" kata Helen dengan senyum ramah
" Oh ya saya Ana istri mas Dion, oh ya mas kok mas ngakk bilang punya sekretaris baru"kata Ana sambil menatap Dion dengan tatapan maut
__ADS_1
Helen yang melihat tingkah Ana malah tersenyum geli.
" Rencanamu seperti nya berhasil pak Dion."
Ana segera menarik Dion keluar ruangan untuk meminta penjelasan dari suaminya.
" Mas kok ngakk bilang sih punya sekretaris baru!!?
" Loh kenapa sayang, emang mas lagi butuh sekretaris"
" Kan udah ada Gio mas?"
" Sayang aku kasihan lihat Gio, dia kewalahan mengurus semua masalah perusahaan makanya mas minta untuk dicarikan sekretaris baru"
" Hmmm kamu ngakk suka?? atau cemburu??" kata Dion menggoda Ana
" Cemburu?? cih ngakk mungkin" kata Ana yang berusaha menutupi wajahnya yang terlihat emosi. Dion yang melihat api kecemburuan di mata Ana membuat hatinya lega, semua pertanyaan yang ada dalam hatinya selama ini terjawab.
" Jadi kamu ngakk setuju kalau mas punya sekretaris wanita??"
" Terserah mas deh, Ana pusing" kata Ana sambil berlalu.
Dion hanya tersenyum melihat tingkah Ana, dia membiarkan Ana pergi dari kantor nya.
" Kerja yang bagus Helen" kata Dion sambil menyerahkan amplop kepada Helen. Helen adalah salah satu karyawan di kantor cabang perusahaan Wiradmadja. Dion sengaja menyuruh Helen datang dan berpura pura mesra dihadapan Ana.
__ADS_1
" Terimakasih pak, saya tunggu kerjaan berikut nya" Kata Helen sambil tertawa.
" Sepertinya nyonya Ana cemburu berat"
" Hmmm saya juga berpikir begitu"
" Sekali lagi saya ucapkan terimakasih" Kata Dion sambil memberikan senyuman untuk Helen.
" Beruntungnya kamu Ana punya suami yang tampan dan begitu menyayangi mu"
_____________________________________
Ana kembali dengan hati yang sangat kesal, ia menghembuskan tubuhnya di ranjang besar kamarnya. Dia bahkan sambil memukul mukul bantal saking kesalnya.
" Dasar laki laki buaya, mas Dion memang laki laki mata keranjang. Bisa bisanya dia memilih wanita itu jadi sekretaris nya"
Ana menangis sambil menutup wajahnya diatas bantal. Ia tak tahu kenapa ia begitu sedih dan kesal dengan sikap Dion.
" Apa aku cemburu?? Ah tidak mungkin"
Ana kemudian menghapus air matanya dan kembali duduk dengan tegak.
" *Aku tidak boleh cemburu, sebantar lagi perjanjian itu akan berakhir dan aku akan bebas"
Terimakasih sudah dukung AUTHOR ya*.
__ADS_1