
" Wah....gaun yang ini cantik sekali" kata Ana kelihatan bersemangat, gaun pengantin yang dikenakan oleh Alea membuat dirinya benar benar sempurna. Tubuh Alea yang selalu tertutup dengan baju longgar kini terpampang nyata di hadapan Bian, lekuk tubuhnya yang sedikit berisi, pinggang yang terbentuk serta kulitnya yang putih dan mulus senada dengan gaun putih yang ia kenakan.
" Coba lepaskan kacamata mu Alea dan rambutmu biarkan terurai"perintah Ana, dan benar saja Alea menjelma menjadi sosok yang begitu berbeda dengan keseharian nya yang kelihatan cupu.
" Bagaimana Bian?? Apakah kau suka?? tanya Ana pada putranya
" Biasa saja" kata Bian singkat walaupun ia cukup terpesona dengan penampilan Alea.
" Sean jauh lebih cantik ma" kata Bian membuat sang ibu jadi kesal
"Jangan membicarakan gadis itu dihadapan Alea ya, mama tidak ingin mendengar namanya di depan mama dan juga Alea. Kau harus menjaga perasaan dan kehormatan keluarga dan calon istrimu"
" Jangan berdebat disini, kalian tidak malu jadi pusat perhatian" lerai Dion sambil menatap para pegawai butik yang melihat ke arah mereka.
Sementara Alea hanya diam sambil memandang tubuhnya di pantulan cermin, ia merasa tidak nyaman karena ternyata gaun itu membuat belahan dadanya sedikit terbuka.
" Ma...aku tidak ingin yang ini, terlalu terbuka" kata Alea pada Ana
__ADS_1
"Kamu tenang saja nanti kita atur agar kelihatan lebih tertutup tidak perlu dikhawatirkan"
Disaat Ana, Alea dan yang lainnya tengah sibuk memilih tiba tiba saja saja Bian pamit dengan alasan yang tidak jelas.
" Bian kau sungguh tidak sopan kenapa kau selalu merusak acara" kata Ana
" Aku minta maaf tapi aku harus pergi" kata Bian yang berlalu begitu saja
" Bian" kata Ana berteriak tapi Bian malah pergi.
Bian menyetir mobilnya dengan laju yang cukup kencang, sebuah pesan dari seseorang membuat ia terburu-buru. Ternyata Bian ke apartemen Sean, sebuah pesan singkat mampu membuat Bian begitu khawatir dengan wanita itu.
" Kau...apa yang terjadi sayang??" Tanya Bian sambil mendekatkan dirinya pada Sean yang berdiri dihadapannya, sebenarnya ia tidak terlalu suka dengan wajah Sean yang menurutnya terlalu menor.
" Aku cantik kan Bian?? Aku pantas kan?? dia tidak lebih cantik dari aku kan??" kata Sean bertubi tubi membuat Bian semakin bingung
" Aku ingin jadi pengantin mu Bian, aku sangat stress saat melihat kau dengan wanita itu, aku benar benar tidak bisa" kata Sean dengan nada emosi
__ADS_1
" Sayang bukankah kita sudah membicarakan hal ini berkali kali, aku tidak bisa melihat mu seperti ini" kata Bian
" Aku...aku tidak bisa melihat mu bersamanya apalagi beberapa hari ini kau mengabaikan aku"
" Jadi ini alasan kau mengirim pesan dengan ancaman, kau sungguh konyol Sean"
" Apa?? konyol?? Apakah kau tidak tahu aku benar-benar tersiksa melihat semuanya ini. Aku tidak membohongi perasaanku kalau aku cemburu"
Bian akhirnya membujuk Sean agar mau melepaskan gaun yang ia gunakan walaupun butuh waktu yang lama usaha Bian berhasil.
" Jangan membuat ku seperti ini lagi sayang, aku tidak bisa melihat kau begini"bujuk Bian
" Entahlah Bian aku bisa saja gila jika kau meninggalkanku, aku benar benar mati " kata Sean membuat Bian semakin merasa bersalah
"Aku tidak akan mengabaikan mu, aku berjanji" kata Bian
" Aku pegang janjimu jika sampai kau mengabaikan nya maka aku akan ma..."
__ADS_1
" Syuttty sudahlah "kata Bian sambil menarik Alea ke pelukannya