
Dion dan Karin akhirnya sampai di ruang kerja Dion, tiba tiba Dion kaget dengan foto pernikahannya dengan Ana terpampang di dinding ruangan Dion dan foto tersebut ukurannya sangat besar. Dion memandang foto itu tiba tiba saja perasaan mulai tidak enak.Karin yang melihat foto tersebut juga merasa kaget karena sebelumnya foto itu tidak ada.
" Ini pasti ulah Ana" pikir Karin
" Honey?? " Kata Karin mencoba mengalihkan perhatian Dion.
" Ya sayang??" kata Dion sambil mengarahkan pandangannya ke arah Karin
" Ayo kita sarapan " kata Karin
Dion pun mengangguk pertanda setuju mereka pun menuju kantin untuk sarapan.
" Bu, bubur ayam 2 ya " kata Dion
" Iya tuan,loh non Ana mana?? tanya pak Safir yang adalah pemilik kantin tersebut.
" Ana??"
" Udahlah pak siapkan aja makanan yang dipesan mas Dion" kata Karin dengan geramnya, Karin merasa kesal dengan pertanyaan Safir yang menanyakan keberadaan Ana.
Pak Safir pun segera menyiapkan pesanan Dion setelah itu dia tak berani berkata apa apa lagi. Sedang asyik sarapan tiba tiba saja mereka dikagetkan oleh wanita yang berasal dari belakang mereka.
__ADS_1
" Pagi mas" kata wanita yang tak lain adalah Ana, Karin yang melihat Ana langsung kaget apalagi Ana datang dengan penampilan yang sangat mempesona.
" Kamu??" kata Karin dengan nada tak suka.
" Kenapa??" kata Ana dengan santai.
" Kamu ngapain kesini??" tanya Dion
" Mas aku ini adalah istri mu dan menantu dari Wiradmadja Grup jadi wajar aku datang menemui suamiku" kata Ana dengan nada yang percaya diri.
Dion pun menarik Ana dan membawanya keruangan nya.
" Kamu jangan membuat malu aku ya" kata Dion dengan nada emosi.
" Aku hanya mencintai Karin dari dulu, aku percaya aku menikahimu dulu pasti karena mama memaksaku"
" Itu memang benar kita menikah kerena dijodohkan tapi kita bahagia mas apalagi disini ada calon anak kita mas" kata Ana sambil mengelus perutnya.
" Apa??" Dion begitu kaget dengan ucapan Ana.
" Kamu hamil??" tanya Dion lagi
__ADS_1
Ana mengangguk ada air mata yang mengalir di pelupuk matanya.
" Mas jangan percaya omongan wanita ini dia hanya ingin merebut mas dari aku" kata Karin yang tiba tiba muncul.
" Aku tak pernah merebut mas Dion dari kamu tapi kamu lebih mementingkan karir kamu dari pada mas Dion"
" He kamu jangan ngarang cerita ya,kamu menikahi hanya karena harta keluarga Wiradmadja" Kata Karin dengan penuh emosi
" Cukup" kata Dion
Dion pun membawa Ana keluar meninggalkan Kari ruangan nya.
"Lebih baik kamu pulang aja, aku ngakk mau ada keributan di kantor" kata Dion
" Mas lebih memilih wanita itu daripada aku??"
" Untuk sementara aku tidak bisa memutuskan dan mulai hari ini aku akan tinggal di Apartemen"
" Mas jangan begitu, aku minta maaf jika memang aku bersalah tapi tetap lah tinggal di rumah!" kata Ana memohon.
" Maaf aku tidak bisa jika memang kamu adalah bagian penting dari masa laluku aku pasti sudah mengingatnya dan mengenai anak dalam kandunganmu aku akan memikirkannya" kata Dion sambil berlalu dan kembali keruangan nya.
__ADS_1
Ana menatap punggung Dion, hatinya terasa getir, begitu banyak cobaan yang menimpa hidup dan rumah tangga nya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE AUHTOR YA.