
Hari ini Ana sengaja bangun lebih awal hari, ia segera mandi dan segera bersiap siap. Hari ini Ana dan Dion berencana untuk berbelanja perlengkapan bayi karena usia kandungan Ana sudah hampir 8 bulan.
Ana begitu bersemangat karena selama beberapa kali melakukan USG bayi dalam kandungan Ana adalah perempuan. Ana sudah terbayang baju baju perempuan yang lucu lucu sehingga membuat Ana begitu bersemangat. Ana ingin sekali menghabiskan waktunya untuk berburu barang barang bayi dan itu adalah hal yang paling menyenangkan bagi Ana saat ini.
Pagi itu saat Ana mandi Bian dan Dion masih terlelap tidur.Selesai mandi akhirnya Ana segera keluar dari kamar mandi, tubuhnya sudah merasa segar dan wangi.
Begitu keluar dari kamar mandi, Ana melihat pintu kamar yang sudah terbuka, ia pun melihat ke ranjang ternyata hanya Dion disana.
" Loh Bian kemana??" tanya Ana dalam hati
" Apa ia sudah bangun?? biasanya kalau Bian bangun, Bisa langsung mencari dirinya!!"
" Apa Bian diambil oleh mama??"
Perasaan Ana mendadak tidak enak, ia segera keluar kamar untuk melihat Bian. Betapa terkejutnya Ana saat melihat Bian yang sudah melangkah didekat tangga, seketika Ana panik dan mengejang Bian yang hendak turun dari tangga.
" Bian" Ana berlari secepat mungkin
Ana langsung memeluk tubuh Bian yang hampir terjatuh dari tangga, karena kepanikan yang luar biasa Ana tidak bisa mengontrol keseimbangan nya hingga keduanya terjatuh dari tangga tersebut.
"A.....aa......tidak" kata Ana suda sudah mulai berguling guling di atas tangga, ia memeluk tubuh Bian dengan erat.
Bian menangis begitu kencang sehingga membuat seisi rumah langsung panik apalagi saat mendengar suara Ana yang melengking tinggi.
Bi Ina yang pertama kali melihat Ana dan Bian yang terjatuh langsung berteriak
__ADS_1
" Ya Tuhan..." kata Bi Ina ketika melihat Bian dan Ana yang Sudah terletak di lantai bawah.
" Tolong....tolong.." teriak Bi Ina dengan kuatnya, ia langsung menggendong Bian yang manangis begitu kerasnya.
" Tolong" kata Ana sambil memegang perutnya yang begitu sakit,
Perlahan Ana merasakan pusing hingga ia kehilangan kesadaran nya sesaat ia jatuh dari tangga.
Semua anggota keluarga yang mendengar teriakan, tangisan segera menghampiri Bi Ina. Betapa terkejut nya Shanty, Aldi dan juga Ray melihat semua yang telah terjadi.
Ana tergeletak di lantai dengan darah yang keluar dari jalan lahir serta Bian yang terus saja menangis.
" Ya Tuhan apa yang sudah terjadi??" teriak Shanty
" seperti nya Nyonya dan Bian jatuh dari tangga"
Dion langsung melompat dari tempat tidurnya dan segera turun ke bawah. Betapa terkejutnya Dion saat melihat Ana yang sedang dibopong oleh Aldi dan Ray.
" Ada apa??" tanya Dion yang begitu panik, apalagi saat melihat Ana yang lebih dengan darah.
" Bian dan Ana jatuh dari tangga" kata Ray
"APA??"
Dion tidak bisa berkata apa-apa, sungguh ia merasa kan pukulan yang begitu kuat di dadanya.
__ADS_1
" Jangan diam saja, ayo segera kita bawa Kak Ana kerumah sakit" kata Ray
Akhirnya merekapun menggotong tubuh Ana dengan cepat ke mobil.Dion memeluk tubuh Ana di kursi belakang sedangkan Ray bertugas untuk menyetir mobilnya.
" Cepat Ray" kata Dion sambil memeluk tubuh Ana
" Iya kak" kata Ray yang segera menyalakan mobil tersebut
Akhirnya Ray dan Dioan membawa Ana kerumah sakit terdekat sedangkan Aldi, Shanty, Bian dan Bi Ina menyusul mereka dari belakang.
" Kamu bertahan ya sayang" kata Dion sambil memeluk tubuh Ana, Dion semakin panik ketika bertambah banyak darah yang keluar dari bagian bawah Ana.
" Cepat Ray" teriak Dion, ia begitu ketakutan.. ketakutan kehilangan Ana dan hatinya
"Akhirnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, Ray , Dion dan Ana segera sampai setelah kurang lebih sepuluh menit berkendara.
Dion dan Ray segera membawa Ana keruang UGD agar segera mendapatkan penanganan. Begitu sampai diruangan tersebut Dion ingin sekali menemani Ana namun dokter dan perawat tidak memperbolehkan Dion untuk masuk.
" Sebaiknya kita tunggu di luar saja kak, aku yakin dokter akan melakukan yang terbaik" kata Ray
" Aku takut...aku takut Ray" kata Dion dengan suara bergetar, ia tidak bisa memaafkan dirinya jika sesuatu terjadi pada anak dan istri nya.
" Tetap berdoa dan berpengharapan kak, aku yakin kak Ana dan calon keponakanku akan baik baik saja"
Ray memeluk kakaknya untuk memberikan kekuatan padanya, ia tahu betapa rapuhnya Dion saat ini.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.
Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u