
Pukul 06.30 pagi
Dion melangkah kan kakinya keluar dari bandara, setelah melakukan hampir 2 jam melakukan perjalanan akhirnyau Dion sampai di Jakarta.
Dion merogoh sakunya dan mengambilnya ponsel dari sana, dia menekan nomor Ana untuk mencoba menghubungi namun ponsel Ana selalu di luar jangkauan.
" Apa sengaja dia membuatku kesal?? dari tadi malam ponselnya tidak bisa dihubungi??Apa dia sedang marah"
Begitu sampai di parkiran Dion langsung disambut oleh supir setia keluar Wiradmadja.
" Selamat pagi pak, selamat datang kembali pak"
" Hmmmm terimakasih pak Jhoni, apakah Ana tidak ikut??"
" Tidak pak, saya sudah coba menghubungi ibu Ana tapi nomornya selalu di luar jangkauan"
" Baiklah kita segera pulang ke rumah ya"
" Baiklah pak"
Jhoni pun segera membuka kan pintu agar Dion bisa segera masuk. Selama di perjalanan Dion merasa tidak nyaman, ada berbagai macam pertanyaan yang muncul dibenak nya.
Begitu sampai dikediaman Wiradmadja, Dion langsung mempercepat langkahnya, ia begitu tidak sabar untuk bertemu dengan Ana. Sungguh saat ini hatinya dipenuhi rasa rindu yang begitu menyesakkan dadanya.
Begitu sampai di ruang utama, Dion melihat Shanty yang sedang duduk santai sambil membaca sebuah majalah kecantikan. Mendengar suara Langkah kaki, Shanty langsung menoleh ke arah Dion dengan wajah gembira
" Akhirnya kalian pulang juga" kata Shanty sambil bangkit dari duduknya.
" Ma, Ana dimana apa dia sedang ada di kamar???"
Pertanyaan itu tentu saja membuat Shanty sangat terkejut, dia ingat sore kemarin Ana permisi untuk bertemu dengan Dion
" Bukannya Ana sedang bersamamu??" tanya Shanty.
" Aduh...ma kalian sedang mengerjai aku ya??"
" Apaa?? tentu saja tidak nak, semalam Ana pamit karena kamu sudah pulang dari Bali dan kalian bertemu di luar"
Lutut Dion seketika lemas, ternyata perasaan nya tidak salah kalau ada sesuatu yang terjadi dengan istrinya.
" Ma, Dion baru saja pulang!"
__ADS_1
" Ta....tapi..." Shanty juga kaget bukan kepalang mendengar kata kata putranya...
Shanty segera berlari ke kamar Ana dan Dion segera menyusul.
" Lihat ini" kata Shanty menunjukkan buket bunga yang terletak di meja rias Ana.
Dion pun membaca pesan yang tertulis di kartu pengirim bunga mawar itu.
" Lihat ma, nama pengirim nya tidak ada, pasti seseorang telah menjebak Ana" kata Dion
" Iya Dion, Ana pasti berpikir bahwa buket bunga ini dari kamu"
" Kapan Ana keluar rumah ma"
" Kemarin sore"
" Dan sampai sekarang dia tidak pulang"
Shanty menggeleng kepalanya.
" Mama pikir kalian sedang menginap di luar seperti biasa yang kalian lakukan" kata Shanty
" A...pa yang telah terjadi ma, pantas saja mulai dari tadi malam ponsel Ana tidak bisa dihubungi"
" Apa yang harus kita lakukan" tanya Dion dan Shanty hanya bisa termangu melihat apa yang telah terjadi.
Dion berjalan mondar-mandir sambil memukul-mukul kepada nya, ia masih tidak dengan apa yang terjadi.
" Siapa yang mengirim bunga itu Ana,"
Dion melihat foto yang terpajang di dindingnya dingding kamar mereka.
" Apa yang telah terjadi sayang, kamu ada dimana??" kata Dion sambil menatap foto itu dan tak terasa air mata sudah mulai menggenang di matanya.
Shanty yang juga mulai panik langsung menghubungi Ray dan suaminya Aldi dan tak berapa lama Ray dan Aldipun datang untuk melihat apa yang telah terjadi.
" Ma, apa yang telah terjadi??" tanya Ray, dan ia begitu sedih melihat Dion yang sedang duduk di atas ranjang dengan Kepala yang tertunduk.
" Lihat ini Ray, bunga ini dikirimkan Oleh seseorang yang tidak diketahui"
Ray lalu melihat buket bunga mawar tersebut dan mulai mengamati nya.
__ADS_1
" Kak apa kakak berencana untuk pulang semalam??"
" Tidak Kaka sudah beritahukan pada Ana bahwa Kakak akan pulang hari ini"
" Apa Kakak sudah mencoba menghubungi nya??"
" Sudah dari semalam kakak sudah beberapa kali menghubungi Ana"
" Pasti orang yang mengajak Kak Ana kalau Kak Dion sedang ada di luar kota"
" Betul sekali Ray, Dion apa kamu punya musuh ??tanya Aldi
" Tidak ada pa, Dion tidak pernah punya musuh di manapun"
" Kamu tidak bisa bilang begitu, setiap bisnis pasti memiliki pesaing dan mungkin salah satu dari mereka yang melakukan semua ini"
" Apakah saat ini kamu sedang dalam tahap memenangkan atau mengajukan tender??"
" Iya ada pa, perusahaan Farma Grup, perusahaan itu baru saja berdiri sekitar 2 tahun lalu dan setiap perusahaan Wiradmadja mengajukan proyek ke perusahaan perusahaan besar pasti Farma Grup akan menjadi pesaing Dion dan memang beberapa kali mereka selalu memenangkan tender"
" Hmmm...apa kamu kenal dengan pemilik perusahaan itu???"
" Sayang nya tidak pa, Dion tidak pernah bertemu dengan pemilik nya, karena setiap rapat pasti Farma Grup selalu menghadirkan perwakilan saja"
" Tapi Dion tidak pernah membuat masalah dengan mereka pa, Dion bersaing secara sehat"
Aldi dan semua yang ada disana saling diam, mereka mencoba mencerna apa yang telah terjadi dan bagaimana mereka harus bertindak.
"Kak, lebih baik kita segera mencari informasi langsung ke restauran yang ada di kartu ini, pasti kita akan menemukan bukti disana" kata Ray yang melihat nama restauran yang ada disana.
" Restauran x, apa kalian pernah kesana??"
" Tidak Ray"
" Sebaiknya kalian langsung lapor polisi" kata Shanty memberikan usul.
" Baik ma setelah pulang restaurat sana Dion akan segera melapor ke polisi"
*Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
See u to the next chapter*
__ADS_1