Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 131


__ADS_3

Sebelum baca Author ingatkan ya beb...


Jangan lupa like komen vote dan follow author ya...


Happy reading.....


Andra merasakan tubuhnya terasa sakit,


matanya seolah susun untuk terbuka. Andra berusaha membuka matanya, dengan kepala yang luar biasa sakit Andra berjuang membuka matanya. Dengan samar samar ia melihat wanita cantik sedang berdiri dihadapannya.


" A....Ana" Andra mengira gadis yang ada disebelahnya adalah Ana. Namun setelah ia dapat melihat dengan jelas ternyata bukan Ana.


" Ka...kamu siapa???" kata Andra sambil memegang keningnya.


" Sa...saya Sely tuan"


Andra memerhatikan sekitar ternyata dia tidak sedang ada dalam kamarnya.


" A...aku dimana??"


" Maaf tuan saya menemukan anda pingsan pas didepan kos saya jadi saya Membawa anda masuk ke dalam kosan saya"


Andra baru ingat bahwa semalam minum di sebuah klub, setelah minum banyak dia ingin ke kamar kecil tapi malah dia berjalan keluar.


" Sial..." kata Andra dalam hati.


" Baiklah saya mengucapkan terimakasih atas kebaikan anda nona.Berapa harga yang harus saya bayar???"


" Tidak....tidak usah tuan, melihat tuan sadar saya sudah senang" kata Sely menolak pemberian Andra.


" Kalau begitu saya pergi dulu" kata Andra sambil melangkah keluar.


" Baiklah Tuan"

__ADS_1


" Sekali lagi terima kasih" kata Andra sebelum benar benar berlalu.


Sely hanya tersenyum sebelum Andra benar benar pergi. Sely Sangat merasa lega setelah kepergian Andra, sungguh saat Andra ada di tempat kosnya Sely merasa sangat tidak nyaman berada dengan laki laki di dalam kamarnya.


"Syukurlah akhirnya laki laki itu pergi juga, kok bisa ya ada laki laki tampan mabuk sampai segitunya sampai lupa jalan pulang"


Sely hanya menggeleng gelengkan kepalanya dan ia segera bergegas ke tempat kerjanya.


_____________________________________________


Andra yang tiba dirumah langsing disambut dengan rasa syukur oleh Mora dan yang lainnya. Bahkan satu malam ini Mora tak bisa tidur memikirkan anak semata wayangnya tersebut, tidak biasanya ia menginap di luar rumah.


" Nak, kamu darimana aja???" kata Mora


" Itu ma saya nginap di rumah teman" Andra sengaja berbohong agar ibunya tidak khawatir.


" Kenapa ngakk kabarin mama, mama khawatir sekali padamu nak, sampai sampai pak Midun semalaman cari kamu"


" Maaf ma, Andra ketiduran di rumah teman jadi lupa hubungi mama. Maaf ya ma..."


" Nak kamu harus bangkit mama yakin kamu pasti akan mendapatkan wanita yang lebih baik daripada Ana"


Andra hanya terdiam mendengar perkataan Mora,baginya bukanlah hal mudah untuk melupakan Ana.Dia telah memberikan seluruh hatinya kepada Ana dan betapa kecewanya dia karena Ana lebih memilih kembali bersama Suaminya.


Begitu banyak mimpi dan harapan yang aka ia rajut jika Ana mau menerima nya namun kenyataannya dia harus menelan pahitnya kenyataan bahwa sekarang Ana telah kembali bersama Dion.


" Ya udah ma Andra ke kamar dulu, Andra mau istirahat ya" kata Andra sambil menaiki tangga untuk menuju kamarnya.


Mora hanya memandangi Andra, dia sungguh merasa kasihan kepada putranya tersebut. Tiba tiba saja ingatan Mora terlintas pada ide Lia yang mengatakan untuk menjodohkan Andra.


Mora lalu mengambil ponselnya dan menghubungi sahabat lamanya waktu di kampung.


" Halo..." kata suara dari seberang.

__ADS_1


" Halo..ini Mirna kan???tanya Mora.


" Iya mbak ini siapa ya??"


" Ini Mora mir teman kamu waktu dikampung"


" o...Mora apa kabar kamu Mor udah lama kita tak ketemu..."


" Iya nih Mir, kamu dimana sekarang???"


" Aku masih di kampung"


"O...gitu ya Mir ngomong ngomong anak gadismu dimana sekarang??"


" O...dia sekarang kerja di Jakarta".


" Di Jakarta???" mata Mora langsung berbinar mendengar anak perempuan sahabat nya itu kerja di Jakarta.


" Apa dia sudah menikah Mir??"


" Menikah??? ha...ha...jangankan menikah Mir pacaran aja dia belum pernah" kata Mirna sambil terkekeh.


Mora semakin senang mendengar perkataan dari sahabat nya itu.


" Oh ya boleh saya minta nomor dan alamat nya??"


Mirnapun segera memberikan apa yang telah diminta sahabatnya itu.


" Kapan kapan kamu harus datang ke Jakarta ya Mir"


" Iya mor kalau ada rejeki nanti saya akan datang, mudah mudahan Tuhan memberikan kita kesempatan untuk berjumpa lagi" kata Mirna.


*Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁

__ADS_1


**See u to the next chapter***


__ADS_2