
" Kandungannya sudah memasuki usia 6 Minggu" kata Dokter Elisa sambil melihat ke arah layar monitor USG, tampak sebuah seperti lobang berwarna hitam dan masih berukuran sangat kecil.
Ana hanya diam saja sementara Dion begitu antusias melihat sang bayi yang ada dikandung Ana.
Dokter Elisa mengerti betul kondisi Ana yang masih ketakutan dengan kejadian yang menimpa Ana. Apalagi dokter Elisa adalah saksi hidup bagaimana Ana harus melewati masa masa sulit pasca operasi.
" Saya sarankan agar bapak selalu mendampingi ibu Ana, luangkan waktu lebih dan selalu memberikan nya semangat"
" Saya akan melakukan yang terbaik Dok, aku akan selalu menjaga Ana dan calon anak kami"
Dokter Elisa bisa melihat kesungguhan Dion, dia adalah laki laki yang membuat dokter Elisa kagum akan cinta dan kesabaran nya dalam mengurus Ana.
Setelah melakukan seluruh pemeriksaan, Dokter Elena memberikan resep untuk menguatkan kandungan Ana.
" Ibu Ana yang semangat, tidak perlu takut karena saya yakin ibu dan sang bayi akan baik baik saja" kata Dokter Elisa sambil tersenyum, ia bahkan menggenggam tangan Ana untuk memberikan Support untuk ibu muda itu.
" Iya dok" kata Ana dengan datar, sepertinya ada beban berat dalam pundaknya
Setelah periksa dari dokter Elisa, Ana dan Dionpun akhirnya pulang ke kediaman mereka, ternyata Shanty masih menunggu Ana untuk pergi ke toko bunga seperti janji mereka sebelumnya.
Begitu sampai di rumah, Shanty keheranan saat melihat Ana dengan wajah lesu dan pucat, tidak ada semangat yang terpancar dari wajahnya.
" Ada apa??" tanya Shanty pada Dion, sementara Ana langsung masuk kekamar.
" Ana hamil ma!!" kata Dion
__ADS_1
" Apa?? jadi benar dia hamil??" kata Shanty dengan raut kegirangan.
" Tapi sepertinya Ana belum siap!!" kata Dion
"'Iya mama juga bisa lihat, sepertinya kejadian kemarin begitu membuatnya terpukul dan itu bukan hanya pertama Kalinya. Mama bisa memaklumi hal itu" kata Shanty
" Kamu harus lebih perhatian pada Ana Dion, jangan sampai dia merasa diabaikan. Kalau masalah bunga biar mama yang urus, biarkan saja Ana istirahat"
" Iya ma, Dion mau ke kamar dulu ya!!" kata Dion sambil menyusul Ana ke kamar dan Shantypun mengangguk kepala.
Dionpun masuk ke kamar dan melihat Ana yang terbaring dengan wajah yang sama sekali tidak bersemangat.
" Sayang..." kata Dion dan Anapun membuka matanya.
" Loh.....kami tidak ke kantor??" kata Ana sambil mencoba bangkit.
" Mas. .aku dan mama harus pergi ke toko bunga" kata Ana yang hendak turun dari ranjang nya
" Sayang" Dionpun memeluk tubuh Ana
" Tidak usah, mama sudah mengurus semuanya" kata Dion
" Tapi mas.." kata Ana
" Aku hanya ingin bersamamu dan membicarakan masa depan kita" kata Dion cukup serius
__ADS_1
" Masa depan??" kata Ana
" Aku ingin kamu bahagia dengan kehamilan ini" kata Dion sambil mengelus perut Ana dan menciumnya beberapa kali.
" Kamu yang sehat ya sayang... papa dan mama menunggu kehadiran mu" kata Dion
Ana hati begitu tersentuh melihat kepekaan Dion kepada dirinya, ia tau Dion begitu khawatir karena ia tidak terlalu menginginkan kehamilannya kali ini.
" Tenang saja pa, mama Ana akan menjagaku" kata Ana sambil menirukan suara anak kecil
Dion segera bangkit dan memandang wajah Ana, wajah itu tersenyum dan sepertinya ia tidak sesedih tadi.
" Sayang" kata Dion sambil memeluk Ana
" Terima kasih mas" kata Ana
" Aku janji akan menjaga kalian dengan segenap kemampuan ku, dan aku berjanji akan selalu bersama mu apapun yang terjadi" Kata Dion sungguh sungguh bahkan Dion sampai menitikkan air mata.
" Aku adalah wanita paling beruntung kerena memiliki suami sehebat dan sebaik kamu, kamu dan Bian adalah anugerah yang indah yang pernah kumiliki"
" Dan sebentar lagi kita akan punya bayi lagi, aku tidak sabar menunggu hal itu" kata Dion
" Aku juga mas, semoga semua baik baik saja"
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.
__ADS_1
Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u