
Akhirnya Ana dan Dion sampai di hotel tempat mereka akan menginap.
" Mas kok kita ke hotel sih" kata Ana sambil keluar, iapun mengambil Bian yang sudah tertidur di kursi belakang.
" Tidak apa sayang, lagian besok kan hari Minggu jadi saya ingin menghabiskan waktu dengan kalian berdua" kata Dion
" Sini biar Bian aku yang gendong" kata Dion,
Dionpun menuntun Ana kesebuah kamar VVIP.yanh sudah disiapkannya sejak seminggu yang lalu. Begitu sampai di kamar tersebut ternyata sudah dihiasi dengan berbagai macam dekorasi seperti kamar pengantin
Ana terkesima melihat hal tersebut, ia sungguh tidak menyangka Dion masih sama seperti yang dulu, selalu romantis walaupun pernikahan mereka sudah terbilang cukup lama.
" Bagaimana??" tanya Dion meminta pendapat Ana, Iapun meletakkan Bian yang tertidur pulas di ranjang besar tersebut
" Kamu itu...yang nikah siapa...yang heboh siapa" kata Ana sambil tersenyum senyum.
Dion sungguh gemas dengan wanitanya, kemudian narik Ana kedalam pelukannya.
" Ya ampun...kita ini bukan pengantin baru lagi mas" kata Ana
" Memangnya kenapa??"
" Aku tidak melakukan sekarang mas" tolak Ana, ia tahu bahwa Dion menginginkan hal itu darinya.
" Aku tidak akan memaksamu sayang, aku hanya ingin bertiga dengan kalian" kata Dion yang begitu pengertian.
Berbeda dengan Ana dan Dion, malam pertama pun segera tiba bagi Ray dan Elena. Pasangan yang baru saja diresmikan itu juga menginap di Ray hotel.
Setelah Jhoni mengantarkan pasangan itu ke Ray hotel, Raypun menuntun Elena untuk masuk ke hotel tersebut.
__ADS_1
" Hati hati" kata Ray sambil memegang gaun indah Elena yang terjuntai hingga ke lantai.
" Iya mas" kata Elena, ia terus memegangi tangan Ray agar ia tidak sampai terjatuh
Begitu sampai di dalam kamarnya yang sudah didekorasi sedemikian rupa, Ray langsung mengunci pintu kamar tersebut.
Melihat hal tersebut, Wajah Elena langsung panik dan ketakutan. Elena melangkah ke sebuah ranjang besar yang sudah ditaburi oleh mawar merah. Kesan malam pertama semakin terasa dan membuat Elena lebih tegang dari sebelumnya.
Ray bisa menangkap ketegangan yang dialami oleh Elena, ia bisa melihat raut wajah Elena yang begitu tegang.
" Ternyata dokter Elena bisa tegang juga" kata Ray dalam hati, ia sedikit lucu melihat wajah Elena
Ray mendekati Elena yang sedang membuka riasan rambutnya.
" Mau dibantu??" kata Ray
" Biar aku bantu" kata Ray yang membuka jepitan jepitan itu dari rambutnya, setelah penjepit itu lepas rambut panjang Elena langsung tergerai indah dan hal itu membuat Ray terkesima.
Selama 6 bulan perkenalan, belum pernah ia melihat rambut Elena tergerai seperti sekarang ini karena Elena selalu menjepol rambutnya.
" Kamu cantik sekali" kata Ray sambil memegang megang rambut Elena yang tergerai indah dan bahkan Ray memberanikan diri untuk mencium rambut yang menurutnya indah itu
" Aku...aku mau mandi dulu" kata Elena sambil berdiri, ia sepertinya masih belum nyaman terlalu dekat dengan Ray.
Ray menarik tubuh Elena hingga tubuh itu jatuh tepat di atas tubuhnya. Untuk sesaat mereka saling pandang, dan kali ini Ray memberanikan diri untuk mendongakkan kepalanya dan mencium wanita yang kini sudah menjadi menjadi istri nya tersebut.
Elena diam saat bibir Ray menyentuh bibirnya, ia merasa disengat oleh ribuan lebah, ia bisa merasakan sensasi nafas Ray yang beraroma mint.
Jantung Elena meledak saat Ray mencoba meraba bagian dada tubuhnya, ia kemudian langsung mengambil posisi duduk sehingga melepaskan ciuman Ray.
__ADS_1
Nafas Elena tersengal, wajahnya memerah menahan rasa panas yang barasal dari dalam tubuhnya.
" Kenapa??" kata Ray, iapun duduk dihadapan Elena
" Ak...aku sedikit takut??" kata Elena dengan jujur
" Apa kamu tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya??" pancing Ray
" Tidak....aku bahkan belum pernah menjalin hubungan dengan laki laki"
" Hah??" Ray sedikit terkejut mendengar nya, ia tidak menyangka ia adalah satu satunya laki laki yang akan tinggal di hati Elena.
" Maaf jika aku tidak bisa seperti yang mas harapkan,dan sepertinya aku harus banyak belajar dalam hubungan bathin" kata Elena dengan jujur
" Tak apa Bu Dokter, aku siap mengajari dirimu" kata Ray
" Sepertinya kamu sudah berpengalaman, apa kamu pernah melakukan hal itu sebelumnya"tanya Elena
" Tidak juga"kata Ray sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Keduanya kemudian terdiam, Ray juga menjadi canggung untuk memulai kembali namun sebagai seorang laki laki Ray pun memberantas diri untuk kembali mencium Elena duluan.
Kali ini Elena tidak memberikan penolakan lagi, ia sadar sebagai seorang istri Elena harus memenuhi tugasnya.
Sentuhan lembut yang diberikan oleh Ray memberikan Elena akhirnya terlena hingga keduanya dapat menikmati hubungan suami istri yang sesungguhnya.
Jangan lupa like komen dan vote novel ini agar author semangat ya.
Buat yang penasaran tentang kisah Anthoni bisa langsung klik profil author karena novel Menikahiku season 2 sudah up loh...Love u
__ADS_1