Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 174


__ADS_3

" Kamu sudah menyakiti istri kamu Dion, apa kamu tidak kasihan melihat Ana"


Ana tampak mengeluarkan airmata karena kata kata suaminya.


" Kamu tidak usah cengeng begitu, ini semua salah Kamu"kata Dion dengan kasar


" Dion, kamu ini kelewatan batas jangan sampai mama marah melihat kelakuan kamu"


" Udah terserah kalian , saya mau keluar dari sini"


Dion akhirnya keluar meninggalkan Ana dan Shanty yang terbengong bengong. Ana sampai tidak menyangka Dion akan berbuat demikian.


" Apa yang sebenarnya terjadi ma, apa yang salah dengan mas Dion" kata Ana dengan sedih sampai sampai ia berkali-kali menghapus airmata nya.


" Mama juga ngakk nyangka sayang, ini seperti bukan Dion sampai hati dia membentak kamu dihadapan mama, Lihat saja apa yang akan mama lakukan pada dia" geram Shanty


Tapi tak lama kemudian pintu ruangan kamar Ana terbuka dan ternyata Dion yang datang dengan membawa sebuah kue ditemani beberapa perawat serta dokter Elisa dan Dokter Lin juga ikut.


" Tara.... happy birthday to you... happy birthday to you... happy birthday.... happy birthday... happy birthday to you..."


Ana tidak bisa membendung airmata bahagia nya, ternyata Dion sengaja menyusun rencana untuk memarahi Ana habis habisan.


" Selamat ulang tahun ya sayang, maaf ya mas membuat sedih" Kata Dion sambil mencium pipi Ana


" Kamu jahat sekali" Kata Ana sambil memukul dada dengan kesal.


" Selamat ulang tahun Bu Ana" kata Dokter Elisa dan juga diikuti ucapan selamat dari dokter Lin Dan semua orang yang ada disana.

__ADS_1


" Maaf ya sayang mama juga harus ikut serta, ini rencana gila suami kamu"


" Apa??? Mama juga terlibat??"


" Iya sayang semuanya sudah diatur oleh suami kamu yang sangat menyayangi mu ini"


" Pantas saja Dokter Lin yang memeriksa saya pagi ini" kata Ana dengan wajah cemberut sambil menetap ke arah suaminya


" Maaf ya sayang, sekarang kamu tiup lilinnya"


" Ana ngakk mau mas, mas benar benar keterlaluan deh"


" Ha....ha.... sekarang Bu Ana benar benar ngambek" kata Dokter Elisa


" Maaf sayang sekali lagi mas minta maaf ya,


Akhirnya Ana meniup lilin yang bertuliskan angka 29 tahun, dia benar benar ingin bisa hidup bahagia dengan Dion untuk selamanya.


" Jangan ngambek lagi ya sayang" goda Dion sambil mengedipkan matanya"


Acara ulangtahun Ana berlangsung sangat meriah dan penuh makna. Raut wajah Ana yang berseri terlihat Ana begitu bahagia walaupun acara ulangtahun nya kali ini cukup sederhana


" Maaf kan mas sayang" kata Dion setelah Acara selesai.


" Makasih ya sayang" kata Ana sambil merebahkan kepala didada bidang Dion. Kini mereka berdua yang ada di ruangan Ana.


" Apa kamu bahagia??"tanya Dion sambil mengelus rambut Ana

__ADS_1


" Aku bahagia asalkan bersama mu, apapun asal bersamamu my hubby" kata Ana sambik tersenyum, ia kemudian mengalihkan pandangannya agar bisa menatap mata suaminya.


" A. .aku sangat mencintaimu mas..."


Ana mengelus pipi Dion dengan lembut, perlahan dan kemudian ia menyusuri bibir Dion. Ana menutup matanya dan perlahan ia maju dan mendekatkan bibirnya ke arah Dion.


Tentu saja Dion menyambut nya dengan penuh gairah, ia ******* bibir yang mendekat ke bibirnya. Setelah sekian lama berciuman Dion merasa junior nya mulai menegang, dan ia segera mengakhiri ciuman itu karena mengingat peringatan dari dokter Elisa.


" Udah dulu ya sayang, mas takut kebablasan"


" Emangnya kenapa mas???"


" Hmmm sebenarnya semua ini salah mas, kata dokter Elisa kita tidak boleh berhubungan karena bisa mengakibatkan hal yang kurang baik pada anak kita"


" Jadi kejadian kemarin kerena kita...." Ana tak melanjutkan kata katanya, ia ingat malam sebelum ia pendarahan. Malam itu mereka menikmati nya dengan sangat sampai sampai mereka melakukan dua babak di malam itu.


" Iya ....sayang"


" Ya ampun betapa malunya aku mas .. " Kata Ana sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Ini semua gara gara kamu mas, kamu terus merengek jika tidak dituruti"


" Iya mas tau makanya mas minta maaf sama kamu dan anak kita" Kata Dion sambil memegang perut Ana dan mencium nya berulang kali.


" Maaf kan papa ya sayang,papa dan mama janji akan selalu menjaga kamu sampai kita bisa bertemu"


****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁

__ADS_1


See u to the next chapter****


__ADS_2