Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 133


__ADS_3

Sebelum baca Author ingatkan ya beb...


Jangan lupa like komen vote dan follow author ya...


Happy reading.....


" Awww........." teriak Dion saat Ana menarik telinganya.


" Kamu apaan sih, panggil panggil nama aku ngakk jelas gitu"


" Hi...hi... mereka lucu deh saya kirain cowok itu panggilan anaknya ternyata..." salah seorang yang ada disitu cekikikan.


" Sayang kamu darimana aja???"


" Aku lapar jadi keluar cari makan" kata Ana dengan ketus.


" Kenapa kamu ngakk bangunin aku sih, mas jadi khawatir kamu kenapa Napa! kata Dion membela diri.


" Mas aku ini bukan anak ingusan lagi, mas sampai segitunya bikin Ana malu aja. Lihat tuh orang orang pada lihatin kita"


Dion malah memeluk Ana dengan erat dan mancium pipinya beberapa kali.


" Mas apaan sih, malu tau" kata Ana


" Lihat tuh, bule yang itu mereka ciuman di depan umum. Mereka biasa aja kok ngakk pikirin omongan orang"


" Emangnya mas bule??"


Dion hanya menggaruk kepalanya kini ia telah kehabisan kata kata.


" Mas aku lapar cari makan yuk!!" kata Ana sambil menarik tangan Dion.


Tiba tiba langkah mereka terhenti karena suara yang berasal dari belakang mereka.


" Kak Dion"


Ana dan Dion menoleh ke asal suara tersebut, ternyata seorang wanita cantik dengan pakaian mini lengkap dengan senyum manisnya.

__ADS_1


" Kak..." Wanita itu langsung berhambur ke pelukan Dion. Ana yang melihat adegan itu langsung merasa cemburu, ia merasa jantungnya bergerak lebih cepat dan suhu tubuhnya semakin memanas.


" Kak masih ingat aku kan???" kata Wanita itu dengan gaya yang centil. Dion berusaha mengingat wanita yang terlibat tidak asing tersebut.


" Hmmm kamu Violin kan??"


" Iya kak ternyata kakak masih ingat"


" Ya ingat dong"


" Makasih ya kak, karena selama aku SMA kakak selalu ngelindungin aku sampai sampai kakak dikira pacar Violin"


" Kamu ternyata udah besar ya sekarang" kata Dion sambil mengacak rambut Violin


" Ih.. Kakak mah dari dulu juga Violin udah besar" kata Violin sambil tertawa


" Eh... maksudnya udah tambah dewasa dan makin cantik"


" Hmmmmm" Ana Berdehem dia begitu kesal karena merasa dianggurin oleh Dion.


"Oh ya Violin kenelin ini Ana ini..." belum sampai Dion berkata Ana segera menyanggah


" Saya Violin saya adik kelas kak Dion semasa SMA dulu. Oh... ternyata kak Dion udah menikah???"


" Iya Lin, kamu sendiri??"


" Belum sih kak, Violin masih cari jodoh belum ada yang sesuai"


" Oh ya masa sih cewek semanis kamu ngakk ada yang dekatin" goda Dion sementara kuping Ana semakin panas mendengar nya.


" Maniss ya" batin Ana


" Oh ya saya duluan dulu, silahkan lanjutkan reunian kalian" kata Ana sambil beranjak meninggalkan Dion dan Violin. Mengetahui istrinya sudah mulai menunjukkan gelagat yang tidak enak Dion langsung pamit pada Violin.


" Saya duluan ya Lin, kapan kapan kita mengobrol lagi" kata Dion yang segera menyusul istrinya.


" Iya kak" kata Dion sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Dion segera menyusul istrinya yang masuk ke sebuah cafe.


" Sayang tungguin mas dong" kata Dion namun Ana tidak menghiraukan nya.


Ana lalu duduk disebuah meja yang menghadap ke arah pantai dan tak lama Dionpun segera menyusulnya.


" Kenapa kamu kesini?? "


" Sayang kamu marah ya???" kata Dion dengan nada tak bersalah.


" Pakai nanya lagi jadi cowok kok ngakk peka"


" Sama sekali ngakk" kata Ana yang sama sekali tidak menatap Dion.


Waiters pun segera datang menghampiri mereka.


" Mas, Mbak mau pesan apa??"


" Wine ada??" kata Ana membuat mata Dion membelak.


" Sayang kamu apaan sih"


" Maaf mbak Kita tidak menyediakan minuman berakohol"


" Maaf mbak, kita pesan nasi goreng 2 dan jus jeruk 2 ya!"


Sang waiters pun segera pergi untuk menyiapkan pesanan Ana dan Dion.


" Emangnya reunian kamu dengan cewek manis itu sudah selesai??" kata Ana dengan nada sinis, akhirnya Dion tahu sekarang Ana sedang cemburu.


" Kamu cemburu ya sayang Goda Dion


" Cemburu?? cih...pd amat!"


" Sayang semakin kamu cemburu kamu semakin cantik deh..." goda Dion dan dengan segera Ana menatap Dion dengan tatapan membunuh membuat Dion seketika tidak berkutik.


*******Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁

__ADS_1


See u to the next chapter*******


__ADS_2