
Pagi itu Bian dikejutkan oleh seorang gadis muda yang duduk di salah satu kursi makan. Wanita muda dengan kacamata dan wajah polos tanpa menggunakan make up.
" Ini adalah nona Alea, ini menantu pilihan mama" kata Ana membuat Dion dan Bian sungguh terkejut, mereka sama sekali tidak menyangka kalau wanita itu adalah wanita pilihan Ana.
Sarapan pagi yang semakin lama semakin dingin bertambah dingin dengan kehadiran wanita bernama Alea. Alea hanya memberikan senyuman tipis pada semua orang yang ada di meja makan termasuk Bian dan Dion.
" Mama ingin kau mengajaknya hari ini sebagai perkenalan" kata Ana sambil menatap Dion yang sama sekali tidak menyukai nya. Hal itu jelas dari air wajah Dion yang tampak murung dan mengarah ke arah marah.
"Aku tidak ada waktu ma.. lagipula ini kan wanita pilihan mama" kata Dion
" Bian mama mohon" kata Ana dengan nada memelas,
" Aku tidak mengerti jalan pikiran mama ..aku sama sekali tidak..."
" Turuti saja nak"pinta Dion pada anaknya dan hal ini membuat Bian tidak bisa menolak.
Bian menatap gadis yang ada dihadapannya, ia tampak begitu santai sambil menikmati sarapan yang ada dihadapannya. Gadis polos dengan kacamata yang cukup tebal itu seolah tidak menghiraukan perdebatan yang terjadi diantara ibu, ayah dan anak itu.
" Bawa dia ke kantor atau mungkin kalian bisa jalan jalan sebagai perkenalan" kata Ana sambil tersenyum menatap Alea.
__ADS_1
Senyuman Ana terlihat begitu senang, ia terlihat lega melihat Alea yang tampak santai dan tidak ketakutan lagi.
" Alea kamu mau kan,??"tanya Ana pada gadis itu dan Alea mengangguk sambil tersenyum pertanda ia setuju dengan permintaan Ana.
Ya.... dengan berat hati akhirnya Bian membawa Alea sesuai dengan permintaan sang mama. Sejak kecil memang Bian selalu menuruti perkataan dari wanita yang sudah melahirkan nya itu.
Ana melambaikan tangannya ketika Bian membawa Alea dalam mobilnya, ia kelihatan sangat bersemangat hingga melambai kan tangan hingga berkali-kali.
" Semoga mereka berjodoh ya mas" kata Ana Dengan penuh harap.
" Sudahlah sayang....jangan terlalu banyak berharap" kata Dion, ia kemudian merangkul Ana dan membawanya masuk ke dalam rumah.
" Aku ingin bersama mu, beberapa hari lembur membuat aku begitu merindukan mu sayang" kata Dion sambil mencium dan memeluk sang istri
"Ya ampun mas...kita ini sudah tua bahkan kita akan memiliki cucu" kata Ana
" Apa maksudnya sayang??? usia tidak akan pernah bisa membuat hubungan kita dingin bahkan sekarang aku semakin mencintai mu"
Menikah selama puluhan tahun memang tidak membuat hubungan Ana dan Dion dingin, bahkan di usia yang sudah melewati kepala lima mereka selalu menjaga keharmonisan rumah tangga. Dion selalu memberikan apa yang terbaik dalam rumah tangga nya.
__ADS_1
Sementara Bian dan Alea hanya bisa diam di dalam mobil, Bian tampak begitu konsentrasi dalam menyetir tanpa membuka pembicaraan dengan Alea
" Aku turun disini saja" pinta Alea tiba tiba membuat Bian dengan refleks menginjak rem dan membuat mereka terdorong, untung nya mereka berdua menggunakan sabuk pengaman.
" Maaf" kaya Bian
" Tak apa" kata Alea dengan wajah datar
" Aku tahu kau sama sekali tidak menginginkan perjodohan ini, kau bisa menolaknya" kata Alea
" Kenapa bukan kau saja, kau tampaknya kau juga menyetujui nya" tanya Bian
"A....ku tidak bisa" kata Alea
" Kenapa??"
" Ini alasan yang cukup rumit, sebuah janji pada seseorang yang memberikan mu satu kesempatan untuk hidup" kata Alea membuat Bian semakin bingung
Alea tidak melanjutkan perjelasannya justru ia keluar dari mobil menyusuri jalanan dan menghilang dari pandangan Bian.
__ADS_1
" Ada apa ini?? siapa dia?? mengapa ini terlihat aneh??" tanya Bian dalam hatinya