Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 172


__ADS_3

" Sayang aku minta maaf" kata Dion melihat Ana yang terbaring di ranjang rumah sakit. Wajahnya tampak pucat serta infus yang terpasang di tangannya


" Air mata Dion menetes tepat di kelopak Ana membuat Ana yang tadinya tidur perlahan membuka mata karena tetesan airmata Dion yang membasahi kelopak matanya.


" Mas....." Kata Ana lirih


" Kamu kenapa nangis???"tanya Ana


" Maaf jika aku telah membangunkanmu" kata Dion berusaha tersenyum


"Mas apa bayi kita baik baik saja" kata Ana


" Iya sayang semuanya baik baik saja, sekarang kamu harus banyak istirahat ya"


Ana mengangguk tersenyum, hatinya kini tidak was was lagi.


" Mas jangan nangis lagi dong, malu aku lihatnya" kata Ana meledek, ia kemudian menghapus air mata Dion


" Maafkan aku ya sayang, gara gara aku kamu jadi seperti ini"


" Mas. ....jangan menyalahkan diri sendiri, mulai hari ini kita akan menjaga anak kita dengan lebih baik"


" Iya sayang. ... syukurlah kamu dan anak kita tidak apa apa, kalau tidak aku tidak akan pernah mengampuni diriku sendiri"


" Sudahlah mas jangan menghakimi diri sendiri, Ana ngakk suka mendengar nya. Yang penting anak kita baik baik saja"

__ADS_1


" Maafin mas ya, akhir pekan ini kita ngakk bisa ke puncak"


" Ya ga apa apa kok mas, kan bukan salah mas juga, aku harap kita ke puncak sudah bisa bertiga, kayaknya lebih seru ya mas" kata Ana membuat Dion jadi semangat


" Iya sayang...kamu memang wanita terbaik yang pernah ku temui. Mama tak salah menjodohkan mu denganku. U Love u sayang" kata Dion sambil mengecup kening Ana


" Mas .....aku ngantuk aku mau tidur lagi.." Ana merasakan matanya sangat berat entah kerena pengaruh obat atau karena banyaknya kehilangan darah


" Iya sayang kamu tidur aja...mas akan jagain kamu disini"


" Apa kamu udah kasih tau mama kalau aku ada dirumah sakit??"


" Sudah sayang bentar lagi mama mungkin akan sampai, jadi kamu istirahat saja ya"


Ana mengangguk dan mulai menutup matanya,tak butuh waktu lama Ana tertidur dengan lelapnya, sedangkan Dion hanya memandangi wajah cantik itu dan sesekali mencium nya dengan lembut agar Ana tidak terbangun.


" Ayo kita bicara di luar ma" kata Dion sambul membawa Shanty keluar dari ruangan Ana untuk berbicara


" Ana kenapa Dion, kenapa dia bisa masuk rumah sakit??"kata Shanty dengan tidak sabaran.


" Tadi pagi Ana mengalami pendarahan ma" Dion tertunduk tak berani menatap mata mamanya.


" Ya Tuhan, kenapa hal ini bisa terjadi"


Dion tak bisa menjawab pertanyaan mamanya,dia begitu malu mengakui hal ini terjadi karena terlalu sering melakukan hubungan dengan Ana.

__ADS_1


" Apa bayinya baik baik saja??"


" Puji Tuhan semuanya baik baik ma,hanya Ana harus banyak istirahat"


Tiba tiba saja Shanty menarik telinga Dion dengan keras


" Ini pasti gara gara kamu, Pasti kamu minta ini dan itu pada Ana sehingga ia merasa kelelahan"kata Shanty tanpa melepaskan tangannya dari telinga Dion


" Aduhhhh ma, lepaskan..Ini memang salah Dion ma"kata Dion sambil berusaha melepaskan jeweran mamanya


" Dion ...apa kamu tau jika Ana sampai kehilangan bayinya untuk kedua kalinya"


" Iya ma Dion tau,kali ini Dion akan menjaga Ana dengan sangat baik"


" Mama pegang janjimu, jangan sampai terjadi apa apa pada cucu dan menantu mama"


" Jadi Apa Ana sedang istirahat??"


" Iya ma.. "


"Jadi sekarang lebih baik kamu pulang dan ambil segera ambil semua kebutuhan Ana"


" Tapi ma.....Dion mau disini nemanin Ana biar pak Jhoni saja yang ambil semua keperluan Ana"


" Baiklah...nanti mama akan telepon bi Ina agar menyiapkan semua keperluan Ana"

__ADS_1


****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁


See u to the next chapter****


__ADS_2