Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 104


__ADS_3

***Jangan lupa like komen dan vote dan follow author ya biar kita para anthor makin semangat.


Happy reading***


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Dion berjalan dikantornya, penampilan yang sedikit sembraut seolah membutukan bahwa dia sedang kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya.


Hampir setiap hari dia mencari informasi tentang keberadaan istrinya.


Dion memasuki ruangannya dan menyenderkan tubuhnya diatas kursi k tidak bertemu Ana, hatinya sungguh tersiksa malam panjang dihabiskan nya dengan minum minuman agar ia dapat memejamkan matanya.


Kali ini Dion menangis lagi seperti seorang anak yang sangat merindukan ibunya. Keluarga Dion sangat prihatin dengan keadaan Dion mereka juga berusaha mencari keberadaan Ana untuk memulihkan hati Dion yang terluka karena kepergiannya.


" Sayang kamu dimana?? kamu lihat aku sekarang hancur tanpa dirimu"


Tiba tiba saja lamunan Dion buyar karena kabar mengejutkan dari Gio.


" Maaf pak Dion tapi ada kabar mengejutkan" kata Gio dengan nafas memburu


" Ada apa Gio??"


" Itu Karin ditemukan tewas di sebuah hotel"


" APA!!!"


Mata Dion membelak kaget dengan apa yang disampaikan Gio.


" Iya Pak, seperti nya dia tewas karena dibunuh"


" Hah!!! siapa yang membunuhnya??"

__ADS_1


Gio menunjukan ponselnya kepada Dion menunjuk kan berita tentang seorang gadis yang dibunuh oleh mantan pacarnya.


" Ya Tuhan, kenapa hal ini bisa terjadi???"


Dion terduduk lemas,dia merasa iba dengan nasib Karin, semenjak ingatannya kembali Dion sama sekali tidak mau bertemu Karin bahkan dia mengganti nomor ponselnya agar Karin tidak mengganggunya.


___________________________________


Mata Ana dan Lia membelak ketika melihat layar televisi, terlihat Bu Tina begitu terpukul melihat putrinya mati dengan keadaan mengenaskan.


" Ya Tuhan kasihan sekali Bu Tina" kata Ana d


" Berarti Dion tidak menikah dengan Karin An"


Ana terdiam bukankah Karin sedang hamil, namun berita itu menyebutkan bahwa Karin masih gadis dan tidak sedang hamil.


Berbagai pertanyaan muncul di benak Ana


" Hai nona nona" suara Andra tiba tiba mengangetkan Lia dan Ana .


" Kok wajahnya pada tegang?"


" Ya iyalah tegang lihat mas Andra" kata Lia sewot


" Kamu ini bisanya cuman godain mas" kata Andra mencubit hidung Lia


" Ih..mas kebiasaan deh" kata Lia sambil memegang hidungnya.


" Mas Andra mau ngapain?? tumben siang begini datang"


" Eh gini mas mau ngajak kalian berdua untuk .."

__ADS_1


" Berdua atau sendiri nih" kata Lia sambil mengedipkan matanya.


" Ya udah mas ajak Ana aja"


" Kok gitu sih mas!!!"


" Kan kamu tadi Yanng bilang, ya udah ayok kita lunch bareng, mas tau tempat yang enak"


" Wah Lia jadi semangat nih"


" Dasar kamu ini Li" kata Ana sambil tersenyum.


Akhirnya mereka pergi ke salah Restauran yang menyediakan konsep outdoor, Andra sengaja membooking tempat itu untuk mereka.


" Tempat nya bagus ya An"


" Hmmm" Ana hanya berdehem, pikiran nya masih dipenuhi oleh pertanyaan seputar kematian Karin


"Silahkan duduk nona nona cantik" kata Andra sambil mempersilahkan Ana dan Lia duduk.


" Wah kenapa tiba tiba saja mas Andra berubah jadi romantis gini sih"


" Wah seharusnya Lia tidak ikut biar jangan nyamuk pengganggu"


" Kamu ini , kamu mau makan atau ngakk?? kata Andra


" Iya deh..."


Selama lunch berlangsung Ana kelihatan tidak menikmati makanan nya.


" An kamu ngakk suka ya" kata Andra yang sedari tadi memperhatikan Ana

__ADS_1


" eh.. bukannya gitu Ana suka kok mas" kata Ana sambil mencoba tersenyum


__ADS_2