
Sebelum baca Author ingatkan ya beb...
Jangan lupa like komen vote dan follow author ya...
Happy reading.....
Pagi pagi Ana dan Dion segera bersiap siap pergi ke kantor Andra.
" Kamu udah siap sayang" kata Andra sambil menggenggam tangan Andra.
" Siap mas" kata Ana sambil mengela nafas.
" Ok kalau begitu kita ke kantor Andra sekarang"
Dion dan Ana pun segera menuju kantor Yahya group. Begitu sampai mereka segera turun, dengan sigap Dion segera menggandengkan tangan Ana mesuk kedalam kantor Andra.
Nemuin betapa kecewanya mereka ternyata Andra sedang tidak dikantor dan menurut resepsionis yang ada di kantor Andra belakang ini Andra jarangvke kantor.
Ana begitu lesu mendengar kata kata dari resepsionis tersebut, rupanya dampak dari penolakannya tidaklah hanya omongan belaka.Rasa bersalah kembali hinggap dihatinya.
" Bagaimana ini mas???"
"Gimana kalau kita samparin rumah nya aja"
" Jangan mas Ana takut"
Dion terdiam, ia juga tidak tahu harus berbuat apa. Tiba tiba saja Ana teringat tempat dimana mereka sering menghabiskan waktu berdua.
" Pantai!!!" teriak Ana tiba-tiba.
" Pantai?? maksud kamu sayang??"
__ADS_1
" Ayo mas pasti mas Andra ada disana!!" kata Ana dengan semangat nya.
Dion langsung mengemudikan mobil ke tempat yang dimaksud oleh Ana. Begitu sampai disana tampaklah hamparan pantai yang begitu indah. Ana dan Dion kemudian melangkah ke tempat dimana biasanya Andra dan Ana menghabiskan waktu bersama.
Ternyata dugaan Ana benar, Andra sedang duduk di tepi pantai, ditangannya terdapat sebotol minuman berakohol sedangkan disampingnya suadah ada dua botol minuman yang kosong. Ana begitu sedih melihat pemandangan dihadapannya, Andra tampak sedang menikmati minuman yang ada ditangannya.
" Ijinkan aku bicara dengannya sebentar saja" punya Ana pada Dion.
" Tidak aku akan menemanimu"
" Baiklah tapi kamu harus janji tidak akan membuat keributan, cukup jadi pendengar yang baik saja"
Dion mengangguk tanda setuju dengan apa yang dikatakan Ana. Ana kemudian mendekat ke arah Andra.
" Mas Andra" Panggil Ana, jamuan tampaknya Andra tidak menghiraukan nya,
" Mas Andra" panggil Ana dengan suara yang sedikit lebih keras.
" Mas aku disini" kata Ana sambil menepuk punggungnya Andra dengan pelan. Andra kemudian menoleh kebelakang dan alangkah kagetnya ia melihat Ana sedang bersama Dion. Hatinya kemudian kembali membara melihat Dion menggenggam tangan Ana denga erat.
" Mas ...."
" Ngapain kalian kesini, oh...kalian ingin menunjukkan bahwa kalian sekarang sudah bahagia"
" Bukannya gitu mas, Ana dan mas Dion kesini untuk minta maaf pada mas Andra"
" Iya Andra kami kesini untuk minta maaf sekaligus ingin berterimakasih padamu"
" Untuk apa, kedatangan kalian hanya menmabah luka di hatiku" Andra sudah muali kehilangan kesadaran nya.
" Mas kenapa mas jadi begini mas??" Ana mulai menangis.
__ADS_1
" Apa perdulimu Ana, kalian pasti senang melihat aku begini kan??"
" Mas aku minta maaf, aku yakin masih banyak gadis di luar sana yang lebih baik untuk kamu mas. Jangan begini kasihan Tante Mora" kata Ana lagi.
" Ah...kamu sama saja dengan wanita lain, kalian hanya datang dan kemudian pergi"
" Percayalah mas,"
" Pergilah Ana, mulai hari aku tidak akan percaya dengan wanita manapun, aku tidak percaya dengan yang namanya cinta, semua itu hanya omong kosong" Andra kemudian pergi dengan sempoyongan. Andra sudah benar benar mabuk.
Andra terus berjalan dengan tubuh yang tidak seimbang, untung saja ada pak Midun yang selalu ada bersama Andra.Ana hanya menatap kepergian Andra dengan tatapan kosong, sungguh rasa bersalah ini sangat menyiksa dirinya. Air matanya terus mengalir melihat Andra yang dibawa pergi oleh pak Midun.
" Sudahlah sayang" Kata Dion sambil memegang pundak Ana, dia bisa merasakan kesedihan yang ia alami.
Jujur ada sedikit kecemburuan saat Ana begitu perhatian terhadap Andra namun Dion bisa memaklumi nya, ia tahu bahwa Andra adalah sosok laki laki yang baik.
Selama perjalanan menuju hotel Ana hanya diam saja, hal ini membuat Dion merasa tidak senang.
" Sayang kamu sudah berusaha untuk minta maaf jadi tak ada yang perlu disesali"
" Entahlah mas, rasa bersalah ini sangat menyiksanya"
" Kita berdoa aja ya sayang supaya Andra segera mendapatkan jodoh yang lebih baik"
" Aku harap juga begitu mas" kata Ana sambil mengela nafas
" *Mas Andra, sejuta kata maaf yang ingin ku ucapkan padamu, maafka aku mas telah membuat mu berharap. Aku yakin dia saat nanti kamu akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku"
Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian. Buat yang like komen dan votenya author sangat berterima kasih...
Love u Semua....
__ADS_1
See u to the next chapter*