
Pagi ini Ana bangun dengan wajah kusut, perasaannya tak karuan bahkan tadi malam dia bermimpi aneh. Ana memandangi wajah Dion yang sedang tertidur lelap, entah mengapa ia ingin kembali tidur dan memeluk Dion lagi, Ana memejamkan matanya ada kehangatan yang mengalir di hatinya dan ia pun kembali tertidur.
Dion menggeliat dan perlahan membuka matanya, dan ia melihat sosok istrinya yang masih tertidur dan sedang memeluk dirinya, entah kenapa Dion merasa bahagia.Dion melihat ke arah jam sudah menunjukan pukul 06.30.
Tumben Ana masih tidur, biasanya dia sudah bangun dan menyiapkan sarapan. Dion memandangi wajah Ana, dia kemudian mengusap pipi, rambut dan seluruh wajah Ana, telunjuk mengitari bibir indah Ana, begitu melihat bibir indah itu Dion tak tahan untuk menciumnya.
Dion mendekatkan bibirnya dan melai ******* bibir indah itu, mengecupnya dengan penuhnkasih sayang. Ana yang segera terbangun, mata indahnya membulat
ketika bibir Dion mulai menari nari dia atas bibir nya, perlahan ciuman itu berubah menjadi ciuman panas yang membangkitkan gairah. Dion mulai menggerayangi tubuh indah Ana, namun ia segera sadar bahwa Ana belum selesai haid, ia pun segera menghentikan aksinya.
" Udah dulu ya sayang, takutnya mas ngakk kuat kamu kan belum selesai halanganya" kata Dion dengan penuh pengertian.
__ADS_1
Ana mengangguk pelan, sesungguhnya ia pun mengharapka hal yang sama dan mungkin saat ini masih bukan waktu yang tepat.Tanpa sengaja mata Ana mengarah pada jam dinding dan ia menjadi sangat terkejut.
"Mas ya ampun, ini udah jam 7 dan Ana belum buatin sarapan untuk mas" kata Ana yang terburu buru berdiri namun Diom segera menarik nya dan membawanya ke dalam pelukannya.
" Udah ga apa apa sayang, kan mas bisa sarapan di kantor"
" Maafin Ana ya mas, tadi Ana pasti ketiduran"kata Ana dalam pelukan Dion.
Tiba tiba saja Ana tersentak, dia teringat Anthoni yang mengajaknya untuk bertemu, dia menjadi sangat gelisah.
"Mungkin Aku harus menemui mas Anthoni untuk terakhir kali, aku akan bicara jujur padanya bahwa aku sangat mencintai mas Dion,aku tak mungkin berpisah darinya. Ya aku harus menemuinya untuk terakhir kalinya ya untu kali ini saja."
__ADS_1
Dion akhirnya berangkat tanpa sarapan, Ana menjadi merasa bersalah dan berulang kali minta maaf pada Dion. Dion hanya menggeleng geleng kepala karena kelakuan istrinya itu. Hanya karena sarapan Ana minta maaf lebih dari sepuluh kali.
" Sudah ah sayang,,,,, kamu udah lebih dari 10 kali minta maaf nya, mas ga apa apa kok"
" Mas berangkat ya sayang'" kata Dion sambil mengecup kening Ana.
Ana yang sudah memutuskan untuk bertemu Antoni segera menyelesaikan segala pekerjaanya mulai dari membersihkan rumah, mencuci dan melakukan beberapa pekerjaan lainnya. Ana memang sosok wanita mandiri meskipun Dion bersikeras untuk menyewa ART Ana menolak keras.
Ana melihat jam sudah pukul 12. 30, dia segera bersiap siap untuk pergi ke taman yang dimaksud Anthoni, Ana mengenakan t-shirt hijau dan jins hitam pendek. Setelah bersiap Ana pun segera memesan ojek online dan segera menuju taman yang dikatakan Anthoni. Taman tersebut adalah tempat yang sering dikunjungi mereka sewaktu pacaran,dulu Anthoni dan Ana sering menghabiskan waktu kesana walaupun hanya sebentar.
Sementara Anthoni yang sudah satu jam di taman tersebut menunggu dengan sabar, dipandanginya taman indah itu dengan seksama, muncul kenangan kenangan indah masa lalu yang sampai saat ini belum bisa dilupakan Anthoni.
__ADS_1