
Ana kemudian pergi ke kamar mandi karena merasa dirinya ingin buang air dan saat ia membuka celana dalam nya, ia melihat ada bercak darah yang menempel disana.
" Mungkin sudah waktunya aku akan melahirkan" pikir Ana, ia pun mengganti celana dalamnya dan berniat untuk turun kebawah dan memberi tahu Shanty
" Baiklah aku tidak boleh panik, lagian rasa sakitnya belum terlalu kuat"
Saat Ana hendak menuruni tangga, Ana merasakan Kontraksi lagi, saat itu Ana langsung memegang pegangannya tangga sambil menggigit bibirnya.
Shanty yang tiba tiba melihat Ana kesakitan langsung menghampiri Ana.
" Sayang apa kau kesakitan??"Kata Shanty
" Iya ma" kata Ana
" Mungkin kau akan segera lahiran, apa sudah ada tanda tanda kelahiran??" tanya Shanty sambil terus menuntun Ana kelantai bawah
" Iya ma, tadi waktu Ana kekamar mandi sudah ada sedikit bercak darah yang keluar"
" Ya ampun kalau begitu kita harus menelpon Dion" kata Shanty dengan panik
"Tidak usah ma, kata mas Dion dia ada rapat penting sampai jam 11"
Shanty melirik jam dan ini masih jam 9 pagi
" Tapi sayang, rapat itu tidaklah lebih penting dari pada cucu mama"
" Lebih baik kita ke rumah sakit dulu aja ma, siapa tau Ana masih lama lahirannya, aku tak mau mas Dion panik"
" Baiklah kamu tunggu disini, mama mau persiapkan semua perlengkapan bayi dan sekalian mama mau terfon papa dan Jhoni agar segera menjemput kita"
__ADS_1
" Ma...mama ngakk usah panik ya...santai saja Ana yakin semuanya pasti baik baik saja" kata Ana sambil tersenyum
" Kamu memang wanita luar biasa sayang, aku yakin kamu akan jadi ibu yang baik untuk cucu mama" kata Shanty
" Kamu pasti kuat sayang..mama percaya sama kamu"
Setelah semua persiapan dilakukan , Jhoni sang supir kepercayaan keluarga Wiradmaja melajukan mobilnya diatas aspal hitam untuk menuju ke rumah sakit. Kali ini Jhoni benar benar mengendarai dengan fokus dan sangat hati hati karena ia tahu bahwa majikannya akan segera melahirkan keturunan dari keluarga Wiradmaja.
Selama diperjalanan Ana tampak tenang jika ia merasakan kontraksi maka ia menarik nafas dengan dalam dan mengeluarkan nya dengan perlahan.
" Apa kita tidak perlu menelfon Dion ma??" tanya Aldi pada Shanty
" Tidak usah pa, hari ini Mas Dion sedang rapat penting dan baru selesai jam 11 " kata Shanty
" Baiklah semoga semuanya baik baik saja"
" Kamu masih kuatkan sayang" kata Shanty sambil terus menggenggam tangan Ana dengan erat
" Beda sekali ya dengan mama dulu" kata Aldi
" Memangnya kenapa dengan mama pa??" tanya Ana penasaran
" Hu...kamu tau mama mertua kamu ini orangnya panikan, papa ingat waktu Dion lahir dia heboh sampai sampai dia teriak teriak pada papa" kata Aldi sambil tersenyum mengingat masa masa Dion lahir
" Ya papa sih ngakk tau rasanya melahirkan" kata Shanty
" awww..." kata Ana tiba tiba yang merasa kontraksinya semakin sakit dan kuat
" Sayang kamu tidak apa apa??"
__ADS_1
Ana kemudian menarik nafas lagi dan membuangnya dengan perlahan.
" Ngakk apa apa kok ma.. aku rasa cucu mama ini ngakk sabar untuk keluar" kata Ana sambil mengelus perutnya
" Iya sayang....mama juga ngakk sabar untuk menggendong dia" kata Shanty yang juga ikut mengelus perut Ana.
Begitu sampai dirumah sakit, Ana langsung ditangani oleh dokter Elisa, dokter kandungan yang menjadi langganan Ana selama kehamilan. Elisa cukup ramah, baik dan pengertian kepada para pasien membuat dia mempunyai banyak pasien yang ingin ditangani olehnya.
" Pembukaan nya masih 5, kalian harus bersabar sedikit untuk bertemu dengan dedeknya" kata Elisa
" Apa masih lama dok" tanya Shanty
" Tergantung bayinya saja dan lebih baik ibu Ana berjalan agar proses kelahiran lebih mudah"
" Apa kamu masih kuat untuk berjalan sayang??" tanya Shanty
" Masih ma...Ana masih kuat kok" kata Ana yang masih kelihatan semangat
" Wah....ibu Ana semangat sekali kalau begitu silahkan jalan disekitar taman yang ada didepan ruangan ini, kebetulan aku memiliki beberapa pasien yang ingi diperiksa nanti sekitar satu jam lagi aku akan datang"
Walaupun Ana merasakan sakit yang lumayan kuat tapi ia berusaha untuk berjalan, dia berjalan dengan pelan ditemani oleh Shanty. Saat merasakan sakit Ana berhenti dan begitu sakit nya hilang Ana melanjutkan berjalan.
" Kamu yang kuat ya sayang..kalau kamu tidak kuat sebaiknya kita Caesar saja" kata Shanty memberikan saran
" Tidak ma..Ana kuat kok..Ana pasti bisa, mama doain Ana saja agar semua nya baik baik saja" kata Ana
" Semua pasti baik baik saja sayang"kata Shanty sambil memeluk Ana dan tanpa terasa airmata nya keluar melihat semangat dan perjuangan Ana.
Jangan lupa like,komen dan vote novel ini ya... karena dukungan kalian akan sangat berguna sekali bagi author.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel author yang 2 yang berjudul prince for an ice princess ya...udah up sampai episode 12 loh..