Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Episode 208


__ADS_3

" Aku tidak sudi menjadi istri mu" kata Ana dengan marah


" Aku tidak mau menikah denganmu!!!" tegas Ana lagi.


Anthoni menatap tajam ke arah Ana dan gadis itu terlihat marah dengan menahan air mata yang hendak jatuh dari kedua bola mata indah itu.


" Apa yang aku inginkan tidak bisa kuberikan, kalau memaksa untuk menikahi ku, lebih baik aku mati saja"


" Baiklah jika memang begitu, aku akan menghubungi dokter untuk membuang bayi yang ada dalam kandungan mu itu dan setelah itu kamu boleh bebas"


Dada Ana terasa sesak mendengar perkataan Anthoni, ingin rasanya dia membunuh laki laki yang ada dihadapannya tersebut.


" A..ku menyesal telah mengenal mu Anthoni, sebuah kesalahan terbesar dalam hidupku adalah bertemu dengan laki laki egois seperti mu"


Anthoni merasa amarahnya terpancing karena ucapan Ana, dia mendekat dan menarik wajah Ana sambil menahannya dengan kuat.


" Sekarang tentukan pilihanmu" ancam Anthoni membuat Ana tidak bisa berkutik.


" Lepaskan aku," kata Sambil melepas cengkraman Anthoni


" Cepat katakan" kata Anthoni dengan suara terkuat nya bahkan semua orang yang ada di dalam rumah itu dapat merasakan kemarahan dari CEO Farma Grup tersebut.


Lisa yang mendengar teriakan tuannya langsung terkejut dan ia pun berdoa dalam hati agar tidak terjadi apa apa pada Ana.


" Pilih bebas atau bayi itu" kata Anthoni sambil menatap tajam pada Ana, tahannya berbunyi sangat keras pertanda dia sedang berada dalam emosi yang memuncak.


" A...aku..." Ana tidak mampu lagi berkata apa apa


" Lebih baik kau bunuh saja aku, jangan pisahkan aku dengan anakku" kata Ana sambil tersedu sedu, ia lalu terduduk dan kembali menangis

__ADS_1


Sebenarnya siapa saja yang melihat Ana dengan kondisi seperti ini pasti akan merasa kasihan. Anthoni yang memang sangat mencintai Ana sebenarnya tidak tega melakukan ini pada wanita yang dicintainya namun untuk mendapatkan Ana dia harus bersikap kejam dan membuat pilihan sulit.


" Besok sore kita akan menikah, mulai hari ini dan sampai besok pagi aku akan menyiapkan semua persiapan untuk pernikahan kita"


Ana mendongakkan kepalanya karena tadi posisi dia menangis dalam keadaan meringkuk dan menunduk dengan posisi kaki yang ditekuk.


" Aku tidak mau ada penawaran, kita akan menikah besok sore dan kalau masalah status mu saya akan urus setelah kita menikah"


Anthoni segera meninggalkan Ana di kamar itu lagi, dia meninggal Ana dengan segala dukanya dan ia mengambil ponselnya sebelum ia masuk ke dalam mobilnya.


Ia menekan salah satu nomor di ponselnya.


" Halo pak Anthoni, Morgan WO ada disini! Apa yang bisa kami bantu pak" kata suara dari seberang


" Tolong kalian siapkan semua persiapan pernikahan untukku besok sore, dan kalian bawa semua perlengkapan pernikahan ke alamat yang akan kukirimkan pada kalian besok"


" Aku tidak ingin berdebat denganmu, lakukan saja tugasmu. Lakukan saja apa yang terbaik, pokok nya pernikahan ini akan berlangsung. Dan untuk hal ini saya akan bayar kalian tiga kali lipat dari biasanya.


" Kalau begitu kami bersedia pak, kirimkan saja alamat yang akan menjadi tempat pernikahan, kami akan melakukan yang terbaik"


Anthoni langsung mematikan ponselnya dengan bibir tersenyum, dia tahu bahwa uang dapat membeli apapun yang ia inginkan.


" Sekarang aku harus menyiapkan semua surat surat "


Anthoni kembali menekan tombol ponselnya dan menghubungi seseorang yang bisa mengurus surat surat pernikahan dan kali ini dengan mengatas namakan uang, Anthoni berhasil mengatasi masalah ini.


" Semua masalah sudah hampir beres, Besok sore kamu akan menjadi nyonya Farma grup" kata Anthoni dengan senang, ia memang sengaja membuat pilihan yang sulit untuk Ana karena dia tahu Ana tidak mungkin menggugurkan bayinya.


______________________________________

__ADS_1


Setelah hampir 12 jam mencari informasi tentang Anthoni pemilik dari Farma grup akhirnya detektif terkenal ini mampu menemukan tempat yang sering ditinggali oleh Anthoni.


Bram dengan segala koneksinya mengusahakan yang terbaik untuk menemukan Ana. Begitu mendapat informasi itu Bram langsung menghubungi Dion.


" Bagaimana Bram, apa kamu sudah menemukan dimana Anthoni berada??" tanya Dion dengan nada tidak sabar


" Belum pasti pak, namun ada dua alamat yang menjadi tempat Anthoni sering menginap dan lokasi nya lumayan jauh dari pusat kota" kata Bram menjelaskan


" Sebutkan dimana alamat nya??


Brampun menyebutkan dua tempat tersebut, letaknya cukup jauh dari kota Bandung.


" Bagaimana kak??" kata Ray


" Ana ada disini Ray... akhirnya mereka menemukan tempat dimana si brengsek itu berada"


" Apa kakak yakin??" kata Ray


" Kita harus pergi kedua tempat ini"


" Tapi kak, kita harus minta bantuan pada Andra untuk membawa pengawal agar kita kuat kak, kita tidak mungkin pergi berdua dan selain itu kita harus berbagi agar bisa mengunjungi tempat tersebut"


" Kita bisa mendatangkan pengawal dari Jakarta" kata Dion


" Itu terlalu lama kak, lebih baik kita ke tempat kak Andra dan minta bantuannya untuk menyewa pengawal"


" Baiklah.. secepatnya kita haruslah bergerak dan segera menemukan Ana Ray, Ya Tuhan semoga istri dan calon anakku baik baik saja"


Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...

__ADS_1


__ADS_2