Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Hampir lepas kontrol


__ADS_3

" Kau milikku Bian" kata Sean sambil terus membuka kemeja Bian yang hampir saja lepas dari tubuhnya.Keduanya larut dalam emosi hingga Bian tidak menyadari bahwa dirinya dan Sean hanya menggunakan pakaian dalam.


Segera Bian akhirnya tersadar dan menutup tubuh Sean dengan selimut, wajah Sean seketika langsung memerah bahkan ia berusaha mengatur nafasnya yang sudah mulai memburu.


" Kita tidak pantas melakukan ini" kata Bian yang kembali memakai kemeja dan celananya


"Kenapa?? Bukankah kita saling mencintai??" kata Sean


" Ini hal yang tabuh dilakukan jika kita tidak belum memiliki ikatan Sean, aku akan tetap menjaga kehormatan mu"kata Bian


" Aku minta maaf ya.... sebenarnya aku ingin sekali memiliki mu seutuhnya tapi kita perlu waktu yang lebih panjang lagi"


" Entahlah Bian aku frustasi dengan hubungan ini" kata Sean dengan lemas, ia hanya memandang Bian dengan tatapan kosong


" Bersabarlah sayang..."kata Bian sambil mengecup kening Sean dengan lembut


" Aku pergi dulu ya sayang.. aku harus meeting dalam satu jam lagi, aku harap pengertian dari kamu"


" Bukankah ini jatah ku ini kan akhir Minggu, aku ingin makan siang bersama mu" rengek Sean


" Batalkan saja meeting mu hari ini karena aku belum tentu bisa bertemu jika kamu sudah terikat dengan wanita itu"


Akhirnya Bian mengalah ia menuruti permintaan Sean untuk membatalkan janji yang sudah ia buat.

__ADS_1


" Aku mau makan western food ya sayang" pinta


Sean saat mereka sudah berada di mobil


" Sesuai keinginan mu"


Bian pun melajukan mobilnya tapi baru puluhan meter ia melihat salah satu stand makanan yang cukup menarik dan ia pun menghentikan mobil nya.


" Kenapa??"


Ternyata Bian tertarik dengan salah satu stand ayam goreng yang berada di trotoar jalan, ternyata stand menjual ayam goreng yang hasilnya untuk anak yatim-piatu.


"Aku tidak ingin itu sayang, makanan pinggir jalan bukanlah seleraku " kata Sean lagi tapi Bian tidak perduli ia tetap berjalan ke sana.


Bukan hanya Bian tapi Sean juga terkejut melihat Wanita saingan nya ada disana, seketika wajahnya berubah dan memancarkan aura kebencian


" Ternyata ia pedagang kaki lima, aku sudah menduganya" dengus Sean dengan nada kesal


" Kita pergi saja " kata Sean sambil menarik tangan Bian tetapi lelaki itu tidak mau, ia malah mendekati Alea yang sibuk menggoreng ayam karena ada beberapa pelanggan yang masih antri.


" Aku mau semuanya" kata Bian membuat Alea dan yang lainnya langsung menoleh ke arahnya.


Alea yang tadinya menunduk langsung menoleh ke arah suara Bian, ia sama sekali tidak terkejut wajahnya datar dengan senyuman yang begitu tipis.

__ADS_1


"Yang benar pak??" Tanya Salah satu teman Alea


" Ya..." kata Bian yang tidak bisa melepaskan pandangannya dari Alea dan ini membuat Sean benar benar cemburu.


" Untuk apa sih??" Tanya Alea ketus


Bian pun menyerahkan sejumlah uang dengan jumlah yang cukup fantastis.


" Ini terlalu banyak pak" kata teman Alea lagi


" Tak apa dan satu lagi berikan ini pada mereka yang membutuhkan"kata Bian


" Terimakasih" kata Alea sebelum Bian dan Sean meninggalkan stand makanan itu.


" Tak masalah" kata Bian


Selama di dalam mobil Sean terus saja merungut hingga membuat Bian menjadi tidak nyaman.


" Sudahlah aku hanya ingin membantu mereka yang kurang beruntung, bukan karena Alea ada di sana"


" Omong kosong kau menatapnya tadi"


" Ya ampun sayang aku menatapnya biasa saja tidak seperti aku menatapmu" kata Bian mencoba membuat kekasih nya senang

__ADS_1


__ADS_2