Menikahimu Takdirku

Menikahimu Takdirku
Epissode 24 pdkt


__ADS_3

Dion pulang dengan membawa bunga di tangannya. Perasaan manjadi gelisah tak menentu, setelah dia sampai di rumah baru mereka, dia melihat Ana yang sedang masak mi instan. Ana yang dari tadi belum makan siang karena sibuk membereskan rumah yang masih sedikit berantakan merasakan lapar, jadi dia memutuskan untuk memasak mie instan.


Begitu melihat Ana, jantung Dion tiba tina bergetar perlahan dia mendekati Ana dan ia tiba-tiba memeluk Ana dari belakang dan memberikan bunga mawar putih pada istrinya.


Jantung Ana kembali berdetak tak karuan,wajahnya merona merah dan ia pun membalikkan badannya hingga wajah mereka saling berhadapan.


" Eh mas,,,,udah pulang rupanya" kata Ana agak sedikit kikuk.


" Iya ini bunga buat kamu" kata Dion menyodorkan bunga yang dia beli tadi. Wajah Ana seketika malu, dia tersenyum melihat bunga yang diberikan suaminya itu.


" Kamu masak apa? tanya Dion melihat apa yang Ana masak.


" Mi instan, mas mau?? tanya Ana.


" hmmm boleh, tapi mas saranin kamu jangan terlalu sering masak mi instan" kata Dion


" Iya mas, habisnya Ana udah kelaparan banget habis beresin rumah, jadi biar cepat Ana masak mi instan saja"


" Maafin mas ya, tadi mas ga bisa bantuin kamu" kata Dion


" Iya ga apa-apa kok mas, ya udah mas duduk aja mie nya udah matang, biar kita makan sama sama. Dion pun duduk di meja dapur untuk menekan mie instan yang dimasak istrinya itu, selama makan Dion terus saja memandangi Ana, hal ini membuat Ana merasa tidak nyaman.


" Mas,,,,kok liatin akau begitu banget sih, masakannya ga enak ya" kata Ana

__ADS_1


"Emangnya salah ya kalau mandangin istri sendiri"


" Eh,, mm...ana ngakk nyaman aja dilihat kayak gitu" jawab Ana malu malu.


" Dengar ya An, mulai sekarang kamu harus nyaman kalau mas liatin, kamu itu istri mas sekarang" kata Dion santai.


Ana hanya menunduk, apa yang dikatakan suaminya memang benar. Sekarang apapun yang dia lakukan Dion padanya, dia harus mampu menerima nya karena dia adalah milik Dion seutuhnya.


Ana ingin menyiapkan makan malam,tapi ketika ia membuka kulkas ternyata isinya kosong, Ana pun memutuskan untuk berbelanja. Diapun berinisiatif untuk pamit sekaligus minta uang untuk belanja.


" Mas, Ana ingin belanja boleh kan? sekalian Ana mau minta uang belanja" kata Ana.


" Emang kamu belanja dimana??" tanya Dion


lihat ada supermarket dekat sini mas" kata Ana.


" Sudah biar mas antarin kamu, kamu siap siap selesai mandi mas antarin kamu dan satu lagi ini card credits untuk kamu biar bisa beli apa saja yang kamu mau dan yang kita butuhkan" kata Dion memberikan credits card bebas limit untuk Ana.


" Makasih ya mas, Ana janji ngakk akan beli yang mahal-mahal " kata Ana dengan polosnya. Dion yang mendengar hal itu langsung mencubit hidung mancung Ana.


" Mas ngakk akan ngelarang kamu beli yang kamu inginkan, mas masih sanggup untuk memenuhi kebutuhan kamu dan anak kita kelak.


Anak kita??? ciuman aja nggak pernahπŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜„

__ADS_1


Ana yang mendengar hal itu hanya tersenyum, jujur dia bahagia saat Dion mengatakan ingin memiliki anak darinya.Pasangan yang baru menikah itupun segera meluncur ke jalan raya untuk pergi berbelanja.


Di super market


Dion dan Ana menyusuri supermarket yang mereka datangi untuk berbelanja, Dion dengan sigap mengambil troly dan mengikuti Ana untuk memilih barang barang yang mereka butuhkan.


Ana yang ditemani Dion merasa senang, dia merasa mereka seperti pasangan pada umumnya dimana suami ikut menemani istri untuk belanja. Ana terus saja tersenyum membuat sang suami heran.


" Dari tadi mas perhatiin kamu senyum senyum sendiri?? tanya Dion.


" Eh...iya mas, Ana senang aja mas temanin Ana belanja, kita seperti pasangan pasangan pada umumnya" kata Ana dengan polosnya.


Dion yang mendengar suara Ana juga bahagia, Tampa melihat tempat dia langsung memeluk Ana, sontak saja Ana kaget.


" Mas,,,,malu tuh orang orang pada liatin kita" Kata Ana yang kurang nyaman karena orang-orang melihat Dion memeluk nya.


" Emang kenapa? Kamu kan istri mas" kata Dion dengan santainya sambil terus memeluk Ana.


" Tapi mas,,, ini kan tempat umum, kan Ana malu"


" Ya udah berarti nanti pelukannya di rumah aja" kata Dion sambil melepas pelukannya.Ana yang mendengar hal itu mendadak takut dan gelisah, jangan jangan Dion akan memintanya untuk melakukan tugasnya sebagai istri.


Jangan lupa like komen dan vote author ya...

__ADS_1


__ADS_2