
Dengan kecepatan penuh akhirnya dua rombongan tersebut segera menuju lokasi yang telah disebutkan oleh detektif Bram. Dengan pengawal yang cukup banyak serta pengawal dari pihak kepolisian akhirnya mereka berangkat.
Miko, Ray dan Dion menjadi satu tim menuju lokasi x sedangkan Lia dan Andra menuju lokasi Y yang memang jaraknya tidak sejauh dari pusat kota namun berada di tempat yang cukup terpencil dan jarang dilalui oleh penduduk dan menurut cerita tempat itu termasuk angker.
Setelah hampir dua jam perjalanan....
Setelah sampai di tempat yang dimaksud, dengan tidak sabar Dion segera keluar dari dalam mobil.
Sebuah rumah besar yang berdiri ditengah rumah penduduk yang berada ditengah pedesaan. Rumah itu tampak gelap dan tak berpenghuni, semua penerangan ditumah itu padam dan sepertinya tidak berpenghuni.
Dion berusaha masuk kedalam rumah itu namun rumah besar tampak tergembok.
" Sial sepertinya Anthoni sialan itu tidak ada disini" kata Dion dengan emosi berulang kali ia menggedor-gedor gerbang yang kokoh itu.
" Kak, sebaiknya kita tidak membuat keributan disini"
" Apa yang harus kulakukan Ray, dimana Anthoni menyembunyikan istri ku"
" Sebaiknya biar para pengawal yang membongkar rumah, siapa tau Anthony sedang bersembunyi didalam"kata Miko
Setelah hampir setengah jam akhirnya voara pengawal dapat membongkar gerbang dan pintu masuk rumah itu.
Secepat kilat Dion berlari kedalam rumah gelap itu, namun setelah hampir satu jam menyusuri semua ruangan yang ada disana Dion tidak bisa menemukan apa apa.
" Sial,..." kata Dion sambil menendang kursi yang ada dihadapannya.
" Ana...kamu dimana sayang..." teriak Dion dengan sekuat tenaganya, ia terduduk dengan posisi tersimpuh berusaha menahan tangisnya, hatinya terasa sesak karena tidak berhasil menemukan belahan jiwanya.
" Kak...jangan seperti ini, kita masih punya harapan kak, semoga dilokasi yang dicari Andra dan Lia kak Ana bisa ditemukan" kata Ray memberikan penghiburan.
__ADS_1
" Ba.. bagaimana jika Ana tidak disitu??Apa yang harus kulakukan??"
" Apa jangan jangan mereka kabur keluar negeri??" kata Niko sambil menebak nebak.
" Apa. bagaimana...apa yang harus kulakukan??"
Kali ini Dion tidak bisa lagi menahan semua perasaan nya, ia terduduk dan menangis sejadi jadinya. Hatinya sungguh hancur tidak bisa menemukan istri nya
" Apa yang harus kulakukan Tuhan....Sayang kau ada dimana??"
_________________________________________
Sementara Andra dan Lia hampir sampai dilokasi Y seperti yang dikatakan oleh Bram. Lia tampak bergidik melihat lokasi yang cukup terpencil dan terkenal angker itu.
" Mas aku takut sekali" kata Lia pada Andra yang sedang fokus menyetir.
" Aku yakin Anthoni sudah mempersiapkan hal ini dengan matang jika dia adalah pelaku nya"
" Apakah Anthoni begitu mencintai Ana di masa lalu sampai ia nekad melakukan semua ini??"
" Iya mas bahkan beberapa bulan setelah Ana menikah mas Anthoni sempat depresi dan beberapa kali melakukan cek ke psikiater"
" Ya Tuhan" kata Andra, ia juga teringat bagaimana frustasi nya ia saat Ana memilih mempertahankan hubungan nya dengan Dion.
" Ana memang memiliki pesona yang luar biasa Li" aku Andra.
" Jangan bilang kalau mas masih..." kata Lia
" Tidak..aku hanya mengatakan yang sebenarnya lagipula aku sudah memiliki Seli aku sudah cukup senang dengan hal itu. Aku tidak mungkin mengambil hak yang bukan milikku"
__ADS_1
" Sepertinya kita hampir sampai, Lihat itu rumah yang tertera dalam alamat ini" kata
Mereka melihat begitu banyak mobil yang terparkir di halaman yang cukup luas itu, anehnya cuma ada rumah besar itu ditengah tengah hutan yang bisa dibilang terpencil dan cukup seram karena jauh dari pemukiman penduduk.
Lia begitu terkejut melihat ada dekorasi di halaman rumah itu seolah akan ada acara yang penting akan dilaksanakan.Andra segera menghubungi para pengawal dan pihak kepolisian yang dibelakangnya agar tidak terlalu mendekat ke area tersebut agar tidak mengundang kecurigaan.
Andra melihat jam yang melingkar ditangannya, jam menunjukkan pukul 15.00 sore, ia pun mengambil ponselnya dan segera menghubungi Dion.
Sementara..
Dion yang masih dalam posisi terduduk langsung mengambil ponselnya yang bergetar di saku celananya.
" Halo Dra, bagaimana apa Ana ada disana??" tanya Dion dengan tidak sabar, ia langsung berdiri dari posisi duduknya
" Kamu belum masuk kedalam, tapi sepertinya ditumah yang tertera di alamat ini seperti akan ada sebuah acara yang akan dilaksanakan soalnya ada dekorasi dihalaman rumah ini dan tampaknya ada banyak tamu yang hadir disini??"
" Apa??? jangan jangan Anthoni akan menikahi Ana" kata Dion langsung menebak,
" Apakah itu mungkin??" tanya Andra
Tiba tiba saja Lia melihat Anthoni keluar dari dalam rumah dan tampaknya ia begitu berpakaian sangat rapi.
" Mas itu mas Anthoni!!" teriak Lia
" Mana??"
Lia pun menunjukkan seorang laki laki tampan yang memakai tuxedo hitam yang sedang berbincang dengan para tamu. Andra dan Lia tambah terkejut melihat Ana dengan menggunakan gaun pengantin yang begitu indah, wajahnya tampak sedikit pucat dengan raut wajah yang tampaknya sangat lesu dan kelelahan.
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel ini. Author sangat mengharapkan Like, komen dan vote serta Follow karya ini ya...
__ADS_1