
Sebelum baca ayo jangan lupa, like, komen dan vote author dong biar rangking novelnya naik jadi authornya semangat nulisnya.
" Will u marry me??" kata Miko sambil berlutut
" Ha...ha....ha..."
" Kamu kok ketawa sih bikin orang kesal aja" kata Miko dengan nada kesal kepada Andra
" Seandainya ada orang yang melihat kita pasti sudah salah paham" kata Andra yang tidak bisa menyembunyikan tawanya
" Namanya juga latihan, kira kira apa Lia mau menerima ku??" tanya Miko
" Sepertinya sih tidak" kata Andra lagi
" Kamu ini bukannya memberikan semangat malah menjatuhkan'" kata Miko dengan nada kesal. Ia lalu mengambil soft drink dan meneguknya
" Apa kamu mau aku ambilkan bir??" kata Andra menawarkan
" Sialan kamu Ndra, aku sudah menyentuh minuman itu lagi, sekarang kamu mau memancingku"
" Aku tidak menyangka kalau wanita seperti Lia yang membuat mu jatuh hati" kata Andra tak habis pikir, ia juga mengambil kaleng soft drink dan meneguknya dengan perlahan, ia mencoba memantapkan hatinya agar bisa yakin pada Miko.
" Itulah Ndra, aku juga heran padahal kamu tau aku adalah laki laki yang cukup berkelas"
" Cihhhb berkelas.." kata Andra lagi
" Iya dong tapi justru wanita sesederhana Lia yang mampu mengalahkan hatiku" kata Miko dengan wajah serius, ia kembali mengingat kejadian kejadian lucu saat dia bersama Lia dan Miko hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala
" Kenapa harus Lia??" tanya Andra lagi
" Hatiku memilihnya Andra sama seperti kamu yang memilih Ana"
" Hei...diam kamu kalau istri ku dengar aku bisa ngakk dapat jatah selama satu bulan" kata Andra sambil melihat suasana sekitar
" Dasar Susis" Kata Miko sambil meledek
" Eh dengar ya, kamu juga sangat takut pada Lia padahal ia belum jadi istri" kata Andra membalas Miko dan kali ini Miko memilih diam karena hal itu memang benar.
__ADS_1
Kedua nya langsung terdiam melihat dua sosok wanita yang mereka cintai datang membawa kan beberapa kue dan cemilan untuk mereka
" Kenapa langsung diam, hayo..pada ngomongin apa??" tanya Sely sambil meletakkan piring berisi kue dan langsung duduk disampingnya Andra
" Ah... enggak kok, cuman"kata Andra sambil melihat kearah Miko dan Lia yang sudah duduk berdampingan
" Mas mau ajak kalian berdua ke Bali" kata Andra
" Yang benar mas??" tanya Sely dengan wajah yang berbinar binar
" Iya kalian maukan??" tanya Andra
" Mau dong," kata Sely dengan semangat sementara Lia hanya diam saja
" Lia kamu ikut kan??" tanya Andra
" Enggak ah mas, Lia dirumah aja temanin Tante Mora
Andra dan Miko langsung terkejut mendengar Jawa Lia, padahal mereka merencanakan mengadakan lamaran Lia di Bali.
" Aku juga ikut karena ada pekerjaan yang mau aku selesaikan" kata Miko lagi
" Kamu pergi aja sama wanita yang semalam" kata Lia sambil berdiri dan hendak pergi namun Miko segera menarik tangan nya
" Wanita?? yang mana??" tanya Miko sambil memegang tangan Lia
" Udalah mas aku malas berdebat" kata Lia sambil menarik tangan nya dan bergegas pergi.
" Aku susul Lia ya mas" kata Sely
Seketika Andra langsung emosi mendengar kata kata Lia, ia begitu terpukul melihat Lia tersakiti.
" Sialan kamu Mik, sebenarnya apa kamu serius sih sama Lia??" tanya Andra
" Aku serius, aku juga bingung wanita yang mana??" tanya Miko dan mencoba mengingat dua kejadian kemarin yang ia lakukan
" Oh ternyata Lena" kata Miko sambil menepuk jidatnya
__ADS_1
" Lena??siapa lagi dia??"
" Aduh Ndra, Lena itu adalah WO di Bali kebetulan ia sedang ke Bandung ini karena ada urusan penting dan ia mengajakku ketemuan karena aku memesan jas WO mereka untuk melamar Lia" kata Miko menjelaskan dan saat Miko menjelaskan Andra benar benar melihat mimik wajah Miko untuk memastikan bahwa Miko Jujur
" Benarkah???" tanya Andra penuh rasa selidik dan curiga
" Aduh Ndra apa aku harus bersumpah lagi??Kalau begitu aku akan mengajak kamu untuk bertemu Lena besok karena ia disini selama seminggu"
" Entahlah Mik, kamu tidak perlu meyakinkan aku, yakinkan saja Lia agar dia percaya denganmu" kata Andra
" Aduh... kenapa harus ada masalah seperti ini sih, padahal aku sudah selangkah lebih cepat untuk pernikahan" kata Miko dengan wajah frustasi
" Kamu harus berjuang, aku juga ada di posisi seperti kamu saat aku meyakinkan Sely" kata Andra sambil menepuk pundak Miko seolah ingin memberikan kekuatan untuk Miko
" Mengapa wanita begitu sulit untuk dimengerti ya?? " kata Miko pada dirinya sendiri dan Andra menjadi geli melihat wajah lesu Miko
" Bagaimana kalau kamu pribadi yang mengajak Lia ikut Ndra?? bilang saja aku tidak jadi ikut ke Bali" kata Miko memberikan usul
Sejenak Andra berpikir dan ia mengiyakan permintaan Miko
" Baiklah Mik, akan kuusahakan agar Lia bersedia ikut serta, kamu perbanyak berdoa agar dosa kamu tidak menjadi penghalang nya" kata Andra sambil tertawa
_________________________________________
Sementara Sely dan Lia sedang duduk diranjang Lia, jelas sangat Lia begitu kesal sampai dia meremas bantal biru miliknya.
" Apa kamu begitu marah??" tanya Sely sambil menatap Lia
" Tidak juga, aku biasa aja" kata Lia yang kelihatan jelas berbohong
" Lihat aku Lia" pinta Sely dan Liapun memiringkan wajahnya dan menatap Sely
" Ternyata kamu begitu mencintai Miko ya??" tanya Sely sambil tersenyum dan seketika wajah Lia berubah panik dan memerah
" Ti...tidak" kata Lia
" Semakin kamu bilang tidak semakin aku tahu kau begitu mencintai nya" kata Sely sambil memegang lembut pundak Lia dan Pada saat itu Lia tidak bisa lagi menahan tangisnya, ia memeluk Sely sambil menangis sesenggukan.
__ADS_1