
Dion dan Ana sedang berjalan diseputaran pinggir pantai, mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Ana tampak sangat cantik dengan dress putih selutut dengan perut yang sudah mulai membuncit.
Tiba tiba saja Ana berhenti dan memegang perutnya.
" Ada apa sayang??" kata Dion sedikit khawatir
" Mas bayinya gerak gerak" kata Ana dengan bahagia sambil terus memegangi perutnya
" Benarkah??" kata Dion dengan mata berbinar, Ia Lulu berlutut dan memegang perut Ana sambil mendekat kan telinganya di perut yang sudah mulai membuncit itu.
" Benar sayang si dedek udah mulai aktif ya!!" seru Dion dengan bahagia dan iapun mulai menciumi perut Ana
" Kamu baik baik ya sayang, sebentar lagi kita akan bertemu, Papa dan mama sayang sama dedek" kata Dion sambil terus menciumi perut Ana
" Lebih baik kita istirahat ya sayang, nanti kamu kecapean.Ingat kata dokter kamu ngakk boleh capek capek"
" Iya deh mas...oh ya mas aku pengen makan sate lilit dan ayam betutu" pinta Ana
" Siap komandan, ayo kita berangkat" kata Dion sambil menuntun Ana kesalah satu restauran ternama yang ada disana.
________________________________________
Sementara Sely yang berada didalam hotel memandang kemesraan Ana dan Dion mendadak sedikit iri karena Dion memperlakukanku Ana dengan begitu romantis. Andra memang sosok yang baik dan bertanggung jawab namun menurutnya Andra masih kurang romantis berbeda dengan Dion yang selalu memperlakukan Ana dengan begitu istimewa.
" Ana begitu beruntung ya mas" kata Sely yang masih memandang ke arah luar jendela
__ADS_1
" Memangnya kenapa??" kata Andra yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya
" Dia beruntung mendapatkan suami seperti mas Dion yang begitu perhatian dan menyayangi Ana"
Seperti mendapat tamparan, Andra langsung menghentikan aktivitas nya dan mematikan laptopnya. Ia tahu selama 2 hari di Bali Andra benar benar tidak memberikan perhatian pada Sely padahal ia juga sedang mengandung sama seperti Ana.
Andra menghampiri Sely yang masih saja berdiri didepan jendela transparan dan memeluknya dari belakang.
" Mas minta maaf ya!!" kata Andra sambil mencium leher Sely
" Ngakk apa apa kok mas, aku maklum jika mas tidak bisa memperhatikan aku. Ah...aku hanya sedikit iri melihat kak Ana yanh begitu diperhatikan oleh mas Dion"
Andra kembali mengela nafasnya dan kali ini ia seperti tertampar untuk kedua kalinya, ia membalikkan tubuh Sely dan menatap gadis yang sudah menjadi istrinya itu.
" Baiklah sekarang kamu mau kemana?? mau makan apa?? mas akan temani kamu satu harian ini" kata Andra
" Ngakk apa apa sayang, apa kamu mau jalan jalan ke suatu tempat??" tanya Andra dengan lembut, ia lalu membelai rambut indah Sely
" Bagaimana kalau kita pergi ke pantai Sanur, disana tempatnya indah sekali, kita bisa berjemur dan menikmati makanan khas Bali disana"
" Aku mau" kata Sely dengan gembira
" Aku mau jalan disepanjang pinggir pantai dan setelah itu aku mau berenang dan kemudian.." kata Sely yang terus berkata kata hingga membuat Andra tersenyum geli dan Ia memeluk Sely dan mencium bibirnya dengan lembut.
" Pokoknya satu hari ini mas udah janji menghabiskan waktu denganku" kata Sely
__ADS_1
" Iya sayang, mas kan udah bilang satu hari ini mas milikmu" kata Andra sambil tersenyum.
" Tapi sebelum kita pergi, mas mau sesuatu" kata Andra
" Apa??"
Andra langsung menutup jendela kaca dengan gorden bunga dan menggendong tubuh Sely dan membaringkan nya diatas ranjang king size.
" Ih...mas nakal" kata Sely sambil menepuk dada Andra dengan lembut dan tanpa banyak tanya Andra langsung mengahantam bibir Sely dan merekapun berpangutan untuk beberapa saat.
Nafas Sely tersengat karena keagresifan Andra, ia benar benar membutuhkan pasokan oksigen melihat Sely uang sudah ngos-ngosan Andrapun melepaskan ciuman nya dan memilih menyusuri jenjang leher putih Sely.
Kali ini Sely tidak bisa menahan desahannya saat lidah Andra mulai menari dibelahan dadanya. Desahan Sely membuat Andra semakin semangat dan tanpa menunggu waktu Andra segera mendudukkan Sely dan membuka dress yang dipakai oleh Sely dan tampaklah seluruh tubuh indah Sely dengan perutnya yang sudah mulai membuncit dan badan yang sudah semakin berisi.
Andra mengelus perut Sely dengan lembut dan menciumnya beberapa kali.
" Kamu baik baik ya sayang, papa akan lebih memperhatikan mu dan juga mamamu" kata Andra
Sely hanya tersenyum melihat kelakuan Andra, ia berharap supaya Andra lebih bisa memperhatikan dirinya dan calon ana mereka.
Setelah puas mencium Perut Sely, Andra kembali bangkit dan melanjutkan aksinya. Andra kemudian membuka sisa pakaian dalam Sely yang tersisa, mereka pun menikmati indahnya bercinta diiringi desahan desahan Indah yang keluar dari mulut keduanya.
****Terimakasih untuk semua dukungan dari kalian.Yang udah like,komen dan vote author terimakasih banyak ya beb..😁😁😁😁😁😁
See u to the next chapter****
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke novel author yang 2 yang berjudul prince for an ice princess ya...udah up sampai episode 11 loh..