
Sebelum baca Author ingatka jangan lupa like komen dan vote author ya....
Happy reading
Ana begitu terkejut ketika Dion membawanya ke tempat yang sangat berarti dalam hidupnya.Tempat itu adalah makam ayah dan ibunya, seketika airmata Ana membasahi pipinya.
" Ayo kita turun"
" Darimana mas tau tempat ini, kan Ana belum pernah bawa mas kesini" Kata Ana dengan rasa haru.
" Sayang mulai hari ini mas akan lebih banyak belajar tentang kamu"
" Udah ayo kita ke makam papa dan mama"
Dion pun segera mengambil bunga yang ditaruhnya didalam bagasi mobilnya, ia kemudian menuntun Ana ke makam ayah dan ibunya.
" Pa, ma Ana datang" kata Ana sambil terduduk di makam ayah dan ibunya yang kebetulan bersebelahan"
" Ana kangen pa, ma sekali kali datanglah ke dalam mimpi Ana" Kata Ana sambil mengelus nisan yang bertuliskan nama ayahnya.
"Papa, mama kenalin saya Dion menantu mama dan papa, maaf Dion baru datang sekarang. Duo janji pa akan menjaga Ana setulus hati" Kata Dion sambil merangkul Ana
Akhirnya selesai berdoa dan menabur bunga , Dion pun membawa Ana berkunjung kerumah paman dan bibinya. Tentu saja Ana kaget bercampur senang, sudah lama ia tidak bertemu dengan keluarga yang telah membesarkan nya.
Ana terlihat bahagia saat mengobrol dengan pamannya, rasa rindu yang selama ini ia pendam akhirnya terobati juga.
________________________________________
__ADS_1
Akhirnya Ana dan Dion tiba dirumah setelah hampir seharian menghabiskan waktu untuk berkunjung ke makam dan rumah bibinya. Setelah sampai mereka memilih langsung ke kamar.
" Terimakasih ya sudah mengajakku berkunjung ke rumah paman dan bibi serta makam papa dan mamaku"
" Hei itu juga papa dan mamaku" Kata Dion protes
" Terserah kamu deh" kata Ana
Dion mendekatkan diri ke ranjang tempat Ana berbaring, seketika Ana terlonjak kaget
" Mas mau ngapain" kata Ana was was
" Mau minta hadiah" kata Dion dengan tatapan lain membuat seketika bergidik.
" Hadiah apa" kata Ana Sewot
" Oh jadi mas ngakk ikhlas ngajakin Ana, jadi mas itung itungan sekarang!!!"
"Bercanda sayang" kata Dion sambil mengacak rambut Ana.
" Dasar" kata Ana sambil memanyunkan bibirnya.
" Oh ya mas mau mandi!"kata Dion sambil mengambil handuk
" Kamu mau ikut ngakk??" kata Dion sambil menggoda Ana.
" Ogah..." Kata Ana sambil menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
" Benar nih??" kata Dion menggoda lagi.
" Ih apa sih mas" kata Ana dengan raut wajah yang sudah memerah, ia memilih keluar daripada digoda terus sama suaminya.
Dion hanya tersenyum melihat wajah Ana yang sudah memerah, Ana lalu pergi ke lantai bawah dan duduk santai di atas sofa.
" Sayang sini ada yang mama mau ini omongin" Kata Shanty tiba tiba muncul dari arah kamarnya
Anapun segera menuju kamar mertuanya, didalam kamar Shanty pun mengeluarkannya sebuah kotak yang berisi Kalung bermata berlian yang begitu indah.
" Coba kamu pakai sayang"
Anapun menuruti perintah mamanya, ia pun memakai kalung yang diberikan Shanty dan kalung itu tampak kelihatan sangat cantik di leher putih Ana
" Ini adalah kalung warisan keluarga Wiradmadja, dulu nenek Dion yaitu mertuaku memberikan ini saat aku dan Aldi memberikan padamu karena kamu adalah menantu sakaligus putri sulung Keluarga ini"
Ana menangis bahagia mendengar ia mendengar ia sudah dianggap putri sulung Keluarga Wiradmadja.
" Ma apakah ana pantas memakai ini??"
" Sayang kenapa kamu berkata begitu, kamu sudah mama anggap seperti putri mama sendiri. Dengan nak mama bisa lihat Dion sangat mencintaimu, kamu adalah belahan jiwa Dion jangan mama mohon jangan pernah tinggalkan Dion dan keluarga ini. Mama ingin kamu menjadi istri dan ibu penerus keluarga Wiradmadja" Kata Shanty dengan penuh harapan.
See u to the next chapter
Terimakasih untuk yang sudah like, komen, vote dan follow author.
Author cinta kalian semua
__ADS_1